
Bianca masih tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat dia merasa sangat tidak masuk akal sekali.
Bianca sampai di depan gerbang rumah nya dengan selamat walaupun di sepanjang perjalanan pikiran tertuju pada Tiara yang turun dari mobil Daniel.
Bianca pun memasukkan mobil nya dan dia turun dari mobil nya, Bianca melihat Ayah nya yang sudah pulang dari kantor.
Bianca duduk di samping Ayah nya dia ingin tahu apa yang terjadi dengan Ayah nya ketika sudah datang ke perusahaan Papa nya Lucas.
" Ayah begitu sangat kecewa sekali dengan Daniel sikap nya yang seakan menjual Lucas untuk membayar hutang-hutang perusahaan Papa nya."
Bianca semakin yakin jika ada permainan di balik semua ini, Daniel yang menginginkan Lucas bisa bersama dengan nya sedangkan Daniel bisa bersama dengan Tiara.
Bianca merasa jika Daniel yang begitu sangat jahat sekali dengan Lucas.
" Aku merasa kasihan dengan Lucas, dia yang baru saja putus cinta dengan Tiara tapi di maafkan oleh Kakak nya sendiri."
Bianca pun memilih untuk pergi ke kamar nya dia merasa sangat emosi dengan Daniel.
" Aku tidak akan pernah membiarkan Daniel bahagia di atas penderitaan Lucas, aku tidak akan diam melihat mereka berdua yang sangat tidak mempunyai hati nurani."
Bianca membuka pintu kamar nya dan dia pun membaringkan tubuhnya sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang.
__ADS_1
" Jika aku memberitahu Lucas, aku tidak mempunyai bukti dan ini sangat sensitif sekali terdengar nya sehingga pasti akan membuat salah paham jika aku tidak mempunyai bukti."
Bianca memegang handphone nya dia berniat untuk menghubungi Lucas, tapi Bianca yang tidak tahu harus mengatakan apa pada Lucas.
" Ahhhhh, ini sangat membuat aku pusing sekali. Aku merasakan apa yang Lucas rasakan sekarang, penghianat ini sangat luar biasa sekali."
Bianca sampai menghelakan nafas panjang nya dia pun memilih untuk keluar menghampiri Ayah nya kembali.
Bianca berlari ketika melihat Ayah nya yang mau masuk ke dalam kamar.
" Ayah tunggu, aku ingin bicara dengan Ayah."
Sebastian pun menutup rapat kembali pintu kamar nya.
Sebastian menghampiri Bianca wajah nya begitu sangat serius sekali dan Laura pun mendengar perkataan Bianca.
Laura yang mengetahui jika Tiara itu adalah wanita bayaran.
" Rahasia apa yang kamu miliki tentang mereka berdua Bianca,? coba ceritakan kepada Ayah."
Bianca memilih untuk diam dia tidak berani mengatakan hal tersebut di depan orang tua nya.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah mengetahui jika Tiara itu adalah wanita malam,? yang tidur dengan banyak lelaki hanya untuk membiayai kehidupan nya?."
Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika Ibu nya mengatakan hal tersebut di hadapan nya.
" Ibu sudah mengetahui nya, ibu sendiri yang mendengar percakapan Tiara dengan Menger nya di salon kecantikan."
Bianca hanya bisa terdiam saja dan Sebastian pun benar-benar merasa sangat terkejut mendengar pekerjaan Tiara yang sebenarnya.
" Ya, Tiara awalnya melakukan itu semua hanya untuk biaya pengobatan Ayah nya di Singapura tapi ternyata dia yang merasa pekerjaan itu menyenangkan membuat nya menjadi terus menjalani pekerjaan tersebut."
Sebastian tidak bisa membayangkan bagaimana jika orang tua sampai mengetahui ini semua.
" Dan kamu memperkejakan Ayah nya sebagai seorang office boy di perusahaan Ayah, apakah ini ada maksud tertentu Bianca?."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Aku memperkejakan Ayah nya Tiara karena aku kasihan dan sangat ikhlas sekali, aku tidak melihat kepada Tiara tapi aku lebih melihat pada keluarga yang sangat sederhana sekali."
Bianca merasa cukup untuk dirinya membicarakan Tiara dan Bianca pun memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar nya.
" Bianca sangat baik sekali, aku tidak pernah menyentuh jika dia mempunyai hati yang sangat lembut."
__ADS_1
Laura membuka pintu kamar nya Sebastian pun masuk ke dalam kamar tersebut.