
Tiara masuk ke dalam mobil dia ingin bertemu dengan Lucas, dia harus bisa bersama dengan Lucas di saat dia yang belum sibuk dengan pekerjaan nya.
Sebelumnya Tiara mengirimkan pesan kepada Lucas.
* Lucas aku ingin bertemu dengan mu sekarang juga, aku sangat merindukan mu*
Lucas yang masih menikmati makanan Siang di kantor dia pun dengan cepat membalas pesan dari Tiara.
* Tiara apakah kamu lupa jika aku sekarang sedang bekerja, aku bisa bertemu dengan mu di saat aku pulang kerja sekitar pukul 5 sore bagaimana sayaaaaang*
Tiara benar-benar lupa jika kekasih nya yang sudah bekerja.
" Jam 7 malam aku sudah mulai bekerja karena aku tidak mau sampai harus pulang subuh, jika aku bertemu dengan Lucas aku hanya bisa bersama dengan kurang lebih 1 jam saja."
Tiara pun akhirnya harus mengorbankan waktu pacaran nya dengan Lucas.
* Baiklah Lucas, jam 5 kita berdua bertemu di suatu tempat yaa*
* Baiklah Tiara*
Tiara sudah harus bisa bekerja keras sekali karena dia yang harus membiayai orang tua nya yang berada di Singapura.
" Aku pikir uang hasil pekerjaan malam ini, bisa untuk aku kumpulan membeli rumah tapi ternyata tidak masih fokus pada biaya pengobatan. Padahal aku bermimpi, aku ingin sekali setelah Ayah dan Ibu pulang dari Singapura. mereka berdua sudah bisa menikmati rumah baru tapi ternyata tidak semudah yang aku bayangkan."
Tiara tidak tahu dia harus pergi ke mana, dia merasa sangat kebingungan sekali hingga akhirnya Tiara memilih untuk pergi ke Cafe saja.
Di saat Tiara merasa bingung dengan tanggung jawab nya kepada orang tua dan juga dia juga memikirkan bagaimana bisa mempertahankan hubungan dengan Lucas.
Bianca jauh lebih beruntung walaupun dia yang tidak bisa memiliki Lucas seutuhnya, tapi dia bisa melihat Lucas di setiap hari-hari nya.
Bianca yang baru saja sampai di kantor nya dia memilih untuk mencari Lucas.
Bianca memperhatikan Lucas yang selesai makan siang dan akan kembali ke dalam ruangan nya.
Melihat Lucas masuk ke dalam kantor, Bianca pun juga masuk ke dalam kantor.
Bianca merasa semakin hari dia semakin semangat untuk bisa mendapatkan Lucas di hatinya.
Bianca sampai di ruangan nya dia pun merasa sangat bersemangat sekali.
" Aku bekerja sambil melihat Lucas, aku makan siang sambil melihat Lucas juga. Dengan semangat ku ini membuat aku semakin semangat untuk bisa, bekerja dengan baik."
Bianca membuat ini semua menjadi positif untuk pekerjaan nya.
" Apakah Lucas melihat video aku yaa, lalu bagaimana yaa perasaan Lucas ketika melihat video itu. Apakah Lucas merasa kagum, atau Lucas merasa biasa saja."
Bianca akan tetap berusaha untuk bisa membuat bangga orang tua dan juga Lucas, Bianca menginginkan jika dia penuh dengan presentasi membuat Lucas menghilangkan rasa benci nya terhadap dia.
__ADS_1
Bell di mulai bekerja pun berbunyi waktunya Bianca menyalakan cctv nya, Bianca langsung tersenyum begitu saja.
" Semangat bekerja keras yaa Lucas, aku di sini selalu memantau mu yaa."
Ketika Bianca sedang fokus dengan pekerjaan nya, tiba-tiba saja Ibunya datang.
Laura datang ke kantor seperti Bianca, memakai kerudung hitam dan juga masker.
" Selamat siang sayang, seperti ibu menggangu waktu kamu bekerja."
Bianca menggelengkan kepalanya dia pun menghampiri Ibunya.
" Ibu merasa sangat bosan sekali di rumah, dan pada saat kamu pergi, Ibu pun pergi ke salon kecantikan dan setelah selesai ibu lebih memilih untuk pergi ke sini. Karena di rumah ibu sendirian lagi di rumah, dan itu sangat membosankan sekali."
Bianca merasa sangat kasihan sekali melihat Ibu nya, yang memang semenjak mempunyai Bianca dia hanya fokus untuk mengurus Bianca.
" Yasudah lebih baik Ibu di sini saja membantu pekerjaan ku, supaya perusahaan ini cepat sukses."
Laura pun berjalan menuju ke tempat kerja Bianca dan begitu sangat terkejut nya Laura ketika cctv yang hanya fokus pada Lucas saja.
" Bianca kenapa kamu hanya memantau Lucas saja, bukan dengan pegawai yang lain. Dan apakah kamu hanya memasang cctv khusus pada tempat kerja Lucas saja?."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Khusus Lucas saja, biarkan satpam saja yang memegang cctv seluruh perusahaan."
" Dengan aku melihat Lucas setiap hari membuat aku semangat untuk bekerja, lihat saja hasil pekerjaan ku sangat berdampak positif sekali kan untuk perusahaan kecil ini bisa menjadi maju."
Laura pun tidak mempermasalahkan semua ini, tapi tiba-tiba saja Laura mengingat gadis yang ada di salon kecantikan.
Laura mendengar sangat jelas perkataan nya.
" Hmmm Bianca, apakah kamu tahu tentang kekasih Lucas."
Pertanyaan Ibu nya membuat Bianca merasa sedikit kesal.
" Ya dia seorang model yang bernama Tiara lestari, dia umur nya 5 tahun lebih tua dari Lucas."
Laura begitu sangat jelas sekali mendengar perkataan mereka berdua yang membicarakan tentang Lucas tapi juga secara tidak langsung membicarakan tentang pekerjaan gadis tersebut yang seperti seorang wanita malam.
Bianca melihat Ibu nya yang langsung melamun seperti itu.
" Kenapa Bu, apakah ibu bertemu dengan nya tadi di salon kecantikan. Seperti nya aku juga harus pergi ke salon kecantikan, supaya seperti Tiara Lestari."
Laura lebih memilih untuk diam saja tentang pembicaraan gadis yang di sebutkan nama nya Tiara.
" Iya kamu harus ke salon kecantikan seminggu sekali saja, perawatan seluruh tubuh sayaang."
__ADS_1
Bianca pun menganggukkan kepalanya dia ingin tampil cantik di hadapan Lucas.
" Jika Lucas sudah berada di sini 1 atau 2 bulanan, aku akan menunjukkan bahwa aku adalah seorang pemimpi wanita dan membuat Lucas merasa kagum."
Laura merasa jika Bianca melakukan ini semua nya karena Lucas bukan demi perusahaan Ayah nya.
" Bianca, di saat sekarang kamu mengangumi Lucas yang kamu juga mengetahui jika kamu yang tidak mungkin bersama dengan Lucas. Kamu yang mungkin hanya mengagumi seperti kamu melihat idola-idola aktor Korea Favorit mu, tapi kamu juga jangan sendirian terus. Kamu juga harus bisa mencari lelaki di dunia nyata, yang akan menjadi pendamping hidup mu selamanya."
Bianca merasa ibu nya terlalu cepat untuk membicarakan hal tersebut, sehingga membuat Bianca pun terdiam sambil memikirkan nya.
" Bagaimana jadinya jika aku mempunyai pasangan tapi tatapan mata ku ini tetap kepada Lucas, mungkin kah akan ada lelaki yang mau melihat pacar nya seperti aku."
Laura merasa membahas hal seperti ini memang hanya akan membuat Bianca merasa sangat sedih sekali.
Karena sekarang Bianca yang sedang semangat dengan dunia halusinasi nya membayangkan Lucas setiap hari nya.
Laura pun mencoba untuk mengokohkan pembicara mereka berdua.
" Hmmmm, Bianca apakah kamu mempunyai foto Tiara Lestari. Ibu merasa sangat penasaran sekali dengan kecantikan nya, yang menjadi tipe ideal Lucas Aditya."
Bianca pun langsung mencari di akun media sosial nya, karena waktu malam Lucas mengganti foto profil akun media sosial nya dengan foto Tiara Lestari.
Bianca pun langsung menunjukkan foto tersebut kepada Ibunya.
" Ini Bu foto nya, dia sangat seksi sekali."
Laura mengambil handphone Bianca dan begitu sangat terkejut nya Laura, ketika Tiara Lestari itu gadis yang ada di sebelah nya ketika di salon kecantikan.
Tiara Lestari.
Bianca melihat Ibunya yang langsung melamun ketika melihat photo Tiara Lestari.
" Dia memang sangat cantik Bu, makanya Lucas cinta sekali dengan dia."
Laura pun mengembalikan handphone Bianca.
" Tadi ibu bertemu dengan nya di salon kecantikan, dia di pinggir ibu."
Laura akan memilih diam dengan apa yang sudah dia dengar walaupun sebenarnya Laura merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Seorang model cantik yang sangat muda sudah menjadi wanita malam, Laura yakin Lucas pasti tidak mengetahui nya.
Karena jika Lucas sampai mengetahui pekerjaan sebenarnya Tiara, Lucas pasti akan meninggalkan Tiara walaupun belum tentu juga Lucas akan bersama dengan Bianca.
Karena jika dilihat dari wajah nya Lucas bukan tipe lelaki yang mudah jatuh cinta, tapi Lucas juga bukan tipe lelaki yang mudah melepaskan cinta nya.
__ADS_1