
Lucas sampai di rumah tapi merasa rumah nya yang semakin sepi, dia pun berjalan menuju ke kamar Mama nya.
Lucas membuka kamar Mama nya dan ternyata Mama nya tidak ada di kamar nya.
" Hmmmmm, mungkin sekarang aku harus terbiasa dengan kesendirian seperti ini."
Lucas pun keluar dari kamar Mama nya dia masuk ke dalam kamar.
" Setelah Papa kehilanganmu banyak karyawan nya, dan sekarang para pegawai pun sudah berkurang dan apakah rumah ini pun akan berubah menjadi rumah sederhana."
Lucas membaringkan tubuhnya di atas kasur nya.
" Apakah ini yang di namakan jika roda itu benar-benar berputar, sekarang aku harus merasakan bagaimana rasanya menjadi keluarga yang sederhana karena mungkin sebelumnya aku yang sangat berkecukupan."
Lucas lebih bisa menerima kenyataan kehidupan nya, dia pun seperti sudah siap untuk bisa menyalahkan nya.
Daniel merasa sangat menghawatirkan Lucas yang berada di rumah sendirian dia pun langsung menghubungi adik nya tersebut.
Lucas mengambil handphone nya ketika dia mengetahui handphone nya berdering kencang.
" Kak Daniel."
* Hallo Kak Daniel, ada apa Kak.*
* Kamu sudah pulang sekolah,? bagaimana dengan uji mu*
* Semuanya lancar dan aku pastikan nilai ku sempurna*
* Baguslah Lucas, Kakak merasa sangat bangga dengan kamu. Kamu tetap fokus pada sekolah ku walaupun kondisi keluarga kita yang sedang seperti ini*
* Mungkin Tuhan ingin kita bisa jauh lebih bersyukur dengan kondisi kita yang sebelumnya. Dan aku merasa aku yang sudah siap untuk menjalankan kehidupan kita yang baru*
__ADS_1
* Kamu sangat hebat sekali Lucas, hmmm Lucas seperti nya kita akan tinggal bertiga karena Mama yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Omah dan Opah*
* Kenapa Mama melakukan nya, kenapa Mama hanya ingin bahagia bersama dengan Papa. Setelah seperti ini Mama meninggalkan Papa, Mama tidak memikirkan perasaan Papa*
* Yasudahlah, sekarang lebih baik kita harus bisa menghibur Papa yaa. Jangan sampai Papa merasa sedih, karena sekarang yang Papa punya hanya kita berdua*
* Baiklah Kak, yasudah aku ingin tidur "
Lucas mengakhiri panggilan telephone nya dan Daniel pun kembali untuk bekerja, tanpa sepengetahuan Daniel Papa nya mendengar perkataan mereka berdua.
" Aku merasa sangat bersyukur sekali memiliki mereka berdua, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Memang sekarang hanya mereka berdua yang mau bersama dengan ku, yang mau ada di samping ku."
Benny masuk ke ruangan Daniel dia pun langsung memeluk Daniel.
" Terimakasih telah setia dengan Papa mu ini, dan terimakasih masih mau bertahan hidup dengan Papa."
Benny berencana untuk meminta pekerjaan kepada sahabat nya untuk Daniel, setelah dia merasa sudah tidak ada lagi harapan bangkit untuk perusahaan nya.
Daniel pun hanya bisa pasrah saja dengan keinginan Papa nya.
" Aku mengikuti apa yang Papa sudah rencanakan, walaupun sebenarnya aku merasa belum siap untuk meninggalkan perusahaan ini. Tapi aku merasa sangat yakin sekali jika, apa yang Papa rencanakan itu yang terbaik untuk aku dan Lucas."
Benny pun merasa sangat terharu sekali dan dia pun mengajak Daniel untuk makan siang bersama.
" Kita keluar sekarang, kita makan siang bersama. Papa ingin banyak mengobrol dengan kamu, karena sekarang Papa merasa sangat kesepian sekali."
Daniel pun mengikuti keinginan Papa nya, dia pun pergi berdua bersama dengan Papa nya karena mobil nya yang sudah di jual untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar gaji para pegawai yang ada di rumah nya sebelum di berhentikan.
" Daniel Papa minta maaf mobil kesayangan mu yang harus di jual, hanya untuk menutupi kebutuhan kita sehari-hari."
Benny memegang tangan Daniel.
__ADS_1
" Sudahlah Pap, jangan di pikirkan. Mungkin memang aku yang harus berjuang keras sendiri untuk bisa membeli mobil dengan uang ku sendiri."
Daniel tidak mau membuat Papa nya merasa sangat sedih sekali, dia pun selalu ingin mencairkan suasana dengan Papa nya.
Mereka berdua pun akhirnya menemukan tempat untuk mereka berdua mengobrol dan melepaskan kepenatan mereka.
Benny memesan makanan dan minuman, sedang kan Daniel sibuk dengan handphone di tangan nya.
Ternyata Sebastian pun berada di tempat yang sama dia pun melihat Benny.
" Bukan kah itu adalah Benny Irawan yaa, yang perusahaan nya sedang mengalami masalah. Hmmmm, dan seperti nya lelaki yang ada di samping nya itu adalah anak lelaki nya."
Sebastian Gunawan terus saja memperhatikan mereka berdua karena dia yang menginginkan perusahaan milik nya.
" Lebih baik aku biarkan saja mereka berdua untuk menikmati makanan dan minuman setelah itu baru datang dengan rencana ku ini."
Sebastian melihat Benny begitu sangat akrab sekali dengan anak lelaki nya itu.
" Aku yang hanya memiliki Beryl Bianca, tapi aku merasa sangat yakin sekali jika Beryl akan bisa mempertahankan perusahaan milik Ayah nya. Jika aku bisa membuat mereka menyerahkan perusahaan nya untuk aku beli, maka ini adalah perusahaan ke 5 ku."
Daniel dan Benny begitu sangat menikmati momen mereka berdua.
" Lucas tidak hadir, lain kali kita harus membawa Lucas juga akan lebih seru jika kita bertiga."
Benny yang awalnya dia merasa jika Lucas akan berbeda dengan Daniel, tapi dia tidak menyangka jika Lucas lebih kuat dari Daniel.
Lucas lebih memilih untuk bekerja dan tidak memikirkan untuk bisa kuliah, Lucas juga kelihatan dia sangat pekerjaan keras sekali.
Apapun pekerjaan nya dia akan lakukan, asalkan tidak menjadi beban kehidupan orang tua nya.
" Aku merasa sangat bangga sekali mempunyai adik seperti Lucas. Dia lebih kuat dari ku, dan seperti dia yang lebih bisa menjalani kehidupan kita yang baru."
__ADS_1
Daniel sudah biasa merasakan nya setelah dia sudah berkomunikasi dengan Lucas di telephone.