Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *202*


__ADS_3

Tiara memilih untuk pergi ke rumah orang tua nya saja, dia seperti sangat nyaman jika berada di rumah orang tua nya.


Tiara pergi dengan menggunakan taksi, dia pun menunggu dengan sabar.


Sampai akhirnya taksi pun datang dan Tiara masuk ke dalam taksi tersebut.


" Aku akan membuat kejutan untuk ibu dan Ayah dengan kedatangan ku, mereka berdua pasti akan sangat terkejut sekali dan aku pun bisa berkumpul keluarga."


Tiara berharap orang tua nya yang bisa menerima kehadiran Tiara, Tiara berpikir jika orang tua nya akan senang.


Setibanya di depan rumah, Tiara pun langsung mengetuk pintu rumah dan ibu nya pun langsung membuka pintu tersebut.


Ibu nya menyangka jika yang datang adalah suaminya tapi ternyata Tiara.


Tiara langsung memeluk erat tubuh ibu nya.


" Ibu aku sangat kangen sekali dengan ibu, Tiara mencoba untuk melupakan apa yang sudah yang sudah terjadi sebelum nya."


Ibu nya Tiara hanya tersenyum tipis dia kelihatan tidak seperti biasanya.


Dan Tiara merasa jika Ibunya tidak bahagia melihat kedatangan nya.

__ADS_1


" Kenapa ibu kelihatan sangat datar sekali seperti itu,? apakah ibu tidak suka melihat aku yang datang ke sini?."


Ibu Tiara pun merasa menarik tangan Tiara agar segera duduk.


" Duduklah ibu akan membuatkan mu minuman."


Tiara menunggu Ibu nya, tapi dia seperti tidak lihat Ayah nya.


" Ibu, di mana Ayah Bu. Kenapa Ayah tidak ada di rumah, apakah Ayah sedang pergi ke luar rumah."


Tiara menghampiri Ibu nya, dan tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.


Tiara pun langsung berlari dan membukakan pintu dan ternyata itu adalah Ayah nya.


Tiara langsung terdiam ketika dia melihat Ayah nya pulang dengan seragam office boy.


" Ayah bekerja di mana,? kenapa Ayah memakai pakaian seragam ini."


Tiara merasa sangat sedih melihat Ayah nya yang sampai harus bekerja menjadi seorang petugas kebersihan.


" Apakah kamu merasa malu Tiara,? ayah harus mencari pekerjaan. Karena Ayah tidak mungkin hanya menunggu uang dari mu saja, Ayah jauh masih di berikan kesehatan untuk bisa mencari pendapatan."

__ADS_1


Tiara terdiam sambil meneteskan air mata nya.


" Sekarang kamu sudah mengetahui pekerjaan Ayah seperti ini, lebih baik kamu pergi saja Tiara tidak usah bertemu dengan Ayah dan Ibu. Karena pekerjaan Ayah mu ini sangat memalukan untuk kamu yang seolah bintang, pergilah sekarang juga."


Tiara pun langsung membuka pintu rumah nya dia menangis karena di usir oleh orang tua nya sendiri.


" Baiklah aku akan pergi."


Tiara pun keluar dari rumah nya dia menunggu kedatangan taksi.


Tiara menangis di pinggir jalan dan tiba-tiba saja hujan turun.


Ibu membawa payung untuk Tiara.


" Masuklah kembali ke rumah, Ayah mu baru pulang kerja dia capek dan sedikit emosi."


Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali sampai menangis.


Tapi ibunya yang terus menerus memaksakan nya hingga akhirnya Tiara pun mau masuk ke dalam rumah nya.


Ayah sudah tidak ada dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Tiara dia duduk di sofa dengan ibunya.

__ADS_1


" Kamu tidak pantas untuk melarang Ayah mu untuk bekerja, biarkan dia berkerja karena yang penting halal dan kamu tidak perlu hawatir atau malu. Ayah mu tidak akan pernah mengatakan jika kamu adalah putri nya, Ayah mu tidak akan mempermalukan kamu."


Tiara pun langsung terdiam dia merasa sangat bersalah sekali.


__ADS_2