Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 72.


__ADS_3

Tiara melihat jam di handphone nya, dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya. Padahal Lucas masih makan dan dia kelihatan sangat lahap sekali, tapi Tiara seperti tidak peduli dia harus pergi.


" Lucas, aku harus pergi. Jika kamu mau menghabiskan makanan ini silahkan saja, tapi aku harus pergi yaa pekerjaan yang sedang menunggu ku."


Tiara mencium pipi Lucas dan dia pun langsung pergi begitu saja walaupun Lucas tidak berbicara sepatah kata pun.


" Kenapa Tiara lebih sering pemotretan di malam hari yaa, sedang kan di pagi dan siang hari dia santai sekali."


Laura melihat dengan jelas jika Tiara yang sudah pergi dia merasa kasihan dengan Lucas, andaikan saja dia mengetahui pekerjaan kekasih nya itu adalah seorang wanita malam.


Bianca membalikkan badannya dia melihat Ibunya yang menatap tajam ke belakang.


" Tiara tidak ada, dia pergi meninggalkan Lucas sendirian begitu saja. Apakah itu yang di namakan di saat wanita lebih sibuk dari lelaki nya, aku tidak percaya sekali melihat nya."


Bianca kembali fokus pada makanan nya dia tidak mau Lucas menjadi tidak nyaman karena di perhatikan oleh Bianca.


Lucas selesai menghabiskan makanan dia pun langsung pergi ke kasir untuk membayar nya, tetapi ternyata Tiara yang sudah membayar nya.


" Tiara seperti mengerti keuangan ku, dia selalu saja yang membayar."


Lucas pun langsung pergi dia merasa jika ada perbedaan dari Bianca kepada nya, Lucas merasa Bianca yang lebih cuek terhadap nya.


" Aku sudah selesai Bu, ayo kita pulang Bu."


Bianca memilih untuk menunggu Ibunya di dalam mobil, beruntung nya mereka berdua pergi tidak menggunakan mobil yang biasa di pakai Bianca ke kantor.


Lucas melihat Bianca yang sudah sangat cuek dan terlihat sangat sombong sekali.


" Baguslah Bianca yang sudah tidak tertarik dengan ku, semoga saja dia segera mendapatkan lelaki yang sesuai dengan keinginan."


Laura memperhatikan Lucas dia tersenyum manis kepada Lucas dan Lucas pun merasa lebih terpesona melihat kecantikan Ibunya Bianca.

__ADS_1


" Bianca memang cantik, tapi aku merasa Ibunya lebih cantik. Sudah mempunyai anak perempuan yang dewasa, tapi wajahnya masih saja sangat cantik."


Laura pun masuk ke dalam mobil nya dan menjalankan mobilnya.


" Bu, aku memperhatikan ibu loh. Padahal saat Ibu tersenyum manis kepada Lucas, tatapan Lucas seperti terpesona dengan ibu loh."


Laura pun menggelengkan kepalanya.


" Lalu seketika kamu berpikir jika Lucas mempunyai perasaan terhadap ibu,? astaga Bianca biasakan pikiran ku tidak seperti ini."


Bianca pun tersenyum dan dia membayangkan jika Lucas yang lebih mencintai Ibu nya dari pada dirinya.


" Sudah, jangan berpikiran yang negatif terhadap tatapan Lucas tadi."


Laura pun fokus pada kendaraan nya dia yang ingin secepatnya sampai di rumah, Laura yang merasa sangat capek sekali dengan aktivitas harian ini.


" Apakah besok Ibu akan menemani ku lagi di kantor,? aku merasa tidak kesepian jika ibu ada di kantor."


" Seperti nya tidak sayang, Ayah mu menyuruh Ibu untuk datang ke perusahaan yang lain nya mulai besok."


Bianca merasa sangat sedih sekali padahal jika ada Ibu nya dia bisa banyak cerita dan tidak merasa kesepian berada di dalam ruangan nya.


" Jika kinerja Lucas bagus jadikan saja dia sebagai asisten pribadi mu,? dia pasti menginginkan nya karena sekarang yang dia cari itu adalah uang."


Bianca dan Ibunya akhirnya sampai di rumah nya, Bianca memikirkan perkataan Ibunya.


" Bagaimana mungkin Lucas bisa menjadi Asisten pribadi ku, sedangkan sebelum nya Lucas memilih untuk menolak setiap perusahaan milik Ayah Sekarang saja dia mau berkerja karena dia tidak tahu jika perusahaan ini juga, milik Ayah."


Bianca memilih untuk langsung ke kamar nya karena dia mengetahui Ayah yang sangat sibuk sekali.


Bianca membuka pintu kamar nya, dia pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk nya.

__ADS_1


" Hari yang sangat luar biasa sekali, aku yang bertemu Lucas tapi juga bersama dengan Kekasih nya."


Bianca mengambil handphone dia merasa tidak percaya melihat Tiara ada di iklan atau menjadi model majalah di cover nya.


" Aku melihat dia begitu sangat sibuk sekali, tapi kenapa aku tidak pernah melihat nya ada di media sosial wajah nya. Atau jangan-jangan dia ada dia ada di majalah dewasa, karena penampilan Tiara yang selalu seksi."


Bianca pun menyimpan handphone nya dia memilih untuk mandi dari pada memikirkan tentang Tiara yang menurut nya sangat tidak bermanfaat sekali.


Di saat Bianca yang muda memikirkan Tiara negatif, Lucas pun dia juga merasa sangat penasaran sekali dengan pekerjaan kekasih nya itu.


Di perjalanan menuju ke rumah nya, Lucas berpikir dia yang tidak pernah melihat Tiara menjadi iklan produk kecantikan.


" Aku merasa di saat aku tidak pernah melihat Bianca di majalah atau pun di media sosial, pekerjaan dia semakin lebih sibuk. Bahkan yang ingin aku pertanyaan kan kepada Tiara, kenapa harus melakukan pemotretan di malam hari saja."


Lucas yang sampai di rumah dia melihat keluarga yang sedang makan malam.


" Lucas, kamu baru pulang jam segini sangat malam sekali. Ayo cepat makan, Mama sudah menyiapkan makanan kesukaan mu."


Lucas yang sudah makan banyak pun dia menghampiri keluarga.


" Aku sudah makan di luar sangat banyak sekali, setelah bekerja aku merasa sangat kelaparan sekali."


Benny Irawan merasa sangat kasihan sekali melihat Lucas yang kelihatan sangat lelah.


" Lucas, bagaimana setelah kamu sudah mendapatkan gajih. Kamu pindah ke perusahaan milik kita bersama, kamu bisa berjalan di dekat ruangan Kakak mu. Jujur Ayah merasa sangat tidak sekali melihat nya, seharusnya kamu sedang kuliah bukan berkerja seperti ini."


Lucas tersenyum ketika Papa nya yang begitu sangat perhatian sekali terhadap nya.


" Aku lelaki Papa, jadi tidak perlu terlalu di khawatiran yaa. Biarkan aku berjuang sekarang, supaya menjadi sebuah cerita di saat aku yang sudah sukses."


Daniel merasa sangat bangga sekali dengan Lucas, dia yang lebih kuat dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2