
Tiara merasa sangat ketakutan di Apartemen nya, dia terus saja memegang handphone nya.
" Jika aku memblokir nomor handphone Raffi. Aku takut dia lebih berbuat jahat kepada ku, hmmmm apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku ingin hidup bahagia dan tenang bersama dengan Daniel, menunggu buah hati ku lahir."
Tiara memegang perut nya dia sampai lupa untuk sarapan pagi.
" Aku yang terlalu memikirkan Raffi, sehingga membuat aku lupa jika aku yang belum sarapan pagi dan meminum vitamin yang di berikan oleh Dokter Specialis Kandungan."
Tiara menyimpan handphone nya, dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk nya.
Tiara mencoba untuk fokus pada kehidupan nya, dia yang tidak boleh banyak pikiran.
" Aku harus makan yang bergizi, anak ku butuh nutrisi yang cukup."
Tiara mengambil sayuran dan buah-buahan di dalam kulkas.
Setelah memasak Tiara mengambil handphone dia menonaktifkan handphone sementara.
" Aku ingin menikmati sarapan pagi ku, dan setelah itu aku akan keluar untuk menganti nomber handphone ku. Cukup Daniel dan orang tua ku saja yang mengetahui nomber handphone ku yang sekarang, tidak ada yang lain."
Tiara menikmati sarapan pagi nya, dia begitu sangat menikmati sarapan pagi nya.
" Maafkan Mommy yaa sayang, kamu kelaparan yaa sayang."
Tiara mengelus perut nya dan dia pun menghabiskan sarapan pagi nya, Tiara tidak lupa mengkonsumsi buah dan juga susu hamil.
" Sekarang aku akan pergi ke luar, dan semoga saja Raffi tidak mengetahui keberadaan ku."
Tiara menyimpan bekas sarapan pagi nya ke dapur, dia mengambil tas dan memasukkan handphone ke dalam tas nya.
__ADS_1
Tiara membuka pintu dia melihat tidak ada yang mencurigakan.
" Semuanya aman, seperti tidak akan ada yang mengikuti sekarang."
Tiara berjalan cepat keluar Apartemen karena dia yang harus menunggu taksi datang.
" Semoga taksi nya tidak terlalu lama."
Tiara terus saja memandangi jam di tangan nya, dan akhirnya taksi pun datang.
Tiara langsung masuk ke dalam taksi tersebut.
" Aku ingin pergi ke mall, bahaya tidak yaa untuk aku. Apakah akan ada media yang mengejar ku dan mempertahankan tentang pernikahan ku."
Tiara masih belum mengaktifkan handphone.
" Aku aktifkan di saat aku mempunya kartu baru, dan setelah itu aku akan bicarakan kepada Daniel."
Tiara memakai kacamata hitam nya, dia berjalan menunduk menuju ke mall tersebut.
Tiara berjalan ke langsung tujuan nya.
" Mas, saya ingin mengganti kartu saya."
Tiara memberikan handphone nya dan dia langsung membuang kartu nya yang dulu.
Setelah selesai, Tiara mengambil handphone nya.
Dia langsung menyimpan nomber handphone suami nya dan orang tuanya.
__ADS_1
" Lebih baik aku telephone Daniel."
Tiara mencoba untuk menghubungi Daniel.
Daniel yang sedang kesal dengan Bianca dia melihat ada panggilan telephone masuk.
" Nomber baru, siapa yaa ini."
Daniel merasa ragu untuk menjawab nya.
" Jawab saja Daniel, siapa tahu itu nomber penting."
Daniel pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo siapa yaa ini*
* Daniel, aku Tiara*
* Tiara kenapa kamu mengganti nomor handphone mu*
* Aku selalu di ganggu oleh lelaki yang dulu pernah aku ceritakan kepada mu, aku merasa kesal dan akhirnya aku lebih memilih untuk mengganti nomber handphone ku*
* Sekarang kamu sedang berada di luar rumah,? Sudah langsung kembali ke rumah itu sangat bahaya sekali*
* Baiklah Daniel, aku akan kembali ke Apartemen*
* Yasudah, hati-hati yaa*
* Iya Daniel*
__ADS_1
Daniel mengakhiri panggilan telephone nya, dia mulai merasa hawatir ketika Tiara yang mempunyai seorang lelaki yang menyukai nya.