Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #297#


__ADS_3

Daniel terlihat sedang melamun, Daniel masih berada di rumah Bianca.


Venna mempersiapkan Daniel, dia mulai merasa kasihan dengan anak pertama nya itu.


Venna pun langsung Daniel, Venna duduk di sebelah kursi Daniel.


" Kenapa kamu melamun,? Di mana istri mu ? Apakah dia tidak datang ke sini?. Tidak nampak kehadiran nya untuk memberikan selamat kepada Lucas dan Bianca."


Daniel mulai terbebani dengan sikap Tiara yang tidak ada perubahan nya.


" Aku minta maaf atas perilaku Tiara, aku yang salah belum bisa merubah sikap nya tapi aku berjanji aku akan mencoba untuk memperbaiki sikap nya."


Daniel sampai menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Mama nya.


" Apa yang membuat Tiara benci dengan Bianca, padahal Bianca tidak merebut Lucas dari nya. Tiara yang berselingkuh dengan mu, dan akhirnya kalian berdua menikah."


Venna pun langsung pergi meninggalkan Daniel, dia berpamitan pulang ke orang tua Bianca.


Daniel merasa Mama nya yang masih belum bisa menerima kenyataan dirinya bersama dengan Tiara.


" Daniel, ini adalah kesalahan mu. Kamu tidak boleh emosional, kamu harus tetap sabar menjalani nya sampai akhirnya mereka bisa menerima kehadiran mu seperti dulu lagi."

__ADS_1


Daniel berpamitan dengan orang tua Bianca, dan dia pun akhirnya masuk ke dalam mobil nya.


Daniel melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22:00, Daniel yang merasa sangat hawatir Tiara yang sendiri di Apartemen nya.


Daniel menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia ingin secepatnya sampai ke Apartemen.


Daniel pun akhirnya sampai di Apartemen, dia langsung masuk ke dalam tapi ternyata tidak ada Tiara.


" Astaga pergi ke mana lagi dia yaa, sangat nakal sekali dia."


Daniel sangat yakin sekali jika Tiara tidak pulang ke rumah nya.


Daniel mencoba untuk menelephone Tiara, tapi ternyata tidak ada jawaban nya.


" Nomber handphone nya aktif, kenapa dia tidak mau menjawab nya."


Daniel merasa kesabaran nya yang semakin menipis.


" Tahan emosi Daniel, lebih baik kamu istirahat. Ingat anak mu yang masih dalam kandungan, kamu harus selalu bersikap baik sampai saat nya melahirkan nanti."


Jika sikap Tiara yang tidak ada perubahan nya, Daniel lebih memilih untuk menunggu kelahiran anak pertama nya setelah itu dia akan membebaskan Tiara.

__ADS_1


Daniel menarik selimut nya dia menonaktifkan handphone nya, Daniel tidak mau di ganggu oleh Tiara yang pasti akan menelephone nya kembali.


Tiara terbangun dari tidurnya dia yang ingin buang air kecil.


" Jam berapa yaa, aku sangat mengantuk sekali."


Tiara melihat jam di handphone yang menunjukkan pukul 23.00.


" Panggilan telephone tidak terjawab dari Daniel, seperti nya Daniel yang sudah pulang ke Apartemen nya."


Tiara menyimpan handphone dia pergi ke toilet terlebih dahulu.


Setelah pergi ke toilet Tiara merasa sangat kebingungan sekali, dia tidak mungkin pulang ke Apartemen nya karena sekarang sudah jam 23;00 tidak mungkin ada taksi.


" Daniel akan marah besar dan ku, sekarang aku yang tidak mungkin bisa berbohong kepada Daniel seperti sebelumnya."


Tiara yang sebelumnya merasa sangat mengantuk sekarang tiba-tiba saja menjadi segar kembali.


" Aku tidak mungkin bisa tidur, dan jika aku menephone Daniel. Aku harus bicara apa dengan Daniel, tapi seperti nya Daniel tidak akan marah jika aku bilang menginap di rumah Ibu."


Tiara sudah menyiapkan perkataan nya besok jika bertemu dengan Daniel, Tiara harus bisa membuat Daniel percaya dengan perkataan nya.

__ADS_1


__ADS_2