Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (159)


__ADS_3

Bianca sampai di kantor dia melihat kantor yang masih sepi karena dia yang datang terlalu pagi.


" Belum ada siapapun tapi bangunlah aku bisa berbicara santai dengan Lucas."


Bianca membuka pintu ruangan nya dan dia pun duduk menunggu Lucas dengan memainkan handphone nya.


Tidak lama kemudian Lucas pun datang dia mengetuk pintu dan Bianca tersenyum manis kepada Lucas.


" Masuklah."


Lucas pun masuk dan duduk saling berhadapan dengan Bianca.


" Aku tidak mau basa-basi yaa akan aku katakan yang sebenarnya kepada mu tentang Tiara yang mungkin kamu tidak tahu tapi aku mengetahui nya."


Lucas kelihatan sangat tegang sekali dia pun merasa kebohongan apa yang akan terbongkar.


" Aku tinggal di Apartemen, dan tanpa sepengetahuan Tiara. Apartemen ku ini berdekatan dengan Tiara, dan aku mengetahui orang tua Tiara yang bukan seorang pembisnis pengusaha luar negeri."


Lucas sampai memejamkan mata nya ketika dia mendengar fakta tentang Tiara.


" Lucas maafkan aku yang sampai harus berbicara seperti ini dengan kamu yaa, aku tidak ada maksud memanfaatkan kesempatan di saat kamu putus dengan Tiara dan aku menjelekkan Tiara. Tidak yaa Lucas, aku bicara tentang fakta."


Melihat Lucas yang sudah merasa sangat kesal sekali dengan Tiara, Bianca memilih tidak mengatakan hal yang lain nya.


Karena Bianca merasa sangat kasihan sekali melihat Lucas.


" Aku hanya bisa bilang kamu sangat beruntung sekali berpisah dengan Tiara, walaupun mungkin yang kamu lihat Tiara adalah wanita yang sangat sempurna tapi ternyata dia banyak bermain drama bersama dengan mu."


Lucas menundukkan kepalanya dan Bianca pun hanya bisa pasrah dia sudah tidak mau bicara lagi tentang Tiara di hadapan Lucas.

__ADS_1


" Terimakasih banyak Bianca, kamu sudah mau memberitahu aku. Kenapa Tiara harus berbohong kepada ku tentang keluarga nya yang sampai mengatakan jika orang tua itu bekerja di luar negeri ini sangat membuat aku kecewa ketika aku yang ingin serius dengan nya."


Bianca mengeluarkan cincin berlian yang dia temukan di tempat sampah yang di buang oleh Lucas.


" Aku mengambil cincin berlian ini di tempat sampai, cincin ini terlalu indah untuk di buang."


Bianca mengembalikan cincin berlian tersebut kepada Lucas.


" Kamu menyimpan nya, aku sebenarnya mencari nya tapi aku sudah tidak menginginkan cincin berlian itu."


Lucas mengabaikan cincin berlian itu dan Bianca mengambil nya kembali.


" Boleh kah aku yang memakai cincin berlian ini,? karena sangat cantik sekali."


Lucas melihat Bianca yang lebih menghargai cincin berlian tersebut.


" Kamu ingin memakai nya,? berikan kembali kepada ku biarkan aku yang memasukkan cincin tersebut di jari manis mu."


" Terimakasih banyak Lucas, aku sangat senang sekali."


Lucas pun hanya bisa tersenyum manis kepada Bianca.


Dan tiba-tiba saja bell memulai pekerjaan pun berbunyi.


" Aku kembali ke ruangan ku yaa Bianca."


Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Melihat Lucas yang sudah masuk ke ruangan nya, Bianca memandangi cincin berlian tersebut dia begitu sangat senang sekali sampai Lucas yang memakai nya.

__ADS_1


" Tiara kamu adalah wanita bodoh, kamu meninggalkan lelaki yang sangat mencintai mu dengan sungguh-sungguh sampai mempunyai niat serius tapi kamu lebih memilih untuk berselingkuh dengan Kakak nya sendiri."


Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Kamu sangat jahat sekali Tiara."


Bianca pun fokus kembali dengan pekerjaan nya.


Di saat Bianca yang sudah memberitahu Lucas tentang keluarga Tiara yang sesungguhnya.


Tiara dia ingin mencari tahu jika Ayah nya itu bekerja di mana, Tiara memilih untuk tidak menanyakan langsung kepada Ayah nya dia mencoba untuk mengikuti mobil taksi yang di tumpangi oleh Ayah Nya.


" Aku merasa sangat penasaran sekali, ketika Ayah yang tidak mau di antarkan untuk bekerja dengan ku. Memang nya dia bekerja di mana yaa, kenapa harus merahasiakan nya."


Mobil taksi tersebut berhenti di perusahaan besar milik Sebastian.


" Ayah bekerja di perusahaan Sebastian Gunawan, Ayah bekerja sebagai di sini."


Tiara melihat Ayah nya yang membuka jaket nya dan segaram pekerjaan nya pun terlihat dari seragam nya.


" Astaga, Ayah menjadi OB di perusahaan Sebastian. Bagaimana jika Bianca mengetahui nya, dia pasti akan mempermalukan aku di media sosial."


Tiara sampai ingat menangis dia pun kembali masuk ke dalam mobil nya, Tiara tidak mau Ayah nya harus bekerja sebagai OB di perusahaan Sebastian Gunawan.


" Aku harus bagaimana yaa, Ayah harus keluar dari perusahaan tersebut tapi aku tidak tahu bagaimana cara bicara dengan Ayah."


Tiara meninggalkan kantor tersebut dia perjalanan Tiara merasa malu dia sambil menangis merasa tidak terima dengan kenyataan ini.


" Tapi perusahaan itu kan sangat besar sekali, Ayah tidak mungkin masuk ke sana dengan sangat mudah nya."

__ADS_1


Tiara mulai merasa mencurigai ada yang membantu Ayah bekerja di perusahaan tersebut.


__ADS_2