
Di saat Daniel yang sudah bertemu dengan Tiara, sekarang Bianca yang bisa berdekatan dengan Lucas walaupun hanya untuk sebuah pekerjaan saja.
Lucas masuk ke ruangan Bianca dia memberi berkas-berkas yang sudah dia kerjakan.
" Ini berkas-berkas yang sudah saya kerjakan Bu Bianca."
Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika Lucas memanggil nya dengan sebutan ibu, Lucas sengaja harus membiasakan diri nya memanggil Bianca dengan sebutan Ibu.
" Hmmmm baiklah Lucas terimakasih yaa, mohon maaf kamu jadi telat masuk untuk makan siang karena harus membantu saya. Sekarang kamu boleh keluar untuk makan siang, karena tugas nya sudah selesai."
Lucas merasa malas untuk pergi ke luar dia memilih untuk makan siang di kantin kantor saja.
" Saya makan siang di kantin kantor saja, permisi Bu Bianca."
Bianca merasa sangat canggung sekali antara sikap nya dengan Lucas.
" Kenapa jadi seperti ini yaa, aku seperti tidak kenal dekat dengan Lucas. Apakah ini karena di kantor saja ya, Lucas menjadi seperti ini kepada ku."
Bianca pun memilih untuk fokus pada pekerjaan Lucas, sedangkan Lucas yang berada di kantin dia begitu sangat merindukan Tiara.
" Jika aku menghubungi Tiara bisa nggak yaa, dia sibuk apa tidak."
Lucas pun mencoba untuk menghubungi Tiara di saat Tiara yang mau memulai untuk bisa mengirimkan pesan kepada Daniel.
" Lucas, kenapa sih harus telephone. Di saat aku baru saja mau mengirimkan pesan ke Daniel, hmmm menyebalkan sekali sih."
Tiara dengan sangat terpaksa dia pun menjawab panggilan telephone dari Lucas.
* Ya, Lucas ada apa yaa*
* Tiara aku sangat merindukanmu, kamu sekarang sedang berada di mana*
* Aku di mobil baru sampai Apartemen Meneger aku, memang kenapa yaa Lucas*
__ADS_1
* Aku ingin sekali bertemu dengan orang tua mu Tiara, aku merasa hubungan kita berdua ini harus serius*
Tiara pun seketika dia langsung ketakutan mendengar nya, tidak mungkin Tiara mengenalkan orang tua nya kepada Lucas di saat dia yang belum mempunyai rumah mewah.
Tiara tidak mau Lucas mengetahui jika dirinya terlahir dari keluarga sederhana.
* Hmmmm Lucas, orang tua ku sekarang masih berada di Singapura. Mereka berdua sangat sibuk sekali, jadi lebih baik sekarang kita berdua fokus pada pekerjaan kita masing-masing saja yaa. Jangan dulu memikat ke hubungi serius, karena kita juga kan belum satu bulan berkerja*
* Tiara aku merasa ingin kita berdua tunangan saja dulu, agar kita bisa bisa teringat dengan cincin pertunangan*
* Tidak Lucas, aku belum siap untuk bertunangan. Aku mohon Lucas, jangan lakukan ini semua*
* Aku sebenarnya merasa sangat kecewa sekali dengan perkataan mu Tiara, tapi bagaimana pun juga aku harus mengikuti apa yang kamu inginkan*
* Terimakasih banyak Lucas, sekarang aku mau bersiap-siap dulu yaa*
Tiara mengakhiri panggilan telephone nya dia kelihatan sangat gugup dan bergetar.
" Apa yang harus aku lakukan ini jika Lucas meminta aku untuk bertunangan dengan nya, jika aku bertunangan dengan Lucas dan orang tua nya mengetahui jika aku terlahir dari keluarga sederhana Tante Venna akan tertawa setelah mengetahui semuanya."
" Mbak Verra harus mengetahui nya, dan dia juga harus membantu ku."
Tiara berjalan cepat dan akhirat dia pun sampai, Tiara membuka pintu depan password.
Verra memperhatikan Tiara yang seperti sudah di kejar-kejar oleh sesuatu.
" Tiara kamu baik-baik saja kan,? kamu di kejar-kejar oleh wartawan yaa."
Verra memberikan minuman untuk Tiara, agar dia jauh lebih tenang.
Tiara sampai menghabiskan minuman tersebut dan berulang dia bisa berbicara.
" Lucas ingin tunangan dengan ku, dia ingin bertemu dengan keluarga ku aku harus bagaimana."
__ADS_1
Tiara langsung menangis histeris di hadapan Meneger nya.
" Lucas ingin serius dengan mu,? yasudah terima saja jika dia ingin bertunangan dengan mu. Itu tandanya Lucas serius dengan mu, dan kamu seperti nya di tanggung jawab oleh Lucas jadi kamu tidak perlu bekerja seperti ini lagi."
Verra begitu sangat mendukung jika Tiara segera bertunangan dengan Lucas.
" Tiara, jika kamu bertunangan dengan Lucas kamu juga tidak perlu menghawatirkan Bianca yang akan mengambil Lucas dari pelukan mu."
Tiara menggelengkan kepalanya sambil menagis.
" Lalu bagaimana dengan kondisi keluarga ku yang sederhana, aku yang selalu bilang kepada Lucas jika orang tua ku yang selalu pergi ke luar negeri. Aku yang selalu berbohong kepada Lucas, ini sangat membuat ku pusing sekali jadi nya."
Verra tidak bisa membayangkan jika Mama nya Lucas yang mengetahui jika Tiara yang terlahir dari keluarga sederhana.
Tiara pun langsung masuk ke dalam kamar nya dia juga memikirkan besok ada kepulangan orang tua nya.
" Lebih baik sekarang aku fokus pada pekerjaan ku, sudah tidak bisa lagi aku harus memikirkan hal tersebut itu begitu sangat berat sekali."
Tiara yang terus saja memegang handphone nya sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur yang nyaman, Tiara pun memejamkan mata nya.
Tiara ingin beristirahat sebentar saja karena nanti malam dia pasti sangat capek sekali, ketika sudah merasa sangat mengantuk sekali.
Tiara pun tiba-tiba saja membuka mata nya, dia teringat dengan Daniel yang menyimpan nomber handphone.
" Seperti nya kontrak harus di gantikan deh, dengan nama Della. Agar Lucas tidak mencurigai ini semua, langsung aja deh aku kirimkan pesan karena kalau di telephone aku tidak bisa merasa sangat gugup sekali."
Tiara pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Daniel.
* Selamat sore Daniel, ini aku Tiara Lestari hmmm simpan yaa nomber handphone ku*
Daniel tersenyum manis ketika Tiara yang sampai mengirimkan pesan kepada dirinya.
" Seperti nya nama Kontak nya harus aku ganti saja supaya tidak membuat salah paham terhadap Lucas, aku ganti dengan nama Tonny saja."
__ADS_1
Daniel menyimpan nomber handphone Tiara dengan nama Tonny sedangkan Tiara menyimpan nama Kontak Daniel dengan nama Della.
Daniel memilih untuk tidak membalas pesan dari Tiara, dia yang lebih memilih untuk fokus pada pekerjaan nya.