
Karena saling bertatapan membuat Tiara dengan terpaksa menyapa Venna.
"Selamat siang Tante Venna Belinda."
Suara Tiara terdengar sedikit bergetar.
"Apakah kamu masih berpacaran dengan Lucas,?"
Tiara dengan berani dia menganggukkan kepalanya.
"Sekarang perusahaan kami sedang mengalami musibah dan mungkin Lucas tidak bisa seperti dulu lagi, uang dia terbatas. Mungkin dia tidak bisa lagi membahagiakan kamu dengan uang nya seperti dulu, dan Lucas lebih memilih untuk berkerja dari pada dia harus kuliah."
Tiara seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Venna, keluarga Lucas menjadi miskin.
"Kemarin saya bertemu dengan Lucas di Restoran kita berdua makan, dan saya yang membayar nya. Tapi tidak lama kemudian Lucas mentransfer uang sebesar 3juta rupiah."
Tiara dengan sombongnya di depan Venna dia membukakan dompet nya yang penuh dengan uang.
Tiara memberikan uang 3 juta kepada Venna.
"Silahkan ambil uang ini, maafkan saya harus buru-buru karena saya harus segera melakukan pemotretan."
Tiara pun langsung pergi meninggalkan Venna, Venna yang awalnya dia ingin mempermalukan Tiara. Menjadi terbalik dia yang di permalukan oleh Tiara, Venna memegang uang tersebut dia merasa sangat kesal sekali melihatnya.
"Dulu untuk uang segini aku bisa buat hanya untuk pergi ke Restoran mewah, tapi untuk sekarang uang segini aku bisa untuk makan sehari-hari."
__ADS_1
Venna pun memilih untuk pergi dari Restoran tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah orang nya.
Venna berjalan menuju ke mobil nya dia begitu sangat lemas sekali, Venna merasa tidak berdaya.
"Semangat Venna kamu pasti bisa melewati semuanya ini."
Venna fokus mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang rendah, di perjalanan dia pun langsung mengingat tentang keluarga nya yang dia tinggalkan di rumah.
"Maafkan Mama yang egois ini, tapi Mama benar-benar tidak bisa hidup seperti itu. Biarkan sejenak Mama tenang di sini, Mama pasti akan kembali ke rumah."
Venna yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan bahkan rumah orang tua Venna jauh lebih besar dari rumah Venna yang sekarang.
Papa nya yang mempunyai dua perusahaan, salah satu nya di berikan kepada Benny Irawan menantunya tapi ternyata Benny Irawan gagal sedangkan Mertuanya masih sukses perusahaan nya.
Turun dari mobil membuat Venna seketika merasa sangat malu sekali untuk bisa bertemu dengan orang tua nya.
Venna menekan tombol bell dan tidak lama kemudian di buka kan, Venna pun langsung berjalan menuju ke ruangan keluarga dan ternyata ibu dan Ayah nya sedang berada di sana.
Venna langsung memeluk erat ibu nya dia pun menangis di pelukan ibu nya.
Ke dua orang tua Venna mengetahui apa maksud dari kedatangan Venna ke rumah nya.
Mereka sudah melihat pemberitaan di media sosial dan televisi.
"Sekarang bagaimana dengan Lucas, dia sekarang sedang ujian akhir sekolah. Biarkan dia tinggal di sini supaya bisa kuliah, kasihan sekali dia pasti kepikiran dengan masalah perusahaan ini."
__ADS_1
Venna pun melepaskan pelukan erat nya kepada ibu nya.
"Lucas dia tidak mau melanjutkan untuk kuliah, setelah lulus sekolah Lucas ingin berkerja dia mungkin ingin mencari pengalaman terlebih dahulu."
Venna pun duduk di samping ibu nya.
"Di saat suami mu seperti ini, kenapa kamu meninggalkan nya. Jika Daniel dan Lucas kamu bawa ke sini kami tidak masalah tapi jika kamu ingin tinggal di sini kami tidak mau, jahat sekali kamu kepada suami mu."
Ayah Venna marah ketika Venna yang datang dengan membawa koper untuk tinggal di rumah orang tua nyam
"Tapi aku tidak bisa Ayah, aku tidak bisa hidup miskin. Aku tidak mau, aku yang sejak lahir sudah mendapatkan kehidupan yang berkecukupan."
Ayah Venna sambil menggelengkan kepalanya.
"Venna kamu sudah menjadi seorang ibu, kamu tidak pantas mengatakan hal tersebut. Sekarang kamu ingin tinggal di karena tidak mau merasakan kekurangan, sedangkan kedua anak-anak mu mereka di sana kebingungan memikirkan nasibnya akan seperti apa."
Ayah Venna meminta Venna untuk kembali ke rumah nya apapun yang terjadi dia harus berada di samping suaminya.
"Ijinkan satu hari saja aku menenangkan pikiran ku di sini setelah itu aku akan segera pulang lagi ke rumah.
Ayah Venna pun memilih untuk pergi ketika Venna mengatakan hal tersebut.
Ibu Venna hanya bisa terdiam saja ketika suaminya mengatakan apapun kepada Venna.
"Pergilah ke kamar mu, dan beristirahat lah tenang kan dulu pikiran mu di sini."
__ADS_1
Venna pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu nya dia berjalan menuju ke kamar nya.