
Laura menemani Bianca sampai jam pulang, dan Bianca melihat Lucas yang sudah tidak ada di ruangan nya.
" Ayo Bu, kita pulang sekarang keadaan sudah aman. Lucas sudah tidak ada di ruangan nya, kita bisa pulang dengan tenang sekarang."
Laura mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca, walaupun sebenarnya dia merasa sangat capek sekali jika menjadi Bianca yang harus selalu seperti ini demi Lucas bertahan di perusahaan nya.
Bianca dan Laura keluar dari ruangan nya, mereka berdua berjalan menuju ke tempat parkir yang sudah kosong.
" Pak, pulang langsung ke rumah saja yaa. Aku pulang dengan Ibu, aku mau pergi ke suatu tempat dulu yaa."
Supir tersebut menganggukkan kepalanya dia pun merasa pergi.
" Bu, aku merasa sangat lapar sekali kita makan dulu yaa sebelum pulang."
Laura dan Bianca ingin makan terlebih dahulu sebelum pulang mereka mencari-cari makanan yang enak.
" Makan apa kita Bianca, ibu ikut kamu saja."
Bianca juga tidak tahu dia hanya memandangi banyak nya tempat makan di sepanjang perjalanan.
" Di sini saja Bu, seperti enak deh."
Laura memberhentikan mobilnya dan mereka berdua pun turun, Bianca seperti biasanya dia yang tampak tidak memakai masker.
__ADS_1
Mereka berdua pun mulai memesan makanan tapi Bianca yang tiba-tiba saja ingin pergi ke toilet.
" Bu, aku pergi ke toilet dulu yaa. Pesanan ku samakan saja dengan Ibu, pokoknya apapun yang ibu suka aku pasti suka."
Bianca langsung berlari menuju ke toilet, Laura pun memesan makanan dan minuman.
Ketika Laura sedang membaca-baca, ternyata di belakang kursi mereka ada Tiara yang sedang bertemu dengan Lucas.
" Lucas mana yaa, kok belum juga datang. Aku nggak punya waktu banyak, malam ini aku harus bersama dengan 2 lelaki."
Laura tidak menyadari kehadiran Tiara, dan Tiara pun langsung memesan makanan dan minuman supaya mereka berdua bisa langsung makan.
Selesai Bianca dari toilet dan Lucas datang seketika Bianca pun langsung terkejut dan duduk di kursi nya.
" Bu, ada Lucas di belakang kita tapi bersama dengan Tiara, menyebalkan sekali."
" Bersikaplah seperti biasanya, tidak perlu memperlihatkan jika kamu yang begitu sangat menginginkan nya. Karena Lucas tidak mungkin merespon kamu, dia yang sudah mempunyai kekasih."
Laura ingin sekali membuat Bianca tidak lagi menyukai Lucas, karena hanya membuat dirinya tersakiti saja.
Lucas memberitahu Tiara jika ada Bianca di tempat yang sama dan Tiara pun langsung memperhatikan Bianca.
Tiara mengakui kecantikan Bianca, dengan hidung yang mancung dan kulit yang putih. Bianca yang sedang tersenyum manis kepada Ibunya.
__ADS_1
" Aku mengakui jika Bianca itu sangat cantik sekali, dia juga seorang perempuan yang terlahir kaya raya tapi aku tidak akan pernah membiarkan Bianca merebut mu dari aku."
Lucas tersenyum dia merasa sangat di cintai oleh Tiara.
" Aku juga tidak akan pernah berpaling dari mu Tiara, sedikit pun aku tidak mempunyai perasaan terhadap Bianca."
Tiara merasa sangat aman sekali ketika Lucas mengatakan perkataan itu kepada nya.
" Aku ingin menikah dengan mu Lucas, walaupun aku tidak tahu kapan waktunya. Aku ingin cinta kita berdua ini serius, sudah bukan main-main lagi."
Bianca melihat Tiara yang memegang erat tangan Lucas, seperti sengaja agar membuat dirinya cemburu melihat nya.
" Bu, aku merasa sangat mual sekali melihat mereka berdua. Bisakah kita bertukar tempat duduk, biarkan ibu yang melihat mereka berdua."
Bianca bertukar tempat dengan ibu nya sambil menutup mulutnya dan Lucas memperhatikan Bianca.
" Bianca haruskah kamu melakukan itu semua,? kamu benar-benar merasa mual melihat mereka berdua yang mencoba untuk bersikap romantis di depan kamu."
Bianca menggangukan kepalanya sambil tertawa keras sampai Tiara dan Lucas mendengar nya.
Lucas yang awalnya ingin membuat Bianca cemburu dia malah di tertawaan oleh Bianca.
__ADS_1
" Lucas apakah kamu sedang memperhatikan Bianca,? waktu ku tidak lama pekerjaan ku menunggu ku."
Lucas pun berusaha untuk fokus pada Tiara.