
Di saat Lucas dan Bianca sedang membicarakan tentang Tiara, Tiara sendiri dia datang ke Apartemen Meneger nya jika dia membahas tentang pekerjaan nya.
Verra yang sudah menunggu kedatangan Tiara, dia pun langsung masuk ke dalam Apartemen nya.
Verra melihat wajah Tiara yang kelihatan sangat sedih sekali.
" Kamu pasti merasa tidak tega kan, meninggalkan Mutiara demi untuk bekerja kembali."
Tiara hanya terdiam saja dia tidak menjawab pertanyaan dari Meneger nya, Tiara seperti melamun memikirkan Mutiara.
" Tiara, bagaimana jika kamu kembali ke pekerjaan lama mu sebagai wanita malam seperti itu adalah jalan pintas."
Tiara pun langsung terkejut ketika mendengar nya, dia yang baru satu bulan melahirkan bahkan dia juga belum di sentuh oleh suaminya.
" Jangan pekerjaan itu lagi, lebih baik pemotretan majalah dewasa saja."
Tiara yang masih mempunyai perasaan terhadap suaminya.
" Baiklah Tiara kita akan mencoba nya yaa, karena aku lihat walaupun kamu sudah melahirkan tapi tubuh mu masih sangat bagus sekali."
Tiara yang masih menjaga penampilan nya.
" Aku merasa pekerjaan Daniel yang tidak ada perubahan nya, aku yang sebenarnya ingin membuktikan kepada Daniel jika aku bisa lebih menghasilkan uang banyak dari pada dirinya."
Verra membuatkan minuman untuk Tiara.
" Tiara bukan kah perusahaan keluarga sudah stabil seperti dulu, kenapa Daniel yang seperti berpenghasilan di bawah rata-rata. Dulu dia bisa memberikan mu ratusan juta, tapi sekarang kenapa dia tidak bisa yaa."
Selesai membuatkan minuman Verra langsung memberikan kepada Tiara.
" Seperti nya perusahaan itu sudah di miliki oleh Sebastian Gunawan, sehingga Lucas yang menjadi pemimpin nya bukan Daniel. Keluarga itu sangat serakah sekali, seperti dunia ini pun akan dia beli."
Tiara meminum jus jeruk dingin buatan Verra.
" Kekayaan memang dapat menguasai semuanya, tapi coba jika kamu lebih memilih bersama dengan Lucas dia lebih terdepan dari Daniel."
__ADS_1
Tiara tersenyum sinis ketika dia mendengar perkataan Meneger nya.
" Hmmm Tiara, bagaimana jika kamu menjadi wanita simpanan Raffi saja kamu bisa langsung mendapatkan mobil dari nya."
Verra yang lebih menginginkan Tiara bisa bersama dengan Raffi.
" Aku berselingkuh dengan Raffi, hanya demi sebuah mobil secara langsung?."
Verra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Sudahlah Tiara, jangan terlalu cinta kepada Daniel yang bisa saja meninggalkan mu demi Mama nya. Daniel yang sebenarnya lebih memilih Mama nya dari pada kamu, percayakan itu semuanya pasti akan terjadi."
Verra mencoba untuk membuat Tiara mengikuti keinginan nya.
" Tapi jika aku bersama dengan Raffi, dia tidak menikah dengan ku dia hanya menginginkan aku sebagai wanita simpanan. Dan jika dia merasa bosan dengan ku, dia akan meninggalkan ku bagaimana dengan nasib ku selanjutnya apalagi aku yang mempunyai Mutiara hubungan ku dengan Daniel berakhir."
Tiara sudah memikirkan sangat jauh sekali.
" Pernikahan mu tetap bersama dengan Daniel, kamu tetap menjadi istri Daniel. Tapi di saat kamu sedang bekerja kamu adalah milik Raffi, mungkin terdengar sangat menyeramkan sekali tapi kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil uang Raffi yang banyak dan setelah itu kamu bisa menikmati nya bersama dengan keluarga mu."
" Ntahlah, aku merasa sangat binggung memikirkan nya."
Melihat wajah Tiara yang selalu sedih, Verra pun langsung menarik tangan Tiara untuk pergi dari Apartemen nya.
" Kita mau pergi ke mana,?"
Verra hanya bisa terdiam saja mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
Tiara pun hanya bisa pasrah saja ketika dia di bawa pergi oleh Verra, Tiara mengeluarkan handphone nya dia melihat hasil pemotretan Lucas dan Miranda.
" Sangat sempurna sekali hasil pemotretan mereka berdua, wahhh Miranda seperti nya berhasil mendapatkan hati Lucas."
Tiara tersenyum puas melihat hasil pemotretan tersebut.
" Tidak mungkin Miranda dengan mudah mendapatkan hati Lucas, Miranda dan Bianca bagaimana langit dan bumi."
__ADS_1
Verra yang lebih memihak kepada Bianca.
" Bianca adalah seorang Ratu, sudah tidak ada lagi yang bisa bersaing dengan nya."
Tiara merasa sangat kesal sekali ketika mendengar perkataan Verra.
" Tapi kenyataannya dia sekarang menikah dengan mantan kekasih ku, jika aku tidak putus dengan Lucas mungkin Bianca akan menjadi single seumur hidup nya."
Verra merasa tidak akan pernah bisa menang membicarakan tentang Bianca di hadapan Tiara karena Tiara yang sangat benci Bianca.
Ternyata Verra membawa Bianca ke salon kecantikan.
" Kita bersihkan semuanya yaa, agar kamu lebih segar lagi seperti dulu."
Verra dan Tiara masuk ke dalam Salon kecantikan tersebut, tapi Tiara merasa hawatir jika dia bertemu dengan Laura Anna.
" Mbak Verra, siapa yang punya salon kecantikan ini? Jika Laura Anna lebih baik aku pergi saja. Malas sekali aku jika bertemu dengan nya, hanya membuatku sakit hati di permalukan oleh perkataan nya."
Verra pun langsung mencari tahu siapa pemilik salon kecantikan tersebut dan ternyata bukan Laura Anna.
Tiara merasa sangat aman sekali ketika dia mengetahui bukan Laura Anna pemilik Salon kecantikan tersebut.
Tiara pun mulai melakukan perawatan seluruh tubuh nya, sedangkan Verra memilih untuk menunggu Tiara.
Tanpa sepengetahuan Tiara, Verra menghubungi nomer handphone Raffi.
" Semoga saja Raffi langsung menjawab panggilan telephone ku, sehingga Tiara tidak mendengar perkataan kita berdua."
Verra memilih mencari tempat yang aman untuk menelephone Raffi.
Raffi yang sedang Rapat penting dia tidak mengetahui ada panggilan telephone masuk, Raffi menyimpan handphone nya di dalam mobil nya sehingga tidak tahu ada panggilan telephone masuk dari Verra.
" Astaga Raffi, kenapa tidak di jawab yaa."
Verra mencoba untuk menghubungi kembali nomber handphone nya tapi ternyata memang tidak ada jawaban nya.
__ADS_1
Sehingga Verra memilih pergi membelikan baju untuk Tiara di saat Tiara yang sedang sibuk dengan perawatan tubuh nya.