Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (134)


__ADS_3

Bianca memilih untuk kembali ke kantor nya dia memegang kartu nama Raffi, seseorang yang memberitahu nya tentang rahasia Tiara kepada nya.


" Sebenarnya apa maksud lelaki itu sampai hari mengatakan semuanya kepada ku, dan apakah aku juga harus percaya dengan perkataan nya."


Tiara memasukkan kartu nama tersebut ke dompet nya, dia pun duduk dan memikirkan ke harus pergi ke mana sekarang.


Jika pergi ke perusahaan nya, dia merasa sangat malas sekali karena harus bertemu dengan ibu nya yang menguasai perusahaan nya.


" Lebih baik aku pergi ke perusahaan Papa saja, aku bisa curhat di sana."


Bianca pun keluar dari Apartemen nya, dan dia melihat Bapak yang keluar pintu. Bianca pun langsung bertanya-tanya di dalam hal nya, apakah bapak ini adalah orang tua Tiara.


Bianca mendekati Bapak tersebut yang sudah sangat rapih sekali, dia pun tersenyum manis kepada nya.


" Bapak mau pergi ke mana,? sudah sangat rapih sekali seperti ini?."


Bianca bertanya dengan sangat ramah sekali.


" Bapak mau mencari pekerjaan, Bapak malu hanya sebagai beban saja."


Bianca merasa sangat kasihan sekali melihat nya.


" Bapak mau ikut bersama dengan saya, mungkin Ayah saya bisa memberikan pekerjaan untuk Bapak."


Bianca melihat wajah Bapak itu sangat bahagia sekali.


" Bapak mau ikut Naik, terimakasih banyak atas kebaikan nya."


Bianca dan Bapak tersebut pun berjalan menuju ke mobil Bianca, mereka masuk dan Bapak tersebut terus saja mengucapkan terimakasih kepada Bianca.


Sehingga membuat Bianca pun merasa sangat malu sekali mendengarnya. Di tengah-tengah perjalanan, Bianca pun mulai bertanya kepada Bapak tersebut.


" Maaf ya pak sebelumnya, saya boleh bertanya kepada Bapak. Apakah bapak ini adalah Ayah dari Tiara lestari, model cantik itu yaa."


Bapak tersebut seketika langsung terdiam ketika melihat pertanyaan Bianca, dia merasa takut untuk menjawab pertanyaan dari Bianca.


" Bapa tidak usah takut untuk menjawab nya, karena saya juga bukan orang yang memberitahu kepada banyak orang. Jika Bapak benar Ayah dari Tiara Lestari, saya tidak akan mempublikasikan nya."


Bapa tersebut merasa jika gadis yang ada di hadapannya itu sangat baik sekali, dan dia pun akhirnya mengakui nya.

__ADS_1


" Iya saya adalah Bapak dari Tiara Lestari, Tiara adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tua dia menjadi tulang punggung keluarga dis tidak pernah menyerah hanya untuk bisa mengobati penyakit Bapak sampai di bawa ke luar negeri sehingga sekarang Bapak bisa sehat kembali."


Bianca seketika mengingat perkataan Raffi, jika Tiara yang pernah tidur dengan nya hanya untuk membiayai Orang tua nya yang sakit.


Bianca pun mulai merasa percaya dengan perkataan Raffi kepada nya.


" Oh begitu ya Pak, sekarang saya akan menjaga rahasia tentang Tiara Lestari. Dan saya juga meminta Bapak untuk tidak mengatakan kepada Tiara jika Bapak bekerja dengan saya yaa."


Bapak tersebut merasa penasaran sekali sebenarnya gadis yang sedang bersama dengan dirinya itu siapa.


Bianca sampai di depan perusahaan besar Ayah nya dan Bapak tersebut membaca nama perusahaan tersebut.


" Sebastian Gunawan, jadi yang bersama dengan ku ini adalah putri dari Sebastian Gunawan yang membantu ku selama di Singapura."


Bianca keluar dari mobil nya dan dia menelephone salah satu pegawai yang ada di kantor Ayah nya.


* Hallo Pak Rizwan, saya ingin bapak mencarikan pekerjaan untuk seorang Bapak yaa. Sekarang aku sedang bersama dengan nya, tolong cepat datang ke lantai dasar*


* Baiklah Nona Bianca*


Bianca mengajak Bapak tersebut untuk keluar dari mobil nya, Bianca memberikan pekerjaan tanpa sepengetahuan Ayah nya.


Bapak tersebut mengikuti Bianca mereka berdua berjalan menuju ke dalam gedung tersebut.


" Bapak duduk yaa, saya akan meminta untuk membuat kan Bapak kopi yaa."


Bapak tersebut merasa sangat bahagia sekali ketika dia bisa di perlakukan dengan sopan oleh orang kaya raya.


Tidak lama kemudian Pak Rizwan pun datang dan dia langsung menghampiri Bianca.


" Aku ingin Bapak itu di berikan pekerjaan yaa, tapi Ayah jangan sampai mengetahui nya yaa. Karena aku merasa sangat kasihan sekali melihat nya, Bapak itu sedang mencari pekerjaan."


Pak Rizwan pun langsung menghampiri Bapak tersebut dan memberikan pekerjaan sebelum office boy, Bianca yang sudah melihat Bapak tersebut di bawa ke ruangan pekerjaan nya dia pun langsung pergi ke ruangan Ayah nya.


Sambil berjalan menuju ke ruangan Ayah nya, Bianca kembali memikirkan Tiara.


" Jadi selama ini Tiara itu hanya pura-pura kaya raya saja ya, tapi di balik itu semua aku merasa sangat bangga memiliki dia menjadi tulang punggung keluarga tapi lagi dengan cara yang mungkin jika sampai orang tua nya mengetahui nya mereka akan sangat marah sekali dengan nya."


Bianca berada di depan pintu ruangan Ayah nya dan dia pun langsung membuka nya.

__ADS_1


" Beryl Bianca sayang, akhirnya kita kembali Naik."


Sebastian langsung menekuk Beryl Bianca.


" Aku baik-baik saja dan aku merasa lebih nyaman untuk bisa tinggal sendirian, aku sekarang sudah tidak mempunyai pekerjaan. Ibu sekarang yang menguasai perusahaan ku, ahhhhh aku sangat kesal sekali."


Sebastian mengerti jika ada di posisi Bianca.


" Ibu yang selalu saja ingin deket-deket dengan Lucas, dia lebih percaya terhadap Lucas dan aku sangat benci sekali melihat nya."


Sebastian mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.


" Maafkan ibu mu yaa, sekarang Ayah akan bicarakan semua dengan ibu mu."


Sebastian mengambil handphone nya dia yang ingin bicara langsung dengan istrinya di hadapan Tiara.


Laura yang sedang sibuk karena Lucas yang tidak masuk kerja, dia mengabaikan panggilan telephone masuk dari suaminya.


Sebastian terus saja menelephone tapi tetap tidak di jawab.


" Nomber handphone nya aktif, tapi tidak di jawab terus yaa."


Ekpresi wajah Bianca pun tiba-tiba saja langsung berubah.


" Apakah ibu sedang bersama dengan Lucas, sampai dia tidak mau di ganggu seperti ini."


Bianca selalu berpikiran negatif terhadap Ibu nya semenjak ibunya yang selalu dekat dengan Lucas.


" Bianca, kamu jangan mempunyai pikiran seperti itu yaa. Tidak mungkin ibu mu memiliki perasaan terhadap Lucas, sudah stop berpikiran negatif terhadap ibu mu."


Bianca yang masih merasa kesal dia pun langsung terdiam mendengar perkataan Ayah nya.


" Yasudah, bagaimana jika kamu menjadi pemimpin di perusahaan Ayah lain?. Bagaimana apakah kamu mau,? kamu tidak akan pernah di ganggu oleh ibu mu."


Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak ada Lucas aku tidak mau, karena niat aku bekerja untuk bisa melihat Lucas dan bersama dengan Lucas."


Sebastian pun merasa sangat pusing sekali dia harus bagaimana lagi, ketika menghadapi anak dan ibu yang wataknya sama-sama keras kepala.

__ADS_1


__ADS_2