
Di saat Tiara yang sedang merasakan kebingungan dan ketakutan, di tempat yang lain Daniel dan Mutiara mereka merasa sangat senang sekali.
Daniel yang bahagia bisa berkumpul dengan orang tua nya, walaupun tampa ada Tiara di samping nya.
" Terimakasih banyak Daniel, kamu telah mempertemukan Mama dengan Mutiara yaa sayang. Mama sangat senang sekali, walaupun istri mu pasti sangat benci pertemuan ini."
Daniel memeluk erat tubuh Mama nya.
" Sudahlah Mam, jangan memikirkan Tiara sekarang apa yang Mama inginkan sudah tercapai yaa. Mama ingin anak perempuan dan sekarang Mama yang memiliki cucu pertama perempuan, apakah Mama merasa bahagia?."
Venna mengangguk kan kepala sambil meneteskan air mata nya dan melepaskan pelukan erat Daniel.
" Yasudah yaa Mam, aku harus pulang yaa. Karena Tiara yang sudah pulang bekerja, kasihan dia pasti menunggu di Apartemen sendirian."
Daniel pergi dari rumah orang tua nya.
" Saya merasa lebih nyaman berada di keluarga Bapak dari pada keluarga Ibu Tiara, padahal keluarga bapak orang kaya tapi sangat menyenangkan sekali tidak sombong."
Daniel hanya bisa tersenyum manis kepada Suster Dessy.
" Suster Dessy, aku sangat mencurigai Tiara. Jika kamu bisa kamu coba rekam yaa, bila suatu hari nya ada seseorang lelaki yang datang ke Apartemen tapi mengatakan dia itu adalah teman Tiara karena rekaman cctv di kuasai oleh Tiara."
Suster Dessy menganggukkan kepalanya.
" Baik Pak Daniel saya mengerti."
Daniel melihat Mutiara yang tertidur pulas seperti nya capek.
Mereka pun akhirnya sampai di Apartemen, dan Tiara yang sedang memainkan handphone nya.
Tiara langsung memasukkan handphone ke dalam tas nya ketika melihat Daniel.
__ADS_1
Tiara mengendong Mutiara, dia mengajak Mutiara ke dalam kamar nya.
Daniel harus bisa menahan emosi nya.
" Apakah kamu sudah makan,? Aku ingin mengajak mu makan malam bersama malam ini."
Mendengar Daniel yang mengajak nya makan malam Tiara merasa Daniel yang sudah tidak marah lagi kepada nya.
" Ayo kita berangkat sekarang saja yaa."
Tiara dengan cepat mengendong Mutiara memberikan kepada Suster Dessy.
Daniel melihat Tiara yang begitu sangat bersemangat sekali tapi sayang nya dia berkhianat berselingkuh di belakang nya.
Daniel dan Tiara keluar dari Apartemen nya, genggaman tangan Tiara yang begitu sangat erat sekali.
Tiara yang seakan tidak mau kehilangan Daniel.
Tiara merasa tidak mengerti dengan perkataan Daniel.
" Apa maksud mu butuh yang lain, tidak akan ada yang lain selain kamu Daniel."
Tiara mencoba untuk meyakinkan Daniel.
" Ternyata banyak Tiara, kamu yang masih setia kepada ku yaa. Walaupun aku yang belum bisa membuat mu bahagia, aku harap kamu tidak meminta kebahagiaan itu kepada orang lain."
Tatapan Daniel kepada Tiara yang begitu sangat tajam sekali.
" Iya Daniel, aku tidak akan seperti itu."
Suara Tiara terdengar suara dan sangat lemah sekali, Daniel pun merasakan nya.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya makan malam romantis bersama, Tiara merasa sangat bersalah sekali.
Tiara seperti ingin menangis di hadapan Daniel dan mengakui kesalahannya.
" Kenapa kamu seperti mau menangis seperti itu Tiara, ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku. Bicarakan saja, aku akan mendengar kan nya."
Tiara sampai meneteskan air mata nya.
" Aku merasa sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti mu, yang sayang kepada ku."
Daniel memegang tangan Tiara.
" Tiara, aku sangat benci sekali dengan seorang yang membohongi ku. Seseorang yang menghianati perasaan ku, aku benci sekali."
Tiara sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Hmmmmm, Daniel aku sangat lapar sekali lebih baik kita makan yaa."
Tiara mengalihkan pembicaraan nya, dia tidak mau semakin tersalah kan.
" Kita nikmati makan malam bersama, aku berharap ini bukan makan malam terakhir untuk kita berdua."
Daniel yang sudah merasa sangat muak sekali melihat kebohongan yang di sembunyikan oleh Tiara.
" Tidak akan ada yang terakhir Daniel, kita akan selalu bersama selamanya sampai kita tua nanti membesarkan Mutiara dan adik-adiknya."
Pemikiran Tiara sudah sangat jauh sekali dia yang seperti tidak sadar jika pernikahan nya yang tidak sedang baik-baik saja.
" Mutiara mempunyai adik, seperti nya sebentar lagi dia akan mempunyai adik semoga saja aku masih sebagai Papa dari adiknya tersebut."
Tiara merasa semakin terpojokkan oleh perkataan Daniel.
__ADS_1