
Bianca memperhatikan Lucas yang kelihatan tidak tenang makan bersama dengan mereka, seperti Lucas sedang memikirkan Tiara.
" Lucas jika kamu mau langsung kembali ke kantor tidak apa-apa, kamu bisa pergi sekarang juga."
Ke dua orang tua Bianca merasa heran dengan perkataan Bianca kepada Lucas yang seperti mengusir secara halus.
" Aku mengatakan seperti itu karena aku menghargai kekasih nya Lucas, aku tidak mau Tiara mampu pikiran yang negatif terhadap aku pada saat ini memanfaatkan kesempatan untuk bisa bersama dengan kekasih orang lain."
Lucas sebenarnya merasa sangat malu sekali tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya, jika dia merasa takut untuk kehilangan Tiara.
Sebastian dan Laura hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca, karena mereka berdua tidak mau ikut campur dalam percintaan ini.
Lucas pun berdiri dari tempat duduk nya sambil melihat wajah Bianca.
" Bianca aku pergi dulu yaa, Om dan Tante terimakasih banyak atas makan siang nya."
Lucas pergi begitu saja dan membuat Bianca tersenyum tipis, ini menandakan jika Lucas memang sangat cinta kepada Tiara.
Hilang rasa lapar Bianca ketika melihat Lucas yang pergi begitu saja, dia pun meninggalkan ke dua orang tuanya tanpa berkata sepatah kata pun.
Sebastian merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca yang cinta nya bertepuk sebelah tangan saja.
" Bagaimana lagi Lucas hanya cinta kepada Tiara, walaupun Bianca jauh lebih baik dari Tiara."
Sebastian Gunawan sekarang mengerti kenapa Tiara sampai berbicara seperti itu kepada Bianca, dia yang begitu sangat cinta kepada Lucas tapi beruntung nya Tiara yang sudah melihat maaf sehingga Sebastian tidak harus melakukan apapun terhadap Tiara.
Apalagi Sebastian mengetahui jika Tiara dari keluarga sederhana, sampai Sebastian tidak tega melihat orang tua nya saat berada di Singapura.
Laura melihat suaminya yang terdiam dia pun langsung memegang tangan suaminya.
" Percayalah Bianca pasti akan mendapatkan kebahagiaan dengan lelaki yang tepat, tidak Lucas dia sudah mempunyai wanita lain."
__ADS_1
Laura yang mengetahui pekerjaan Tiara sebagai wanita malam sedangkan Sebastian mengetahui Tiara yang bukan dari keluarga yang berkecukupan melainkan sangat sederhana.
Orang tua Laura yang banyak bercerita tentang kehidupan nya kepada Sebastian, membuat Sebastian menjadi lebih baik untuk diam saja.
" Lupakan tentang percintaan Bianca, bagiamana dengan pekerjaan Bianca? di mampu untuk menjadi seorang pemimpin?."
Sebastian begitu sangat ingin mengetahui apa yang terjadi di saat dirinya tidak ada di kantor.
" Jika untuk menjadi pemimpin perusahaan kecil nya Ibu merasa dia tidak terlalu kesulitan karena sekarang di bantu juga oleh Lucas, tapi satu hari dia berada di perusahaan mu wahhh seperti nya Bianca merasa sesak nafas karena itu bukan sesuatu yang mudah menjadi seorang pemimpin perusahaan besar."
Sebastian tersenyum tapi setidaknya Bianca dan Lucas bisa melakukan pekerjaan itu di saat mereka berdua belum kuliah belum mendapatkan materi-materi yang banyak tapi mereka berdua bisa melakukan nya.
" Ayah merasa sangat salut sekali dengan mereka berdua, ayah yakin mereka berdua pasti akan sukses dalam bisnis."
Laura dan Sebastian pun memilih untuk menyudahi makan siang mereka, Sebastian ingin pergi ke kantor nya.
" Bu, Ayah ke kantor dulu yaa."
" Hati-hati yaa Ayah."
Sebastian mencium kening Laura.
" Kamu hampiri Bianca di kamar nya, Bianca pasti sangat sedih sekali. Ayah tidak mau Bianca yang terlalu memikirkan tentang percintaan ini, kasihan Bianca."
Laura mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya dan dia pun langsung pergi ke kamar nya Bianca.
" Baiklah aku pergi ke kamar nya Bianca sekarang."
Laura berjalan menuju ke kamar Bianca tapi dia tidak mendengar suara tangisan di dalam kamar Bianca.
Laura merasa sangat tenang sekali dia pun mengetuk pintu kamar Bianca.
__ADS_1
Mendengar suara ketukan pintu dan mengetahui jika itu pasti ibu nya, Bianca pun membukakan pintu tersebut.
" Kamu tidak sedang menangis kan Bianca,? kamu tidak sedang menangis karena mereka."
Laura memegang kedua pipi Bianca dengan tersenyum.
" Aku tidak menangis Bu, tapi aku seperti tidak bisa menerima kenyataan ini. Kenapa aku masih saja merasa sangat kesal di saat melihat Lucas yang begitu sangat cinta kepada nya, aku menyadari jika yang aku rasakan ini sangat egois sekali karena aku ini hanya pengagum Lucas bukan kekasih Lucas."
Laura merasa sangat sedih sekali dia berharap Bianca bisa melupakan cinta nya kepada Lucas.
" Bianca bisakah kamu membuka hati mu kepada lelaki lain,? ya walaupun Ibu tahu kamu yang super sibuk ya tidak mempunyai waktu untuk bisa pergi ke mana-mana tapi adakah lelaki selain Lucas yang ada di hati mu ini."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak ada Bu hanya Lucas yang sekarang ada di dalam hati ku ini."
Laura memeluk erat tubuh Bianca.
" Ayah dan ibu hanya ingin kamu bahagia sayaang, Ayah dan Ibu tidak akan pernah menjodohkan kamu dengan lelaki pilihan kita. Tapi kita berdua ingin kamu bersama dengan lelaki yang tepat, tidak seperti Lucas sayang."
Laura melepaskan pelukan erat nya dan menatap wajah Bianca.
" Ibu tahu umur yang masih sangat muda, perjalanan mu masih sangat panjang sekali. Kamu hanya akan membuang-buang waktu mu dia saat kamu bersama dengan Lucas, kamu yang bilang sebagai seorang pengagum Lucas tapi kamu juga pasti mempunyai harapan bisa bersama dengan Lucas."
Bianca merasa perkataan Ibu nya itu sangat benar sekali dan dia pun sampai menundukan kepalanya.
" Sudah yaa, buka lembaran baru di hati mu. Lupakan Lucas secara perlahan yaa, jadi dia sebagai sahabat mu dan teman bisnis saja yaa sayang Ibu yakin kamu pasti bisa sayang."
Laura melepaskan genggaman tangan nya dan dia pun keluar dari kamar nya, melihat Bianca yang lebih memilih untuk diam di kamar membuat Laura memilih untuk pergi ke kantor Bianca.
Karena tidak ada yang memimpin perusahaan tersebut jika Bianca memilih untuk diam di dalam kamar nya.
__ADS_1