
Sebastian sampai di rumah nya dia melihat Beryl yang sedang mengobrol dengan Ibunya.
" Ayah sudah pulang, kenapa sekarang Ayah pulang tidak sesuai dengan jam seperti biasanya Ayah pulang kerja."
Sebastian duduk di samping Beryl.
" Tadi Ayah bertemu dengan Benny Irawan dan anak lelaki nya, ternyata mereka ingin berkerjasama tidak mau menjual perusahaan nya kepada kita."
Sebastian langsung melirikan mata nya kepada Beryl dan Beryl pun hanya terdiam saja karena bukan dirinya yang menginginkan perusahaan tersebut melainkan Ayah nya.
" Lalu bagaimana sekarang dengan kondisi perusahaan,? apakah mulai membaik atau menurun."
Laura merasa sangat kasihan sekali melihat nya.
" Sudah mengurangi karyawan dan seperti nya rumah pun akan segera di sita, mereka sekeluarga harus meninggal rumah tersebut."
Beryl begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar jika rumah yang sampai harus di sita.
" Apakah Ayah tidak mau membantu nya, aku merasa sangat kasihan sekali dengan Lucas. Karena Lucas itu adalah anak ke dua dan dia satu sekolah dengan aku, keluarga mereka pasti membutuhkan biaya untuk kuliah Lucas."
__ADS_1
Laura mengerti jika maksud hati Beryl ingin Ayah nya bisa membantu perusahaan tersebut.
" Ayah tidak bisa membantu nya Bianca, tapi jika mereka ingin menjualnya hari ini juga uang sudah siap."
Sebastian tidak mau berdebat dengan Putri, dia tidak mau membantu perusahaan Benny hanya karena cerita kasihan dari Beryl.
" Percuma saja sayaang, Ayah kamu jika sudah menginginkan sesuatu dia harus memiliki nya walaupun apapun yang terjadi dia selalu mencari cara dan hal apapun."
Beryl mencari cara bagaimana dia bisa membantu keluarga Lucas, Beryl merasa tidak tega jika melihat Lucas yang tidak melanjutkan kuliah nya.
" Aku pergi ke kamar dulu yaa Buu, aku harus fokus belajar karena besok adalah hari terakhir ujian akhir sekolah."
" Lucas itu kan laki-laki yaa dan aku melihat wajah Beryl yang sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan dari Ayah nya, apakah Beryl sedang menyimpan perasaan terhadap Lucas."
Laura pun berjalan menuju ke kamar Beryl dan dia melihat Beryl yang sedang menulis sesuatu di buku harian nya.
Laura memperhatikan wajah Beryl yang kelihatan sangat serius sekali, Beryl lupa menutup pintu kamar sehingga Laura bisa melihat Beryl dengan sangat jelas sekali.
" Aku merasa sangat sedih sekali, aku tidak bisa membantu keluarga Lucas. Padahal aku sebenarnya perusahaan Ayah sangat mampu untuk membantu perusahaan milik Papa nya Lucas."
__ADS_1
Beryl mengeluarkan handphone dia mencari video Lucas dan memutar nya.
" Lucas maafkan aku yaa."
Laura semakin yakin jika Beryl dia yang memang mempunyai perasaan terhadap Lucas.
Laura pun memilih untuk pergi dia menghampiri suaminya yang sedang berada di dalam kamar.
Laura melihat suaminya yang sedang memainkan handphone dia kelihatan sangat kecewa sekali.
Laura melihat suaminya yang sedang main game online.
" Ayah bagaimana perasaan mu ketika mengetahui Beryl yang sudah menyimpan perasaan terhadap lawan jenis nya."
Sebastian seketika dia langsung menyimpan handphone nya.
" Siapa lelaki yang di sukai oleh Beryl, kita harus mengetahui latar belakang keluarga seperti apa. Dan yang lebih penting apa kemampuan dari lelaki tersebut, Ayah tidak mau Beryl sampai menyukai lelaki yang salah. Ayah tidak mau Beryl menemukan lelaki yang hanya memanfaatkan nya saja."
Laura pun sampai menghelakan nafas panjang nya ketika mendengar perkataan suaminya.
__ADS_1