Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *195*


__ADS_3

Bianca memilih untuk pergi ke rumah orang tua nya, dia merasa bosan tinggal sendiri di Apartemen.


Bianca pun sampai di rumah dia melihat orang tua nya yang sedang mengobrol.


Melihat kedatangan Bianca, Sebastian pun langsung menyuruh Bianca untuk gabung bersama dengan orang tua nya.


" Bianca kamu kelihatan sangat capek sekali, sudah lebih baik kamu tinggal di rumah saja."


Bianca menggelengkan kepalanya.


" Tidak Bu, aku ingin mandiri lebih menyenangkan."


Sebastian tersenyum mendengar perkataan Bianca.


" Ayah aku memperkejakan Bapak nya Tiara di perusahaan ku, aku merasa sangat kasihan sekali dia juga butuh pendapatan jika hanya mengandalkan uang dari Tiara."


Sebastian merasa sangat senang sekali ketika melihat Bianca yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.


" Iya Nak, Ayah akan selalu mendukung apapun berbuat baik mu kepada orang lain."


Bianca merasa sangat senang sekali ketika dia mendapatkan dukungan dari orang tua nya.


" Lalu bagaimana dengan Tiara, apakah dia sudah mengetahui kebaikan mu Bianca terhadap orang tua nya. Sedangkan dia dulu yaa merendahkan mu, harus dia merasa sangat malu."


Laura merasa sangat dendam sekali kepada Tiara.


" Aku tidak memperdulikan Tiara, aku lebih fokus pada orang tua nya saja."

__ADS_1


Bianca merasa sangat capek sekali dan dia pun ikut beristirahat di kamar nya.


" Ayah dan ibu aku mau istirahat yaa, aku sangat capek sekali."


Ketika Bianca hendak beristirahat, Sebastian memegang tangan Bianca.


" Ayah ingin berbicara serius dengan mu Bianca, sebenarnya saja yaa."


Bianca pun duduk kembali di kursi.


" Ayah sudah memperpanjang waktu untuk perusahaan Benny Irawan, dan sepatu nya mereka memang tidak akan pernah mampu untuk bisa melunasi hutang-hutangnya. Ayah ingin kamu dan Lucas, menggantikan posisi Benny dan Daniel."


Bianca merasa sangat terkejut sekali ketika Ayah sampai mempercayai pekerjaan terberat kepada dirinya dan Lucas.


" Apakah Ayah serius,? aku dan Lucas hanya sampai SMA. Sedangkan Om Benny dan Daniel mereka berdua lulusan luar negeri loh Ayah, jika mereka berdua saja tidak mampu mengambilkan kondisi perusahaan nya apalagi aku dan Lucas."


" Tidak Ayah, aku tidak mau Ayah "


Bianca langsung menolak rencana Ayah nya tersebut.


" Apa artinya sebuah gelar jika kamu dan Lucas sudah mempunyai kemampuan yang sangat bagus sekali, kamu dan Lucas memang di pasangkan untuk bersama dalam hal bisnis pun."


Bianca terdiam dia yang seperti masih percaya dengan perkataan Ayah.


" Bagaimana jika Minggu depan kamu dan Lucas bekerja di perusahaan itu untuk membuat perusahaan itu kembali pulih."


Bianca melirikan mata nya kepada Ibu nya.

__ADS_1


" Kalian berdua pasti bisa, Ibu selalu mendukung pekerjaan kalian berdua."


Bianca pun sampai menundukan kepalanya dia merasa sangat lemas sekali.


" Baiklah Ayah dan Ibu, aku akan mencoba nya."


Bianca pun langsung pergi dia merasa beban kehidupan yang semakin berat.


" Aku sangat yakin sekali jika mereka berdua pasti bisa, Ayah akan ada di belakang mereka untuk memberikan dukungan. Karena Ayah melihat kinerja Daniel yang menurun, dia sering keluar kantor di jam bekerja."


Laura pun langsung teringat pada Tiara.


" Seperti nya Daniel yang terlalu cinta dengan Tiara, sehingga dia tidak fokus untuk bekerja karena di pikiran hanya ada Tiara Lestari. Astaga aku benci sekali dia, aku benar-benar benci."


Laura pun memilih untuk pergi ke dapur untuk mempersiapkan makanan.


Bianca membuka pintu kamar nya dia langsung menutup rapat, Bianca yang merasa jika dirinya di berikan kepercayaan oleh orang tua nya.


" Ayah bilang Lucas itu memang tercipta untuk aku dalam hal pekerjaan, dan ini akan membuat kita berdua semakin dekat."


Bianca membaringkan tubuhnya.


" Aku sebenarnya tidak kuat dekat dengan Lucas, aku tidak munafik jika Lucas itu memang sangat mempesona sekali tapi aku ingat dulu betapa cintanya Lucas dengan Tiara."


Bianca memejamkan mata nya sambil memeluk guling.


Besok dia harus membicarakan rencana Ayah kepada Lucas.

__ADS_1


__ADS_2