
Jam pulang pun tiba Beryl terlihat begitu sangat semangat sekali dan Amira pun hanya bisa tersenyum ketika teman nya sedang bahagia.
Beryl dan Amira berjalan menuju ke halaman sekolah dan ternyata Lucas sudah ada di sana.
Beryl pun tiba-tiba menghentikan langkah kaki nya, dia merasa sangat gugup sekali.
"Amira aku gugup sekali nih bagaimana yaa."
Amira melihat wajah Beryl yang tiba-tiba saja pucat.
"Beryl kamu jangan sampai pingsan yaa, jangan bikin malu. Seharusnya ini adalah kesempatan kamu untuk menunjukkan kepintaran kamu di depan Lucas, siapa tahu Lucas jadi terpesona dan memiliki perasaan terhadap kamu."
Beryl merasa perkataan Amira yang terlalu berlebih-lebihan. Dan Beryl pun mulai bergabung dengan anak-anak yang lain.
Karena mengetahui jika Beryl adalah anak yang pintar dan berprestasi, Lucas pun langsung menghampiri Beryl.
"Mohon kerjasama dan bantuan nya yaa."
Beryl di buat terpesona dengan ketampanan Lucas.
"Hmmmm iya Lucas ayo kita belajar sama-sama."
Beryl mengajari Lucas dengan sangat detail sekali sehingga membuat Lucas cepat mengerti dia juga tidak hanya fokus pada Lucas tapi juga dengan teman-teman yang lain.
__ADS_1
Tidak terasa ternyata sudah sore mereka pun memutuskan untuk segera pulang.
"Terimakasih yaa Beryl Bianca, kamu memang terbaik. Mengajarkan secara detail."
Lucas pun langsung pergi dia menunggu kedatangan Kakak nya.
"Sama-sama Lucas, aku merasa sangat bahagia sekali. Andaikan kamu aku melakukan itu semua karena cinta, karena perasaan cinta terhadap mu."
Beryl menunggu mobil jemputan nya dan dia melihat Lucas yang sudah di jemput.
"Wahhhh, Lucas di jemput Kakak lelaki nya lagi yaa. Mereka akur yaa, gemes sekali sama-sama ganteng."
Amira terus saja memandangi Kakak lelaki nya Lucas.
Setelah menjelaskan kepada Amira, jemputan Beryl pun datang dan Beryl langsung masuk ke dalam mobil nya.
Dia melambaikan tangan kepada Amira.
"Hmmmm, hari yang sangat luar biasa sekali. Pokoknya indah."
Di perjalanan menuju ke rumah Beryl terus saja tersenyum dan sampai ke rumah nya dia melihat Ibu nya yang sedang menyiram tanaman.
Beryl bersalaman dengan Ibu dan menyimpan tas nya.
__ADS_1
"Tumben sekali kamu pulang sore apakah sudah mulai belajar bersama untuk Ujian akhir sekolah,?"
Beryl menganggukkan kepalanya.
"Iya Bu dan aku di percaya untuk membantu mengajarkan soal-soal kepada teman-teman aku, aku merasa sangat senang sekali Bu."
Laura merasa sangat bangga sekali dengan Beryl.
"Usaha kamu untuk belajar setiap hari tidak sia-sia ada manfaatnya, kamu menjadi bisa membantu teman-teman kamu."
Beryl pun menyadari hal tersebut.
"Bu aku sangat lapar sekali, aku makan dulu yaa."
Beryl berjalan menuju ke meja makan dan makanan sudah tersedia, Laura memilih untuk masuk ke dalam untuk menemani Beryl yang sedang makan.
"Beryl Ibu tidak akan memaksa kamu untuk harus mendapatkan beasiswa, ibu tidak mau kamu yang terlalu memaksa kan."
Laura tidak mau Beryl sampai lupa waktu dia yang terus-menerus belajar sehingga membuat kesehatan nya terganggu.
"Ibu tidak mau kamu sampai sakit, sebentar lagi kamu akan melaksanakan ujian akhir sekolah."
Beryl pun menganggukkan kepalanya sambil menikmati makanan di hadapan nya.
__ADS_1