
Tiara duduk di atas kasur nya, dia memegang perut nya sambil memikirkan bagaimana dengan suaminya yang pasti sedang menunggu kedatangan nya di Apartemen.
Verra masuk ke dalam kamar Tiara, dia melihat Tiara yang sedang melamun.
" Tiara kamu kenapa,? Kenapa kamu melamun seperti itu. Ini sudah siang, kenapa kamu tidak pulang dari pagi saja."
Verra duduk di samping Tiara.
" Semalam Daniel menghubungi ku, tapi aku yang terlalu lelah tidak mengetahui panggilan telephone tersebut."
Tiara berdiri dari tempat duduk nya.
" Aku pulang dulu yaa, terimakasih selalu membukakan pintu untuk kehadiran ku di sini."
Tiara langsung pergi setelah berpamitan dengan Verra.
" Tiara, kamu tidak bahagia menikah dengan Daniel. Lebih baik kamu akhiri saja pernikahan ini setelah kamu melahirkan, aku merasa tidak tega melihat kamu yang sekarang."
Tiara mengabaikan perkataan Verra, dia terus saja berjalan menuju ke luar.
" Lihatlah sekarang bahkan Daniel yang tidak peduli terhadap Tiara, dia tidak membelikan mobil untuk Tiara. Sehingga Tiara yang harus memakai taksi ke mana-mana, padahal kondisi Tiara yang sedang hamil besar seperti ini."
Verra keluar dari kamar nya dia juga yang harus bekerja.
Tiara merasa sangat lelah sekali, dia merasa cepat sekali capek nya.
Tiara seperti biasa dia menunggu taksi, tapi sangat mengejutkan sekali ternyata Daniel yang menjemput nya.
" Daniel menjemput ku,? Astaga bagaimana ini."
Daniel tersenyum melihat Tiara yang seperti sedang menunggu taksi.
" Kamu lebih memilih untuk bermalam bersama dengan Meneger mu, dari pada menunggu kedatangan suami mu."
Daniel tidak akan marah karena dia harus sabar sampai Tiara melahirkan nanti, Daniel tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungan Tiara dia pun langsung keluar dari mobil nya.
" Ayo cepat masuk ke mobil, kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan. Aku melihat obat-obatan yang di berikan oleh Dokter masih utuh tidak kamu minum, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan calon anak ku."
Tiara menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Daniel, Tiara yang memang bersalah.
Daniel langsung menjalankan mobil nya, dia mencoba untuk tetap sabar kepada istrinya tersebut.
" Daniel, aku mau minta maaf atas perilaku ku. Maafkan aku yang tidak menjawab panggilan telephone dari mu, dan juga maafkan aku yang lebih memilih untuk menginap di Apartemen Mbak Verra. Karena aku merasa sangat takut sekali sendirian,dan aku berpikir kamu yang tidak pulang."
Daniel tersenyum manis kepada Tiara.
__ADS_1
" Tidak apa-apa Tiara, lanjutkan saja apa yang kamu inginkan aku tidak akan pernah melarang."
Mendengar perkataan Daniel yang seperti sudah tidak peduli lagi dengan Tiara.
" Daniel, aku mohon maaf kan aku. Aku berjanji tidak akan pernah seperti ini lagi, aku akan merubah sikap ku ini."
Yang Daniel inginkan Tiara bisa merubah sikap nya pada keluarga nya, Daniel menginginkan Tiara bisa baik kepada Mama nya walaupun Mama nya yang belum bisa menerima kehadiran nya.
" Aku maafkan Tiara, sudah jangan bahas lagi yang seperti itu yaa."
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka berdua sampai di Rumah Sakit.
Daniel memilih Rumah Sakit besar, karena dia merasa hawatir dengan kondisi kehamilan Tiara.
Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan untuk menunggu nomber antrian.
Tiara tidak seperti biasanya dia hanya bisa diam saja karena Tiara menghawatirkan kondisi janji nya.
Tiara berharap semuanya baik-baik saja.
Di saat menunggu antrian, Daniel yang sebelumnya dia sudah mendaftarkan Tiara.
Tiara mendapatkan pesan dari Miranda, tapi karena Daniel yang berada di samping nya Tiara tidak berani membuka pesan tersebut.
Tiara memasukkan kembali handphone tersebut ke dalam tas nya, tapi Daniel melirikan mata nya kepada Tiara.
Daniel mulai menyindir penggemar rahasia nya yang mengirimkan bucket bunga mawar merah untuk nya.
" Aku tidak mempunyai penggemar rahasia lagi, seperti dia yang sudah mengetahui jika aku yang sedang hamil besar dan akan mempunyai anak."
Tiara mengelus perut besar nya, akhirnya nama Tiara pun di panggil mereka berdua masuk ke dalam.
Tiara di pertanyakan tentang keluhan nya, Tiara tidak mengatakan tidak ada keluhan.
Tiara pun mulai melakukan USG kandungan nya, Daniel tersenyum melihat buah hati nya.
" Semuanya baik yaa, dan di perkiraan satu bulan lagi sudah bisa melahirkan secara normal karena posisi kepala yang sudah di bawah."
Tiara merasa sangat bersyukur sekali kandungan nya baik-baik saja.
" Untuk jenis kelamin nya perempuan tapi kita lihat saja nanti yaa, semoga saja ada kejutan."
Dokter menuliskan resep obat untuk Tiara.
" Terimakasih banyak yaa Dokter."
__ADS_1
Daniel dan Tiara pun langsung keluar dari ruangan tersebut, Tiara tidak menyangka jika satu bulan lagi dia akan menjadi seorang ibu.
Daniel melihat ekspresi wajah Tiara yang sangat senang sekali, Tiara tersenyum sambil mengelus perut besar nya.
" Daniel, semoga saja apa yang kamu inginkan di kabulkan yaa. Ketika kamu yang sangat menginginkan anak perempuan, tapi aku juga memohon kepada kamu jika anak ini lelaki dia tetap anak kita berdua."
Tiara tidak mau Daniel berubah sikap jika ternyata anak berjenis kelamin laki-laki.
" Aku tidak akan sampai seperti itu, aku akan tetap mencintai nya walaupun dia lelaki. Anak lelaki yang akan melindungi Ibu nya, Anak lelaki yang akan menjadi penjaga untuk adik-adik nya."
Daniel mengambil obat yang sudah di resepkan oleh Dokter.
" Kamu mau pulang ke mana Tiara,? Apakah kamu akan kembali ke Apartemen Meneger lagi? Aku tidak akan pernah melarang nya, jika kamu tidak betah tinggal bersama dengan suami mu."
Tiara memegang tangan Daniel sambil meneteskan air mata nya.
" Tidak Daniel, jangan bicara seperti itu Daniel. Maafkan aku, aku akan pulang ke Apartemen bersama dengan mu. Aku hanya tidak suka kamu melupakan aku setiap kamu bersama dengan keluarga mu, aku pun ingin di berikan perhatian."
Tiara memegang erat tangan Daniel dan mereka berdua berjalan menuju ke mobil.
" Tiara aku tidak tahu harus bagaimana, di saat kamu yang tidak mau menghampiri Mama ku dan begitu juga dengan Mama. Kalian berdua yang tidak ada yang mau mengalah satu sama lain nya, dan apakah akan selalu seperti ini selamanya."
Daniel ingin Tiara dan Mama nya bisa bersama dan mereka melupakan apa yang sudah terjadi diantara mereka berdua.
" Perkataan Mama mu yang membuat aku sangat sakit hati sekali Daniel, dari mulai aku berpacaran dengan Lucas dan sekarang menikah dengan mu. Mama mu merendahkan harga diri ku Daniel, pandangan Mama mu kepada ku seperti wanita murahan dan itu yang membuat aku sakit hati sampai sekarang."
Tiara kembali menangis di hadapan Daniel.
" Jika perkataan Mama mu tidak seperti itu, aku masih bisa mau datang kepada nya. Tapi sekarang coba saja lihat, ketika mempunyai menantu Beryl Bianca yang sangat kaya raya sekali. Mama mu akan membandingkan aku dengan Bianca, seharusnya kamu sebagai seorang suami membela aku bukan memaksa aku untuk selalu ada di dalam keluarga kamu."
Daniel langsung memberhentikan mobilnya dia terdiam mendengarkan perkataan Tiara.
" Aku dan kamu berpacaran dan menikah di dasari dengan rasa cinta, bukan paksaan yaa Daniel jadi aku mohon bela istri mu ini."
Tiara merasakan keram perut nya, dia kelihatan sangat kesakitan sekali.
Daniel pun seketika dia langsung panik.
" Tiara, kamu baik-baik saja kan."
Tiara mengelus perut nya dan mengatur nafas nya untuk mengurangi rasa sakitnya.
" Cepat jalankan mobil nya, aku ingin cepat sampai di Apartemen aku ingin istirahat."
Tiara menepis tangan Daniel ketika Daniel mau memegang perut nya.
__ADS_1
Daniel pun langsung menjalankan mobil nya, dia merasa sangat bersalah sekali karena membuat Tiara menjadi emosional dan Tiara. langsung merasa kesakitan dengan perut nya.
Daniel pun langsung menyalakan mesin mobil nya, Daniel merasa sangat hawatir sekali dia melihat Tiara yang memejamkan mata nya sambil mengelus-elus perut nya.