
Melihat Tiara yang sudah pergi, akhirnya Ayah nya Tiara berpamitan dengan istrinya.
" Ayah pergi dulu yaa Buu, baik-buruk di rumah.'
Ibu Tiara menganggukkan kepalanya dia langsung masuk ke dalam rumah nya dan menguncinya.
" Semoga saja Ayah selalu sehat dan bekerja dengan rajin, Nona Bianca memang sangat baik sekali."
Ayah Tiara menuggu taksi dia berharap Bianca tidak marah karena dia telat datang.
" Seperti nya aku ini kesiangan, semoga saja Nona Bianca tidak marah."
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, dan akhirnya sampai juga di perusahaan Bianca.
Bianca ternyata sudah memberitahu kepada satpam dengan memberikan indentitas nya, sehingga di saat sampai dia langsung di hampiri oleh satpam.
Ayah Tiara langsung di bawa ke ruangan Bianca dan kebetulan Bianca yang tidak sibuk.
Bianca sengaja membuka pintu ruangan supaya bisa langsung masuk ke dalam.
__ADS_1
Bianca tersenyum ketika melihat Ayah nya Tiara akhirnya sampai juga, Lucas yang melihat kedatangan Ayah Tiara dia pun merasa masuk ke ruangan Bianca karena ingin tahu.
" Silahkan masuk Bapak."
Bianca begitu sangat ramah sekali dan Lucas memilih duduk di sofa dia ingin mendengarkan kenapa Ayah nya Tiara sampai datang telat.
" Maafkan saya Nona Bianca, saya seharusnya tidak datang kesiangan seperti ini. Karena tadi pagi Tiara datang ke rumah, dia bertanya dengan makanan yang di berikan oleh Nona Bianca."
Bianca merasa sangat terkejut sekali ketika Tiara datang ke rumah orang tua.
" Tapi Bapak tidak memberitahu kan jika itu semua saya yang memberikan uang Bapak,? karena Tiara dia sangat benci sekali dengan saya."
" Tidak, Bapak tetep merahasiakan nya. Dan Bapak menyuruh Tiara untuk pergi saja, karena Bapak dan Ibu tidak mau seperti di kurung di rumah sampai tidak boleh keluar rumah."
Lucas yang sangat penasaran dia pun langsung menghampiri Bapak nya Tiara.
" Maaf ya Pak, apakah Bapak mengetahui sebentar nya apa yang membuat Tiara sampai melakukan itu dengan Bapak dan Ibu. Tidak memberikan kebebasan, dan sampai melarang Bapak dan Ibu keluar rumah."
Bianca dan Lucas ingin mengetahui langsung dari orang tua Tiara.
__ADS_1
" Seorang nya Tiara itu malu mempunyai orang tua yang miskin, dia tidak mau media mengetahui nya."
Bianca dan Lucas melihat wajah kesedihan dari orang tua Tiara.
" Yasudah yaa Pak, sekarang Bapak jangan sedih yaa. Bapak bisa bekerja di perusahaan ini, aku berharap Bapak bisa betah yaa dan rajin mulai sekarang Bapak bisa berkerja langsung."
Bianca menyuruh Bapak tersebut langsung bekerja dan meninggalkan ruangan nya, sudah ada salah satu karyawan yang menunggu Bapak tersebut di depan pintu ruangan Bianca.
Lucas benar-benar merasa kecewa dengan Tiara.
" Kenapa Tiara sampai harus berbohong kepada media, padahal dia mempunyai keluarga yang walaupun sederhana tapi banyak cinta Untuk nya."
Bianca tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Lucas.
" Bukan dia itu adalah mantan kekasih mu,? yang selalu kamu puja di hadapan orang tua mu."
Lucas melihat wajah Bianca yang mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan yang datang.
" Bianca kamu jangan cemburu seperti ini, maafkan aku jika masih saja membicarakan Tiara di hadapan mu yaa."
__ADS_1
Bianca tidak menjawab perkataan Lucas dia fokus pada laptop di hadapan nya.