
Jam kerja sudah berakhir saat nya Bianca untuk bersiap-siap pergi ke rumah Lucas.
Lucas menunggu Bianca di depan pintu ruangan nya, tapi Bianca yang tidak juga keluar dari ruangan nya.
Lucas pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan dan ternyata Bianca yang sedang make up di meja kerja nya.
Lucas tersenyum melihat Bianca yang sangat cantik sekali.
" Kamu cantik sekali Bianca dan aku suka melihat nya."
Lucas semakin mendekati Bianca.
" Sudahlah jangan terlalu cantik, ayo kita segera pergi."
Lucas menarik tangan Bianca untuk langsung segera pergi menuju ke rumah nya.
" Lucas jangan seperti ini ihhh, bagaimana jika lipstik ku berantakan."
Bianca melepaskan genggaman tangan Lucas dan dia langsung mengambil cermin yang ada di tas nya.
Bianca meyakinkan jika makeup yang ada di wajah itu sempurna.
" Kita pakai mobil kamu saja yaa, untuk mobil ku nanti ada supir pribadi aku yang membawa mobil ku."
Lucas menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung membuka pintu mobil nya.
Bianca dan Lucas masuk ke dalam mobil nya.
" Lucas aku ingin memberikan sesuatu kepada Mama kamu yaa, kita turun untuk membeli bucket bunga untuk Mama yaa."
Lucas menganggukkan kepalanya.
" Kenapa kamu tidak berbicara sih, kamu merasa malas untuk bicara dengan ku hah ?."
__ADS_1
Lucas langsung memberhentikan mobilnya.
" Itu toko bunga yang sering di beli oleh Mama, lebih baik kamu beli di situ saja karena pegawai yang ada di sana sudah tahu kesukaan Mama yang seperti apa."
Lucas dan Bianca keluar dari mobil nya dia menuju ke toko bunga tersebut.
" Mbak saya yang ingin bucket bunga yang terbaik yaa untuk Mama saya."
Ada salah satu pegawai yang mengenal Lucas dan dia pun langsung menghampiri Lucas.
" Lucas, kamu ingin memberikan bucket bunga untuk Mama mu yaa sini biarkan saya yang memilih bunga-bunga nya."
Bianca hanya duduk terdiam saja dia sekali merasa gugup ketika akan bertemu dengan orang tua Bianca.
Bianca mengingat tadi di ruangan Ayah nya dia melihat Papa nya Lucas.
" Seperti nya Papa nya Lucas lebih memilih Tiara dari pada aku, sedangkan Mama nya dia lebih memilih aku dari pada Tiara."
Bianca sudah membayangkan apa yang akan terjadi di dalam rumah itu.
Lucas menghampiri Bianca dia membawa bucket bunga yang sangat mewah untuk Mama nya.
" Aku tidak berangkat sekarang yaa."
Bianca dan Lucas masuk ke dalam mobil, Lucas memberikan bucket bunga itu kepada Bianca.
Lucas melihat Bianca yang tiba-tiba saja terdiam tidak seperti biasanya.
" Bianca kamu kenapa?, kamu sakit."
Bianca menghelakan nafas panjang nya.
" Aku baik-baik saja tapi aku tidak tiba-tiba saja merasa gugup untuk bertemu dengan keluarga kamu terutama Daniel dan Papa kamu"
__ADS_1
Lucas menjalankan mesin mobil nya.
" Kita sikap mereka berdua membuat kamu sakit hati lebih baik kita bongkar saja apa yang sebenarnya terjadi di depan Mama."
Bianca pun sedikit merasa tenang karena Lucas yang pasti akan berpihak kepada nya.
" Terimakasih banyak yaa Lucas kamu yang selalu melindungi ku yaa."
Bianca sudah bisa tersenyum kembali.
" Aku akan selalu melindungi di saat Papa ku juga yang melindungi Daniel dalam penghianat nya."
Lucas kelihatan sangat marah kepada Papa dan mereka berdua pun akhirnya sampai di depan rumah.
Lucas membukakan pintu mobil nya dia melihat mobil Papa nya yang sudah datang.
" Baguslah jika mereka berdua sudah datang."
Lucas berjalan cepat bersama dengan Bianca dan mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Venna yang tidak memberitahu kedatangan Bianca sebelumnya kepada suaminya dan juga Daniel.
Bianca memberikan bucket bunga tersebut kepada Mama Venna.
" Terimakasih banyak Bianca, kamu adalah calon menantu idaman."
Daniel merasa sangat benci sekali ketika mendengar Mama nya yang memuji Bianca.
" Duduklah sayang, Mama sudah menyiapkan makanan yang spesial untuk kedatangan mu."
Bianca melirikan mata nya kepada Daniel.
Daniel lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dari pada melihat wajah Bianca.
__ADS_1
Di saat mereka mulai untuk menikmati makan malam nya, tiba-tiba saja seperti terdengar suara pintu yang terbuka dengan suara sepatu yang semakin mendekat suara nya.
Tidak ada suara bell serta ketukan pintu yang ada suara pintu yang terbuka saja.