
Bianca dan Lucas akhirnya sampai di tempat tersebut, baru saja masuk handphone Bianca sudah berdering kencang.
Lucas bersiap bisa saja ketika Bianca mengambil handphone nya dari tas, tapi ekpresi Bianca yang tiba-tiba saja terkejut ketika melihat panggilan telephone masuk tersebut dari Raffi.
Bianca seketika langsung panik dan dia pergi meninggalkan Bianca.
" Kenapa harus pergi sih, untuk menerima panggilan telephone saja."
Lucas mulai merasa tidak curiga terhadap Bianca.
" Panggilan telephone dari siapa sih, penasaran."
Lucas langsung menghampiri Bianca, tapi Bianca tidak langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
" Panggilan telephone dari siapa,?"
Ucap Lucas dengan suara yang sinis.
" Apakah aku harus mengulang perkataan mu lagi,? di hubungan kita berdua jangan ada rasa cemburu."
Bianca memilih untuk memasukan handphone nya, Bianca mengabaikan panggilan telephone tersebut.
Lucas semakin penasaran dia ingin mengetahui siapa yang menelephone Bianca.
" Apakah ini yang di rasakan oleh Bianca, rasa cemburu yang berlebihan."
Lucas akhirnya merasakan apa yang di rasakan oleh Bianca.
__ADS_1
Bianca melihat pakaian yang akan di gunakan oleh nya di hari pernikahan nanti, Bianca memilih gaun pengantin warna putih, biru dan juga pink.
Lucas hanya bisa terdiam saja mengikuti keinginan Bianca.
Setelah selesai memilih pakaian, mereka berdua pun keluar dari tempat tersebut.
" Aku akan mengantarmu ke kantor, sedangkan aku kembali ke perusahaan ku yaa."
Lucas memegang tangan Bianca.
" Kenapa kamu pergi meninggalkan aku, kita awal nya bersama-sama Bianca."
Bianca melepaskan genggaman tangan Lucas.
" Lucas, kamu sudah melunasi hutang perusahaan dari hasil pekerjaan mu. Jadi jaga baik-baik kembali perusahaan itu yaa, karena kamu yang pantas menjadi seorang pemimpin."
" Tidak, aku tidak mau. Lalu di sana kamu aku mencari asisten pribadi,? Yang mengantikan posisi ku? Lelaki muda yang sangat menggoda sekali hah seperti itu kah maksud mu Bianca ?."
Bianca tertawa mendengar perkataan Lucas yang seperti meniru gaya bahasa dirinya.
" Kenapa kamu jadi overprotektif,? Kenapa kamu jadi cemburu sekali hah ? Lupakan perkataan mu di saat di mobil."
Bianca membuka pintu mobil nya.
" Cepatlah masuk Lucas, kita harus bekerja karena waktu itu adalah uang."
Lucas pun langsung masuk dia memilih untuk duduk di kursi belakang.
__ADS_1
Bianca mengabaikan nya, dia hanya fokus pada kendaraan nya.
" Siapa tadi yang menephone mu,? Kenapa wajah mu kelihatan sangat terkejut sekali ketika melihat panggilan telephone itu."
Bianca menyadari jika Lucas mulai seperti ini karena panggilan telephone dari Raffi.
" Om Raffi, seorang pengusaha sukses dan hebat."
Lucas langsung pindah ke kursi depan dengan cepat nya.
" Om-om kaya raya maksud mu,? seorang Suggar Daddy."
Bianca menghelakan nafas panjang nya.
" Maksud mu apa Lucas,? aku lebih tergoda dengan brondong dari pada Suggar Daddy."
Lucas pun langsung marah ketika mendengar perkataan Bianca.
" Oh, brondong yang lebih menggoda karena kamu yang banyak uang. Jadi kamu tidak butuh Suggar Daddy, bisakah kamu menghargai perasaan ku Bianca dengan perkataan mu itu."
Bianca belum pernah melihat Lucas marah besar kepada dirinya.
" Kita berdua akan menikah, kenapa harus membicarakan seperti ini."
Bianca memilih untuk mempercepat laju kendaraan nya, dan membuat Lucas sampai memakai sabuk pengaman.
" Bianca, ingat kita berdua yang akan menikah jangan seperti ini."
__ADS_1
Bianca mengabaikan perkataan Lucas dia yang akan ingin secepatnya sampai di depan kantor perusahaan Lucas.