
Lucas masuk ke dalam mobil dengan diantar kan oleh supir pribadi dia pergi di saat orang tua dan Kakak nya baru mau sarapan pagi.
"Lucas di mana apakah dia sudah bangun dari tidur nya,? coba Daniel kamu cek adik mu itu di kamar nya."
Daniel melihat piring di sebelah makan yang tidak di habiskan oleh Lucas.
"Lucas sudah sarapan mungkin dia harus segera pergi karena ada piket hari ini di sekolah nya, atau yang lainnya."
Venna pun percaya dengan perkataan Daniel dan dia pun sekarang selalu berpikir positif terhadap Lucas semenjak Lucas mau belajar dengan Beryl.
"Mama ingin sekali Lucas dekat dengan Bianca, dia akan memberikan efek positif untuk Lucas. Dia gadis sederhana yang tidak banyak tingkah, dia juga seperti nya murid yang berprestasi di sekolah nya."
Daniel melihat Mama nya tertarik dengan Bianca.
"Apakah nama nya Bianca,? nama yang sangat indah sekali yaa."
Daniel memecah suasana sarapan pagi nya, karena dia juga merasa sangat tertarik dengan Bianca.
"Mama mendengar Lucas menyebut nama nya Bianca, yasudah Mama ikutan saja."
Beny Irawan tidak menghabiskan sarapan pagi nya.
"Mama, Papa harus berangkat pagi-pagi seharusnya sekarang tapi yasudah lah di mulai hari esok dan mungkin Papa juga akan pulang telat. Ayo Daniel kita berangkat sekarang, kamu tidak usah membawa mobil kita naik mobil bersama saja."
Daniel merasa sangat terkejut sekali apa yang sebenarnya terjadi dengan perusahaan Papa nya, karena sebelum Papa bicara dia melihat dulu layar handphone nya.
"Baiklah Pap, Mama Daniel pergi ke kantor dulu yaa."
Daniel bersalaman dengan Mama dan berpamitan untuk pergi.
"Apakah sesuatu terjadi dengan perusahaan kita sekarang,? Papa, Mama sangat hawatir sekali."
Venna sampai berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri suaminya.
"Semuanya baik-baik saja, Mama jangan seperti ini yaa berpikiran negatif terhadap perusahaan kita yang baik-baik saja."
Beny menarik tangan Daniel untuk segera pergi dan itu pertanda jika ada permasalahan.
"Hati-hati yaa untuk kalian berdua."
Venna pun tidak bisa membohongi perasaannya sekarang dia sangat ketakutan sekali perusahaan suaminya bangkrut dan dia jatuh miskin.
"Tidak, itu tidak pernah mungkin terjadi. Kita lahir dari keluarga yang sangat berkecukupan dan sekarang pun kita harus hidup berkecukupan selalu."
Venna pun lebih memilih untuk diam di rumah dia tidak mau keluar rumah karena perasaan nya yang tidak tenang.
__ADS_1
***
Beny tidak menggunakan supir pribadi nya dia sendiri yang mengendarai mobil nya, Beny mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali sehingga membuat Daniel berteriak.
"Stop Pap, jangan seperti ini. Lebih baik ceritakan apa sebenarnya terjadi, aku sudah dewasa bukan anak kecil lagi."
Benny pun langsung menghentikan mobil nya dia sampai menghelakan nafas panjang nya.
"Perusahaan kita diambang kebangkrutan, kita sekarang butuh bekerjasama dengan perusahaan besar."
Daniel sudah menyadari dari awal dan pun langsung terdiam.
"Cukup kita berdua saja yang mengetahui nya, jangan sampai Mama mu mengetahui. Itu akan membuat nya menangis tiada henti karena yang di takut kan oleh Mama mu itu adalah kebangkrutan perusahaan ini dan kita hidup sederhana."
Beny melanjutkan perjalanan menuju ke kantor setelah menceritakan semuanya kepada Daniel.
"Apakah aku bisa mempertahankan perusahaan ini, apakah aku akan menjadi penolong untuk orang tua ku."
Ucap Daniel di dalam hati nya.
Mereka berdua pun sampai di kantor yang mengetahui hal tersebut baru tiga orang saja termasuk yang ke tiga itu adalah asisten pribadi Beny.
Mereka berdua bersikap seperti biasanya, tidak memperlihatkan wajah kepanikan hanya membuat para karyawan merasa heran karena tidak biasanya Benny dan Daniel datang ke kantor se pagi ini.
Asisten pribadi Benny memperlihatkan bahwa perusahaan memang sedang di titik terendah.
Dan seperti nya di awali dengan pengurangan jumlah karyawan di perusahaan.
" Seperti nya mulai bulan depan kita sudah bisa melakukan pengurangan jumlah karyawan, karena hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang yaa."
Asisten pribadi Benny pun menganggukkan kepalanya.
"Kamu harus tetap tidak bicara dengan siapapun mengenai apa yang terjadi dengan perusahaan kita, jangan membuat banyak karyawan menjadi cemas yaa. Karena itu juga akan berpengaruh terhadap konsentrasi mereka untuk bekerja."
Asisten pribadi Benny Irawan pun merasa mengerti dan dia pun pergi dari ruangan.
Daniel melihat Papa nya sudah sangat kebingungan sekali.
"Untuk bulan depan kita pengurangan karyawan dan apakah itu untuk bulan selanjutnya kita memikirkan bagaimana untuk bisa memberikan gajih untuk mereka semua?."
Benny terdiam ketika Daniel bertanya seperti itu kepada nya.
"Sudahlah Daniel lebih baik sekarang kamu kembali ke ruangan kamu dan berkerja dengan semangat, semoga saja ada perusahaan yang mau membantu perusahaan kita."
Daniel pun keluar dari ruangan Papa nya, dia mencoba untuk fokus pada pekerjaan dan berharap besar akan ada keajaiban setelah ini.
__ADS_1
***
Ketika Kakak dan orang tua nya sedang kebingungan, Lucas dia malah berniat untuk meminta transferan uang kepada Kakak nya.
Lucas hanya berani meminta kepada Kakak untuk uang bulanan nya dia tidak berani meminta kepada kedua orang tuanya.
"Lebih baik aku kirim pesan saja, karena takutnya sedang sibuk atau ada rapat penting."
Lucas yang baru saja sampai di sekolah.
*Kak, aku minta uang 30 juta buat aku main. Jumlah saldo rekening ku menipis nih, aku juga niat mau ketemu dengan Tiara hari ini*
Membaca pesan dari Lucas, Daniel pun mentransfer uang sebesar 5 juta untuk Lucas.
"Dia tidak tahu bahwa perusahaan yang sedang bermasalah di hidupnya hanya uang saja, sekarang seperti aku merasa setuju dengan Mama. Lebih baik Lucas tidak berpacaran dulu dia harus fokus pada sekolah dia, dan bagaimana juga Lucas bisa kuliah sedangkan sekarang sedang seperti ini."
Daniel merasa sangat hawatir sekali jika Lucas tidak bisa meneruskan kuliah.
Setelah mendapatkan transferan uang dari Kakaknya, Lucas merasa sangat terkejut sekali ketika melihat jumlah uang yang di transfer kan.
" Ada apa ini yaa, bisanya juga Kak Daniel mengirimkan uang 30 sampai 50 juta untuk sebulan sekarang kenapa hanya 5 juta."
Bagaimana mungkin Lucas bisa mengajak Tiara untuk pergi sedangkan minimal merasa berdua pergi habis sekitar 7 juta.
Lucas benar-benar merasa sangat kebingungan sekali, melihat Lucas yang sedang duduk.
Beryl pun langsung menghampiri nya hanya untuk mencari perhatian Lucas.
"Selamat pagi Lucas, hari kelas ku ada ujian matematika. Semoga nanti jika giliran kelas kamu, kamu bisa mengerjakan semua soal-soal yaa seperti yang sudah aku ajarkan kepada kamu."
Lucas merasa sangat terganggu sekali dengan kehadiran Beryl dia pun memilih langsung pergi saja.
Sikap Lucas membuat Beryl merasa sangat sedih sekali dan Amira pun langsung menghampiri Lucas.
"Beryl Bianca, kembali lagi ingat yaa Lucas itu sudah memiliki kekasih Tiara Lestari. Jadi kamu jangan selalu ingin cari perhatian terhadap Lucas karena menurut aku dia tipe cowok yang tidak suka cewek centil yang selalu cari perhatian terhadap nya."
Beryl pun langsung masuk ke dalam kelas nya dan Amira pun mengingat jika hari ada ulangan matematika.
"Duh, ada ulangan doang. Tapi Beryl nya lagi galau dia tidak mungkin bisa diajak kerjasama dengan mengisi soal."
Amira melihat wajah Beryl yang begitu sangat sedih sekali.
"Apakah aku harus melakukan operasi plastik wajah supaya kelihatan cantik seperti orang Korea, agar Lucas mau melirik aku dan menyukai aku dan setelah itu aku yang menjadi kekasih hati nya."
Hayalan Beryl yang begitu sangat tinggi sekali terhadap Lucas.
__ADS_1