
Daniel merasa Bianca sudah mengatakan semuanya kepada Sebastian.
" Jangan pernah merendahkan orang hanya karena dia tidak berpendidikan tinggi seperti mu,? lihat dari kemampuan nya. Saya melakukan ini karena sudah melihat dari cara kerja Lucas dan Bianca di perusahaan yang mereka pegang. Mereka berdua mampu, dah bahkan Lucas bisa membuat produk sepatu olahraga terbaru dengan hasil karya nya sendiri."
Daniel dan Benny hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Sebastian, walaupun sebenarnya Daniel merasa sangat emosional terhadap Sebastian yang terlalu ikut campur dalam perusahaan.
" Mungkin kamu sekarang sedang berpikir jika saya terlalu ikut campur dalam perusahaan ini, tapi waktu kalian hanya tinggal 3 bulan lagi dan itu tidak akan pernah berhasil."
Sebastian memilih untuk pergi dari ruangan tersebut dia sudah sangat muak sekali melihat wajah Daniel.
Melihat Sebastian yang sudah pergi, Benny langsung menghampiri Daniel.
" Jaga emosi kamu terhadap Bianca dan Lucas, jangan di kaitkan dengan hubungan mu dengan Tiara."
Benny mulai merasa sangat emosional.
" Daniel, lebih baik sekarang kamu fokus saja pada pekerjaan bukan dengan Tiara."
Daniel kembali ke ruangan dia sekarang memang harus fokus pada pekerjaan nya.
" Aku tidak mau pulang ke rumah, jika aku pulang ke rumah aku pasti akan bertengkar dengan Lucas."
__ADS_1
Daniel memilih untuk tetap tinggal di Apartemen nya.
Handphone Daniel bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Tiara.
* Daniel, seperti aku ingin menginap di rumah Ibu yaa. Malam ini kamu tidur sendirian di Apartemen, jika ada sesuatu yang tidak masuk akal kamu jangan pernah percaya sebelum mendapatkan penjelasan dari aku*
" Kenapa Tiara mengirimkan pesan seperti itu yaa, apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dari aku."
Daniel menyimpan handphone dia tidak membalas pesan dari Tiara.
" Ayolah Daniel kamu fokus pada pekerjaan, jangan dulu memikirkan tentang cinta."
" Kenapa Daniel tidak membalas pesan dari aku yaa, hmmmm yasudah aku langsung pergi saja."
Tiara keluar dari Apartemen nya dia berjalan dan tiba-tiba saja tangan yang menarik nya, membuat Tiara begitu sangat terkejut sekali.
Lelaki tersebut menggunakan masker dan kacamata hitam, membuat Tiara merasa sangat ketakutan sekali.
" Kamu siapa,? apakah kamu mau menyakiti ku."
Tiara menundukkan kepalanya dia merasa sangat takut sekali, ingin rasanya dia berteriak tapi Tiara takut lelaki tersebut menusuk perut nya dengan benda tajam.
__ADS_1
Lelaki tersebut melecehkan Tiara dia menyentuh bagian tubuh Tiara dan membuat Tiara langsung bereaksi.
" Aku ingin tidur bersama dengan mu nanti malam, jika sampai kamu menolak nya akan aku katakan semuanya kepada Daniel."
Tiara pun merasa sangat marah sekali dia lagi menampar lelaki yang ada di hadapannya.
" Aku sudah bukan wanita malam, aku tidak bisa melakukan nya lagi. Sekarang aku hanya fokus pada kekasih ku saja, aku mohon jangan berbuat seperti ini dengan ku."
Lelaki tersebut membuka masker dan kacamata hitam nya.
" Raffi, kamu sangat jahat sekali."
Raffi pun tersenyum manis kepada Tiara.
" Aku tunggu kamu di hotel yang dulu kita main bersama, aku hanya meminta sekali saja setelah itu aku tidak akan menggangu mu lagi."
Raffi pun langsung pergi begitu saja sedangkan Tiara, dia merasa sangat trauma dengan kejadian tadi.
" Sangat tidak sopan sekali dia melecehkan ku, andai saja aku tahu jika dia Raffi aku akan langsung memukul nya karena aku tahu Raffi yang tidak akan berani menyakiti ku."
Tiara merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dia lakukan sekarang.
__ADS_1