Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 50.


__ADS_3

Meneger Tiara mengantikan baju Tiara, Tiara pun mulai sadar dia merasa sangat pusing sekali.


" Ayo minum teh manis hangat ini yaa, kamu pasti akan semakin membaik."


Tiara pun meminum nya sampai habis, dan dia pun merasa jauh lebih baik.


" Terimakasih Mbak Vera."


Tiara yang masih kelihatan sangat lemas sekali.


" Kenapa kamu sampai seperti ini,? biasanya kamu sangat kuat sekali tidak gampang lemah seperti ini."


Tiara pun menangis kembali di hadapan Meneger nya.


" Ayah ku masuk Rumah Sakit kembali, dan tadi Ibu ku telephone dia merasa tidak tega melihat kondisi Ayah sambil menangis. Dan membuat hati ku merasa sangat sakit sekali ketika melihat kondisi orang tua yang seperti ini, aku sebagai seorang anak yang tidak berguna."


Meneger Tiara pun langsung memeluk erat Tiara, dia merasa sangat kasihan melihat Tiara yang sampai harus seperti ini.


" Dan seperti nya aku akan mengambil penawaran itu, aku mau menjual mahkota ku kepada lelaki tersebut."


Tiara mengatakan nya dengan bibir yang bergetar.


" Kamu serius Tiara,? kamu akan melakukan nya ? kamu sudah berpikir panjang."


Tiara menganggukkan kepalanya.


" Aku serius dan aku sangat yakin sekali."


Meneger Tiara pun langsung memberikan kartu nama lelaki tersebut.

__ADS_1


" Ronny Saputra."


Tiara membaca nama lelaki tersebut dia pun langsung mengirimkan pesan kepada Ronny.


* Selamat malam Pak Ronny, saya Tiara Lestari. Saya ingin bertemu dengan Bapak besok malam, tempat nya Bapak tentukan sendiri*


* Saya sangat terkejut sekali ketika mendapatkan pesan masuk dari Nona Tiara, baiklah saya akan menentukan tempat nya*


* Baiklah saya tunggu kabar nya*


Tiara menghela nafas panjang nya, dia tidak bisa membayangkan harus melakukan nya dengan lelaki yang hampir seumuran dengan Ayah nya.


" Aku sudah mengirimkan pesan kepada nya, nanti malam kita berdua akan bertemu dan dia yang menentukan tempat nya."


Tiara terbangun dari tidurnya dia pun tersenyum tipis dan seperti tidak bisa membayangkan nya.


Vera memegang tangan Tiara, dia merasakan bagaimana jika berada di posisi Tiara.


" Sudahlah Tiara, sekarang kamu fokus saja pada kesembuhan Ayah mu. Setelah sembuh kamu sudah tidak usah melanjutkan perjalanan ini, kamu fokus kembali dengan pekerjaan mu sebelumnya."


Tiara pun langsung terdiam dia menatap wajah Meneger nya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Dan bagaimana jika lelaki itu yang sudah berkeluarga, aku menjadi duri di kehidupan rumah tangga nya. Begitu sangat hancur perasaan hati istri nya, setelah mengetahui jika suami nya yang tidur dengan wanita lain."


Tiara masih bisa memikirkan ke arah sana, karena Tiara merasa jika dia juga seorang wanita yang tidak mau di khianati.


" Sudah Tiara jangan berpikiran sampai sejauh itu, sekarang lebih baik kamu istirahat saja yaa. Karena kondisi kamu yang harus benar-benar sehat yaa, sekarang lupakan pikiran negatif dan segera tidur."


Tiara masuk ke kamar nya yang sebelumnya dia tertidur karena pingsan, tapi ketika Verra menarik selimut untuk Tiara perut Tiara berbunyi kencang.

__ADS_1


Dan Tiara pun langsung memegang perut nya.


" Aku belum makan dari pagi."


Verra pun langsung pergi ke dapur dan Tiara beranjak dari tempat tidur nya, untuk mengikuti Meneger nya.


" Mie instan saja Mbak."


Verra menggelengkan kepalanya.


" Tidak, kamu harus makan nasi Tiara."


Verra pun membuatkan nasi goreng untuk Tiara.


" Tiara kenapa kamu sampai telat makan seperti ini sih,? sampai kamu pingsan juga. Kamu sadar kan jika kamu adalah tulang punggung keluarga kamu, jika sampai kamu sampai sakit bagaimana dengan keluarga kamu."


Tiara pun hanya bisa terdiam dan melamun ketika mendengar perkataan dari Meneger nya.


Nasi goreng pun matang, Tiara kelihatan begitu sangat lahap sekali memakan nya.


" Sehat selalu Tiara, semoga saja kamu bisa membahagiakan orang tua mu. Aku merasa sangat kasihan sekali melihat mu yang seperti ini, semoga saja setelah ini kehidupan kamu menjadi bahagia."


Verra mengenal Tiara dari semenjak SMA, dia yang awalnya merasa kasihan dengan perekonomian keluarga nya.


Karena melihat Tiara yang sangat cantik, Verra pun mendaftarkan Tiara untuk menjadi seorang model dan ternyata Tiara berhasil menjadi model yang terkenal.


Karena melihat Tiara yang sangat pintar, Verra pun membiayai Tiara sampai lulus kuliah.


Dan setelah Tiara lulus kuliah mulai Ayah nya sering sakit-sakitan sampai sekarang, sehingga membuat Tiara harus lebih bekerja keras dalam mencari uang untuk penginapan Ayah nya.

__ADS_1


__ADS_2