
Keesokan harinya Tiara merasa terkejut ketika pemberitaan di media sosial dan televisi membahas masalah Ayah nya tapi di hubungan dengan permasalahan nya dulu dengan Bianca.
Banyak orang - orang yang menyimpulkan jika anak dan Ayah sama saja, sma - sama tidak tahu diri.
Tiara merasa syok berat dia tidak bisa keluar rumah dengan biasa.
" Bagaimana ini sekarang banyak yang berpikiran negatif terhadap aku dan Ayah, ini bisa membuat Ayah tidak akan lagi mendapatkan pekerjaan dengan mudah."
Tiara merasa malas untuk keluar kamar dia tidak berani untuk langsung bertatapan wajah dengan orang lain.
Terdengar suara ketukan pintu.
" Tiara sayang, ayo sarapan dulu nak."
Mendengar suara ibunya, Tiara langsung membuka pintu dan menundukkan kepalanya.
" Kamu kenapa Tiara,? Pagi-pagi sudah cemberut seperti ini."
Tari mempertahankan kondisi Tiara.
" Apakah ibu sudah melihat pemberitaan di televisi Bu,? Ayah pasti sangat marah kepada ku karena dulu aku juga pernah berkata kasar kepada Bianca."
Tari tersenyum ketika mendengar perkataan Tiara.
" Tidak sayang Ayah mu tidak marah, apalagi semenjak mengetahui jika Bianca yang merebut Lucas dari mu. Ayah mu semakin benci dengan Bianca, sudah yaa sayang sekarang kamu mandi dan langsung sarapan yaa. Ibu dan Ayah menunggu kamu di meja makan, cepat yaa jangan lama-lama."
Tiara merasa tidak percaya jika keluarga nya ternyata lebih mendukung dirinya dari pada membela Bianca.
" Terimakasih Ayah dan Ibu, aku sayang kalian berdua."
Tiara memeluk erat tubuh Ibu nya.
" Sudah yaa sayang, kamu jangan hawatir Ayah dan Ibu akan selalu mendukung kamu."
Tari pun langsung pergi dan Tiara bersiap-siap untuk mandi dan sarapan pagi.
Tari berjalan menuju ke tempat makan, dia membicarakan tentang Tiara.
" Tiara sangat takut sekali kamu benci kepada nya, apalagi dengan pemberitaan yang mengulang masa lalu Tiara yang dulu berkata tidak pantas dengan Bianca."
Tonny pun langsung tersenyum tipis kepada istrinya.
" Aku akan selalu mendukung Tiara, karena jika bukan kita orang tua nya siapa lagi yang akan ada di samping Tiara. Masalah dia benar atau salah aku sekarang tidak peduli, aku merasa sangat kasihan sekali melihat Tiara ternyata Bianca itu sangat jahat sekali."
Tiara pun akhirnya turun dari tangga dia berjalan menuju ke tempat makan.
Tiara langsung tertuju kepada Ayah nya, dia meminta maaf kepada Ayah nya.
" Ayah aku minta maaf, atas kesalahan ku ini. Orang-orang pasti akan memandangi keluarga kita negatif dan mungkin juga Ayah yang tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan secara langsung karena pemberian ini pasti memberatkan Ayah untuk mendapatkan pekerjaan."
Tonny memegang tangan Tiara dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
" Tidak apa-apa sayang, asalkan kamu tetap di sini bersama dengan Ayah dan Ibu mu yaa. Kamu jangan lagi pergi ke mana-mana yaa di sini adalah tempat tinggal mu."
Tiara merasa begitu sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Ayah nya.
__ADS_1
" Terimakasih atas kebaikan Ibu dan Ayah kepada ku yaa, semoga aku bisa membalas kebaikan kalian berdua."
Tiara berjanji kepada dirinya sendiri jika dia akan membanggakan orang tua nya, Tiara juga akan membahagiakan orang tua nya.
Suasana kehangatan di sarapan pagi di keluarga Tiara, berbeda jauh dengan di keluarga Lucas dan Daniel.
Lucas yang masih kesal kenapa Daniel, karena Daniel yang masih saja belum mengakui jika dirinya mempunyai hubungan dengan Tiara.
" Selamat pagi Lucas, kenapa kamu sudah cemberut di pagi hari sayang."
Venna mendekati Lucas, dia tidak mau Lucas merasa sedih tapi hanya di pendam sendiri send saja.
" Aku baik-baik saja Mam, yaa walaupun aku merasa kesal dengan pemberian di televisi tentang Ayah dan anak yang sangat tidak tahu diri."
Tidak lama setelah mengatakan hal tersebut Daniel pun datang dia duduk di sebelah kursi Ayah nya karena dia melihat Ibu nya yang sudah duduk di sebelah Lucas.
" Yah, Mama juga merasa sangat kesal sekali yaa. Apalagi di dalam pemberitaan itu sangat jelas sekali di saat Ayah nya Tiara yang sedang melakukan pengobatan di Singapura dia di tolong oleh Ayah nya Bianca. Padahal di saat itu Bianca sedang melakukan sesuatu yang tidak sopan kepada Tiara, sungguh paket keluarga yang tidak tahu diri yaa mereka semua sangat tinggi sekali sikap nya."
Daniel merasa mulai tidak nyaman di saat keluarga nya yang selalu membahas kejelekan keluarga Tiara.
Di saat hubungan Daniel dengan Tiara sedang ingin bisa lebih serius lagi.
Melihat wajah Daniel yang seperti kesal dengan pembicaraan nya bersama dengan Mama nya.
Lucas pun memilih untuk langsung berangkat kerja saja.
" Bu, aku pergi duluan yaa. Karena Bianca yang pasti masih Sakit dia tidak masuk kerja jadi aku yang akan menggantikan posisi Bianca."
Setelah berpamitan Lucas bersalaman dengan Mama nya.
" Bianca sakit apa,? apakah penyakit nya serius Lucas?."
" Bianca hanya kecapean saja dia hanya butuh waktu istirahat, lagi pula jika dia masuk kerja kasihan. Karena pasti akan banyak wartawan yang banyak bertanya kepada nya, sekarang mungkin aku yang akan mengantikan posisi Bianca untuk menjawab pertanyaan dari wartawan."
Lucas pun langsung pergi dia mencium tangan Mama nya.
" Hati-hati yaa Nak."
Melihat kondisi Bianca yang kurasakan baik membuat Daniel menghawatirkan kondisi Tiara.
Sekarang posisi Tiara yang lebih berat dari sebelumnya, Daniel berharap jika Tiara bisa baik-baik saja.
" Mama, aku pergi duluan yaa Mam."
Tanpa alasan yang jelas Daniel berpamitan dengan Mama dan Papa nya.
" Iya sayang hati-hati yaa."
Venna merasa ada yang aneh dengan Lucas dan Daniel.
" Papa, Mama merasa Daniel dan Lucas kembali bermusuhan lagi. Sebenarnya apa sih permasalahan nya, sehingga mereka berdua susah untuk bisa akur nya."
Benny terdiam ketika Venna yang seperti nya sedang ingin mencari tahu tentang Lucas dan Daniel.
" Tapi sekarang Lucas sering sekali yaa, membicarakan tentang Tiara di saat Daniel ada dan wajah Daniel yang kelihatan tidak nyaman sekali ketika Lucas yang membicarakan tentang Tiara."
__ADS_1
Benny pun mulai hawatir ketika Venna yang sudah mulai menyadari semuanya.
" Lucas membicarakan tentang Tiara, karena Lucas yang mungkin masih sakit hati dengan Tiara. Apalagi sekarang pemberian sedang fokus pada Tiara. Sudahlah Mam, Jang mempunyai pikiran yang aneh-aneh tentang Daniel dan juga Lucas. Mereka berdua sudah besar, dan sudah bisa menyelesaikan permasalah mereka masingmasing."
Mendengar perkataan suaminya Venna sudah tidak memikirkan tentang Lucas dan Daniel lagi dia fokus pada sarapan pagi nya.
Walaupun dari makan malam sampai sarapan pagi, Lucas dan Daniel tidak memakan nya.
***
Di saat perjalanan menuju ke kantor nya, Daniel memberhentikan mobilnya sebentar.
Dia mengambil handphone nya dan langsung mencari kontak handphone Tiara.
Daniel merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Tiara.
Tiara yang baru selesai makan dia pun langsung menjawab panggilan telephone dari Daniel dan kembali berjalan menuju ke kamar nya.
* Hallo Sayang*
* Tiara bagaimana dengan kabar mu, aku sangat menghawatirkan sekali kondisi mu di saat sekarang banyak pemberitaan tentang kamu dan Ayah kamu*
* Aku baik-baik saja Daniel, aku merasa sangat beruntung sekali karena Ayah ku mendukung aku. Dan dia meminta aku untuk tinggal bersama di sini, agar aku tidak keluar rumah dulu untuk menghindari pada wartawan*
* Syukurlah Tiara, aku takut kamu menjadi despresi karena pemberitaan ini*
* Tidak Daniel tenang saja, aku baik-baik saja*
* Hmmmm Tiara, semalam Lucas sudah mulai bertanya tentang kamu kenapa ku. Dia bertanya apakah waktu itu aku ketemuan dengan mu di Restoran dekat dengan Kantor*
* Lucas kenapa bisa sampai seperti ini yaa, yasudahlah sayang semoga saja Lucas secepatnya tahu tentang hubungan kita berdua dengan cara dia sendiri. Karena jujur saja yaa, aku sudah mulai merasa capek untuk menyembunyikan hubungan kita berdua ini*
* Tapi bagaimana dengan Mama, dia yang semakin benci kepada mu Tiara. Apalagi setelah pemberitaan ini, Mama semakin berpikiran negatif terhadap kamu*
* Mama mu dari dulu memang sudah sangat benci kepada ku, dia akan selalu benci kepada ku walaupun aku bersikap baik sekali pun dia tetap benci karena di mata Mama mu aku yang selalu salah*
* Maafkan sikap Mama ku yaa, tapi aku sangat berharap besar jika Mama bisa baik dengan kamu yaa. Mama bisa menerima kehadiran kamu untuk menjadi istri ku, karena aku duduk hanya ingin fokus pada hubungan yang lebih serius bersama dengan kamu*
* Aku berharap seperti Daniel, akan ada keajaiban untuk Mama kamu kepada aku*
* Yasudah yaa Tiara, aku mau meneruskan usaha ku menuju kantor yaa*
* Iya Daniel, kamu hati-hati yaa dan semangat bekerja nya*
* Terimakasih banyak Tiara*
Daniel mengakhiri panggilan telephone nya, dia pun menjalankan mobil nya kembali.
Daniel harus bisa tetap semangat walau sebenarnya dia merasa sudah lelah dengan kisah percintaan nya dengan Tiara yang harus di privasi kan.
" Aku sedang mencari waktu kepan aku bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Lucas, mengakuinya di hadapan Lucas."
Daniel akhirnya sampailah di depan gerbang perusahaan nya, Daniel melihat bangunan besar dan luas tempat dia bekerja.
" Sekarang yang aku pikirkan adalah bagaimana cara nya agar bisa mempertahankan perusahaan ini yang jangan sampai jatuh ke tangan orang lain, hanya karena kesulitan untuk membayar hutang besar kepada Sebastian Gunawan."
__ADS_1
Daniel berjalan menuju ke dalam kantor desa penuh percaya diri, dia berharap hasil pekerjaan tidak akan sia-sia.
Daniel berharap dia akan memajukan perusahaan milik Kakeknya ini menjadi perusahaan yang lebih hebat.