Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *176*


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke rumah Ayah Tiara mengeluarkan handphone nya, dia ingin mengirimkan pesan kepada Bianca untuk meminta pekerjaan.


* Nona Bianca, saya Ayah nya Tiara. Boleh kita bertemu ada yang ingin Bapak bicarakan dengan Nona Bianca*


Ayah Tiara berharap jika pesan nya bisa di balas orang Bianca.


Bianca yang sedang sibuk sekali dia pun mengambil handphone nya dan melihat ada pesan masuk.


" Tidak ada nama nya, siapa yaa yang mengirimkan pesan kepada ku ini."


Bianca memilih untuk memasukkan kembali handphone nya ke dalam tas nya.


" Kenapa,? apakah ada yang mengirim pesan?."


Lucas bertanya kepada Bianca dia hawatir Bianca yang mendapatkan pesan dari Tiara.


" Iya tapi tidak ada nama nya, nomber baru."


Lucas pun semakin merasa hawatir.


" Yasudah langsung hapus saja pesan nya jangan di baca."


Bianca melihat wajah Lucas seperti sangat panik sekali.


" Yasudahlah nanti saja di buka nya di saat jam istirahat."


Bianca dan Lucas mereka berdua benar-benar sangat serius sekali karena Bianca yang ingin hasil yang terbaik.


" Lucas untuk warna kamu yang pilih sendiri yaa, pokoknya semua nya aku serahkan kepada kamu. Karena ini adalah sepatu olahraga kamu, jadi kamu yang harus mengatur semuanya."


Lucas tersenyum manis kepada Bianca.


" Terimakasih banyak yaa."


Bianca dan Lucas masuk ke ruangan khusus, dan Bianca menunggu hasil kerja Lucas


Bianca merasa sangat penasaran sekali dia pun mengeluarkan handphone nya dan membaca isi pesan tersebut.


" Ternyata ini adalah pesan masuk dari Ayah nya mantan mu, seperti dia membutuhkan pertolongan dari ku."


Bianca mencoba untuk memikirkan kembali dia membantu atau tidak.


" Kamu akan membantu nya,? kamu hanya melihat kepada orang tua nya jangan anak nya. Kamu benci kepada anak nya, tapi jangan sampai benci kepada orang tua nya."


Bianca pun merasa di sadarkan oleh Lucas dan dia pun langsung menghubungi nomer tersebut.

__ADS_1


Beruntunglah di saat Bianca telephone, orang tua Tiara yang sudah sampai di rumah nya.


* Hallo Bapak*


* Hallo Nona Bianca*


* Bapak dan ibu baik-baik saja kan? coba ceritakan semuanya kepada saya*


* Bapak sebelum nya ingin meminta maaf kepada Nona Bianca, karena Bapak yang memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah di berikan oleh Nona Bianca*


* Sudahlah jangan bahas lagi tentang pekerjaan itu, saya mengerti jika Bapak di larang oleh Tiara*


Lucas tersenyum ketika mendengar perkataan Bianca yang begitu sangat sopan sekali dengan orang tua Tiara.


Lucas semoga merasa jika Bianca memang yang terbaik untuk dirinya.


* Iya Nona Bianca, sekarang Bapak dan Ibu memilih untuk pergi dari Apartemen. Bapak dan ibu merasa tidak betah untuk tinggal di sana, sangat membuat Bapak dan Ibu tertekan*


* Yasudah Bapak sekarang kirimkan alamat rumah Bapak dan Ibu yaa, nanti saya akan datang ke sana bersama dengan teman saya*


* Baiklah Nona Bianca*


Bianca mengakhiri panggilan telephone nya dan dia pun kelihatan melamun dia tidak percaya jika Tiara bisa sampai melakukan itu semua kepada orang tua nya.


" Seperti nya Tiara melakukan ini semua agar media tidak mencari tahu tentang kehidupan keluarga nya, ahhhh jahat sekali Tiara kepada orang tua nya."


" Lihatlah sikap mantan kekasih mu itu, durhaka sekali dia menjadi seorang anak."


Lucas memberikan gas pekerjaan nya Bianca merasa senang dengan hasil nya.


" Sangat bagus sekali yaa, ayo kita berikan agar segera di kerjakan."


Lucas lagi-lagi memegang tangan Bianca.


" Lucas kita tidak sedang lagi menyebrang jalan, ini di dalam ruangan untuk apa berpegang tangan seperti ini."


Lucas tidak memperdulikan perkataan Bianca dia terus saja memegang tangan Bianca sampai ke luar ruangan.


Bianca merasa tidak nyaman sekali dengan sikap Lucas, banyak sekali para karyawan yang memperhatikan mereka berdua.


Setelah selesai dan kembali pulang ke kantor, Bianca pun langsung melepaskan genggaman tangan tersebut.


Lucas tersenyum karena Bianca melepaskan genggaman tangan tersebut di saat di depan mobil dan tidak ada seorang pun yang melihat.


" Terimakasih banyak Bianca, kamu menghargai perasaan ku."

__ADS_1


Lucas membuka pintu mobil nya dan dia merasa sangat lapar sekali.


" Bianca aku sangat lapar sekali, kita makan yuu yang banyak biar kekuatan cinta kita semakin kuat."


Bianca menanggapi datar perkataan Lucas.


" Lucas bisakah kamu bersikap normal seperti dulu lagi,? seperti pada saat kamu mengetahui perasaan hati ku seketika kamu menjadi judes sekali dengan ku."


Lucas seketika dia langsung terdiam ketika Bianca yang mengulang masa lalu dirinya.


Dan Bianca pun merasa sangat puas sekali dia memakai masih menyimpan perasaan sakit hati terhadap Lucas.


" Sudah kita makan di sini saja."


Bianca memilih untuk makan ayam bakar, Lucas pun merasa memberhentikan mobilnya dia sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun.


Bianca langsung memesan makanan tersebut dan Lucas memilih untuk memainkan handphone nya, Lucas merasa sudah bukan lagi saat nya dia banyak bicara dengan Bianca.


Karena Bianca yang pasti akan selalu mengulang masa lalu Lucas yang sangat judes sekali dengan Bianca.


Makanan dan minuman datang, mereka berdua pun langsung fokus pada makanan yang ada di hadapan mereka berdua.


Bianca melihat Lucas yang begitu sangat lahap sekali makan nya, sampai Bianca pun tersenyum.


Bianca merasa jika Lucas lahap bukan karena lapar tapi karena nafsu dia yang membuat Bianca sakit hati dengan nya.


" Bianca, aku minta maaf atas perilaku aku di masa lalu. Perkataan dan sikap aku yang membuat kamu sakit hati sampai sekarang aku minta maaf yaa, dan aku mohon jangan selalu mengungkit nya yaa."


Bianca melihat Lucas yang bersungguh-sungguh mengatakan hal tersebut kepada nya.


" Iya Lucas baiklah, aku tidak akan pernah mengungkit nya lagi yaa kecuali kalau posisi nya aku yang lagi lupa yaa."


Lucas pun hanya bisa pasrah saja, karena seorang wanita itu pasti mengingat selalu apa yang membuat nya sakit hati dia akan selalu mengingat nya sampai kapanpun.


Lucas sudah selesai begitu juga dengan Bianca mereka berdua pun memilih diam sebentar di Restoran tersebut.


Lucas dan Bianca yang masih merasa kekenyangan sehingga mereka berdua seperti sudah untuk bergerak.


" Bianca apakah aku boleh ikut dengan mu ke rumah orang tua Tiara,? aku ingin sekali mengetahui nya."


Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Boleh, aku berniat untuk memperkerjakan di perusahaan kita saja. Karena jika untuk kembali ke perusahaan Ayah itu tidak mau terjadi, akan menjadi bahan perbincangan banyak pegawai."


Bianca dan Lucas pun beranjak dari tempat duduk nya, mereka berdua berjalan menuju ke mobil nya.

__ADS_1


Bianca memberitahu alamat nya dan Lucas pun langsung menjalankan mobil nya.


__ADS_2