Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (136)


__ADS_3

Lucas yang baru saja selesai mandi dia pun melihat ada panggilan telephone yang tidak terjawab dari Laura.


" Lebih baik aku abaikan saja deh, karena sebenarnya aku yang merasa tidak nyaman bekerja dengan Bu Laura. Aku merasa lebih nyaman bersama dengan Bianca, mungkin karena kita berdua yang seumuran."


Lucas pun langsung keluar dari kamar hotel tersebut dia ingin pulang ke rumah nya, ketika Lucas yang mau masuk ke dalam mobil nya.


Di tempat yang lain Laura sampai di depan kantor perusahaan suaminya, dia langsung berjalan cepat menuju ke ruangan suaminya.


Laura yang berjalan sambil menangis dia langsung membuka pintu dan berlari menuju ke suaminya.


Kedatangan Laura membuat Bianca terkejut, apalagi ibu nya yang menangis sambil memeluk Ayah nya.


" Laura kamu kenapa sampai harus menangis seperti ini Laura, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mu."


Sebastian melepas pelukannya dan Laura pun mulai bercerita pelan-pelan di hadapan suaminya.


" Aku sedang di dalam toilet tiba-tiba saja aku mendengar obrolan para pegawai yang sedang membicarakan tentang aku, para pegawai tersebut berkata jika aku ini adalah Tante-tante pecinta berondong dan Lucas itu adalah brondong simpanan ku."


Bianca memilih untuk langsung pergi ketika dirinya mendengar cerita ibu nya.


Karena apa yang di takutkan oleh Bianca ternyata sampai terjadi juga dan Bianca pun tidak mau banyak bicara dia memilih untuk pergi dan kembali ke kantor nya.


Melihat Bianca yang pergi begitu saja membuat Sebastian hanya bisa terdiam dan membiarkan Bianca untuk pergi begitu saja.

__ADS_1


" Lalu sekarang bagaimana,? kamu masih ingin berada di perusahaan itu?. Sejak awal perusahaan itu untuk Bianca, dan di pertemukan dengan Lucas kamu kenapa hanya jadi penghalang mereka berdua."


Laura membuka masker wajah nya, dia juga membuka kacamata hitam nya.


" Aku hanya ingin membantu perusahaan itu agar cepat sukses, apakah aku salah?."


Sebastian tersenyum tipis ketika melihat istrinya yang mulai emosional.


" Kamu salah, untuk apa kamu membantu biarkan Bianca yang melakukan nya itu menjadi tanggung jawab Bianca. Dan apakah kamu tidak sadar diri, ketika kamu datang ke perusahaan itu kamu ambil alih pekerjaan Bianca kamu fokus bersama dengan Lucas saja pantas saja para pegawai sampai berpikir seperti itu dan semoga saja tidak sampai masuk ke pemberitaan yaa."


Laura mulai merasa sangat panik sekali.


" Tidak, jangan sampai pemberitaan ini sampai harus jadi gosip ini sangat memalukan sekali aku tidak mau."


Di saat Bianca yang sudah mengetahui jika Ibu sudah tidak mau kembali ke perusahaan, ada perasaan bahagia di hati Bianca.


Jika dirinya yang bisa bertemu dengan Lucas.


" Bianca, kamu harus bisa menghapus perasaan cinta mu terhadap Lucas. Kamu harus bisa tahu diri jika Lucas yang hanya cinta Tiada Lestari walaupun aku mengetahui rahasia nya tapi aku tidak akan memanfaatkan kesempatan ini agar bisa mendapatkan Lucas."


Bianca menyakiti mesin mobil nya dan dia pun mulai melakukan perjalanan menuju ke kantor, di perjalanan Bianca mulai menyiapkan sikap nya ketika dia bertemu dengan Lucas.


" Cincin berlian yang di buang oleh Lucas cantik sekali, dan seperti Tiara menolak karena mungkin dia ingin cincin berlian yang mahal. Astaga dia benar-benar membuat ku emosional sekali yaa, dia bilang orang tua nya bekerja di luar negeri tapi kenyataannya sekarang orang tua sedang berkerja di perusahaan Ayah ku."

__ADS_1


Bianca sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika banyak sekali orang-orang yang memaksakan suatu keadaan hanya untuk ingin terlihat wah di hadapan orang lain.


" Haruskah aku berkata Ekonomi sulit tapi gaya elit, Astaga aku merasa sangat malu sekali jika sampai semuanya terbongkar."


Bianca pun akhirnya sampai di kantor nya, kedatangan Bianca kembali ke kantor langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari pegawai nya.


" Astaga apa yang sebenarnya terjadi yaa, kenapa mereka sampai melakukan hal seperti ini dengan ku yaa."


Bianca hanya bisa tersenyum manis saja dia langsung berjalan menuju ke kantor nya, tapi Bianca melirikan mata nya ke ruangan Lucas..


Ruangan Lucas yang seperti kosong membuat Bianca penasaran dan dia pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


" Lucas tidak ada di ruangan nya, apakah dia tidak masuk kerja yaa."


Bianca langsung berlari menuju ke ruangan nya, dia begitu sangat kaget melihat pekerjaan yang menumpuk di meja kerjanya.


" Apa-apaan ini sangat membuat aku emosional sekali melihat nya, ini adalah berkas-berkas untuk pembuatan sepatu olahraga terbaru rancangan Lucas."


Bianca merasa tidak sanggup untuk mengerjakan pekerjaan itu sendirian.


" Aku harus menyuruh Lucas masuk ke kantor, jika dia tidak mau maka aku akan memecat nya aku sangat empuk sekali melihat meja kerja ku yang sampai seperti ini."


Bianca samping memegang kepalanya dia pun mengambil handphone nya untuk menghubungi Lucas.

__ADS_1


Bianca berharap besar Lucas yang mau datang ke kantor nya sekarang juga."


__ADS_2