Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (101)


__ADS_3

Keesokan harinya ini adalah hari Sebastian Gunawan pulang dari Singapura, Bianca dan Ibu nya berniat untuk menjemput ke bandara dengan membawa bucket bunga untuk Ayah nya.


" Bu, Ayo kita segera ke bandara sekarang juga. Ibu tidak merindukan Ayah yaa, cepatlah."


Laura yang sedang ber make up dia kelihatan terburu-buru karena Bianca dan mereka berdua pun keluar dari kamar.


" Bianca, kamu jangan terburu-buru seperti ini. Ibu jadi pusing loh, bagaimana jika kita lupa membawa bucket bunga nya."


Bianca pun langsung menarik tangan Ibunya.


" Semuanya sudah aku siapkan di mobil Ibu, jadi kita sudah siap untuk berangkat ke sana."


Jika Bianca terlihat sangat semangat sekali untuk bisa bertemu dengan Ayah nya, berbeda dengan Tiara.


Tiba-tiba saja air mata membasahi pipinya.


" Tiara, kamu baik-baik saja?. Kenapa kamu menagis seperti ini, ingat kamu jangan memperlihatkan wajah sedih di depan orang tua kamu."


Tiara langsung menghapus air mata nya.


" Iya Mbak Verra, aku pun tidak tahu kenapa aku seperti ini. Mungkin kah ini karena aku merasa sangat bahagia sekali, akhirnya Ayah bisa sembuh dan semoga saja Ayah bisa sembuh total tidak sakit-sakitan lagi."


Verra langsung memeluk erat Tiara.


" Kamu adalah anak yang kuat Tiara, kamu harus bisa menjadi tulang punggung yang kedua orang tua mu. Sekarang ketika ke dua orang tua sehat, bahagia kan mereka berdua, jangan pernah memperlihatkan wajah sedih."


Tiara pun menganggukkan kepalanya sambil menghapus air mata nya.


Tiara memilih untuk menambah bedak dan lipstik agar tidak kelihatan pucat.


" Ayo Mbak Verra, kita berangkat sekarang."


Mbak mengeluarkan dua bucket bunga untuk orang tua Tiara, dan Tiara merasa beruntung sekali ketika mempunyai Meneger yang seperti Kakak kandung nya sendiri.


Tiara masuk ke dalam mobil dan Verra yang mengendarai mobil nya.


Tiara mengeluarkan handphone nya dia melihat banyak berita yang sedang membicarakan ke pulang Sebastian Gunawan dari Singapura.

__ADS_1


" Sebastian Gunawan juga hari pulang dari Singapura ternyata, di bandara pasti akan sangat ramai sekali."


Verra seketika langsung menghawatirkan Tiara, karena Tiara yang mempunyai permasalahan dengan Bianca.


" Dan kamu akan bertemu dengan Bianca di sana, Tiara kamu harus memakai kacamata hitam dan masker, agar wartawan tidak mengenali mu."


Tiara pun baru menyadari nya.


" Astaga kenapa aku hanya tenang-tenang saja seperti ini ya, ahhhhh merepotkan sekali."


Tiara mencari kacamata hitam nya dan juga masker wajah.


" Beruntung sekali ada di dalam tas semuanya, aku seperti sesak nafas tadi."


Mereka berdua pun sampai dan ternyata sudah banyak sekali mobil dan wartawan di mana-mana.


Verra melihat wajah Tiara yang mulai pucat dan panik.


" Tiara kamu harus bersikap seperti biasanya ya, jangan sampai kamu membuat para wartawan merasa curiga terhadap mu. Karena jika sampai mereka melihat kehadiran mu, semuanya akan berantakan. Tidak hanya Sebastian Gunawan yang melihat wajah ku, tapi juga identitas keluarga mu pun pasti akan terbongkar."


Tiara dan Verra pun keluar dari rumah dengan membawa dua bucket bunga yang sangat cantik sekali.


Tiara berjalan seperti tidak terjadi apa-apa, sampai akhirnya mereka pun menunggu kedatangan Ayah dan Ibu nya.


Tiara masih dengan kostum nya, dia merasa sangat gugup sekali ketika menunggu kedatangan orang tua nya.


" Semoga saja mereka baik-baik saja ya, dan Ayah kembali sehat kembali."


Tiara mendoakan yang terbaik untuk orang tua nya.


Sebastian Gunawan seperti sudah datang dan banyak nya para wartawan yang berlarian untuk mengambil potret kebersamaan bersama dengan Sebastian Gunawan.


" Seperti nya Sebastian Gunawan sudah datang Tiara, lihat seperti aktor terkenal saja ya."


Tiara pun hanya bisa terdiam saja karena sekarang yang ada di dalam pikirannya itu adalah, secepatnya membawa kedua orang tuanya ke Apartemen.


Orang tua pun datang tapi Tiara yang sedang menundukan kepalanya, Mbak Verra yang mengetahui nya dia hanya terdiam saja untuk memberikan kejutan kepada Tiara.

__ADS_1


" Tiara anak ku Ayah pulang Nak, Ayah sudah sembuh sekarang."


Tiara yang mendengar suara Ayah nya dia pun mengangkat kepalanya dan ternyata kedua orang tuanya ada di hadapannya.


" Ayah dan Ibu."


Tiara memeluk erat tubuh mereka berdua.


" Akhirnya Ayah sembuh juga, aku merasa sangat senang sekali."


Orang tua Tiara memeluk erat Tiara dan mereka berdua pun berterimakasih kepada Tiara.


" Terimakasih banyak sayang, atas semua pengorbanan mu akhirnya Ayah menjadi sembuh total terimakasih banyak anak ku."


Tiara hanya bisa menganggukkan kepalanya saja dan dia pun terus saja menangis di pelukan ibu dan Ayah nya.


Tiara melepas pelukannya dia pun menatap wajah kedua orang tuanya.


Vera pun langsung memberikan bucket bunga kepada orang tua Tiara.


" Seperti kita harus segera pulang ya, karena Tiara ingin memberikan sedikit kejutan untuk Ayah dan Ibu."


Orang tua hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh nya, sebenarnya merasa berdua ingin Tiara mengucapkan banyak terimakasih kepada Sebastian Gunawan.


Karena Sebastian Gunawan yang membatu mereka berdua ketika berada di Singapura.


Tiara sampai harus berlari dan membuat orang tua merasa sangat binggung sekali dengan apa yang di lakukan oleh Tiara.


Akhirnya mereka berdua pun sampai di dalam mobil, orang tua Tiara yang duduk di kursi belakang.


" Ayah dan ibu aku merasa sangat bahagia sekali sekarang aku bisa melihat kalian berdua, aku begitu sangat merindukan kalian berdua. Terutama Ayah, aku dapat menghawatirkan kondisi Ayah di Singapura."


Tiara memegang kunci Apartemen nya, dia merasa sangat sedih sekali dia yang hanya bisa menyewa kan Apartemen kepada orang tua nya.


Tiara juga mengingat kembali perkataan Raffi yang bisa memberikan apapun yang dia inginkan.


Sepanjang perjalanan Tiara seperti di ingatkan dengan perkataan Raffi, hingga akhirnya Tiara sampai merasa sangat pusing sekali ketika dia berada di kenyataan yang harus memilih.

__ADS_1


__ADS_2