
Setelah selesai mandi Daniel pun keluar dari kamar dia tidak membawa handphone nya karena itu bisa menggangu nya saja.
Apalagi jika Tiara sampai mengirimkan pesan kembali kepada nya, dia pasti akan merasa salah tingkah di dekat Lucas.
Daniel dan Lucas keluar secara bersamaan dari kamar nya, setiap melihat wajah Lucas, Daniel selalu merasa kaget.
Dan membuat Lucas merasa sangat curiga sekali terhadap Kakak nya, melihat tatapan mata Lucas yang tidak biasa membuat Daniel langsung mencairkan suasana.
Daniel menarik kasar tangan Lucas agar segera turun dan makan malam bersama dengan keluarga nya.
" Cepatlah, jangan sampai Mama berteriak kencang kepada kita berdua."
Lucas pun kelihatan sangat kebingungan sekali dan mereka berdua duduk saling berdampingan.
Venna merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Lucas dan Daniel begitu sangat akur.
" Mama berharap kalian berdua akan selalu seperti ini yaa, selalu akur dalam ikatan adik dan kakak. Mama tidak mau hanya karena asalan sepele kalian berdua jadi bertengkar dan bahkan saling bermusuhan, jaga baik-baik hubungan kalian berdua."
Daniel pun seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Mama nya, dan seketika dia pun langsung berpikir apakah dia yang akan membuat hubungan mereka berdua menjadi berpisah hanya karena seseorang Tiara.
" Bukan kah kita berdua selalu akur yaa, tidak pernah bertengkar."
Lucas menepuk pundak Daniel dan Daniel hanya tersenyum tipis kepada Lucas.
" Lucas Papa melihat sekarang kamu tidak murung lagi, sekarang kamu kelihatan sangat ceria sekali ada apa sebenarnya dengan kamu."
Lucas tidak mungkin menceritakan semuanya karena ada Mama nya, dia hanya bisa tersenyum saja.
" Seperti ini karena kepulangan Sebastian Gunawan, karena sekarang Lucas yang sudah menjadi Asisten pribadi nya Bianca dan itu sangat luar biasa sekali."
Daniel melihat seperti nya Lucas tidak bahagia karena itu, dia seperti bahagia karena Tiara.
" Aku bahagia karena selalu ada penyemangat di kehidupan ku sehari-hari, dan itu yang membuat aku begitu sangat bahagia sekali."
Venna hanya bisa terdiam saja ketika Lucas yang sudah membahas tentang Tiara, dia tidak mau makan malam mereka menjadi berantakan hanya karena membicarakan Tiara.
" Daniel, kenapa dari tadi kamu hanya terdiam saja kamu sedang memikirkan apa sih. Apakah sekarang kamu yang sudah mempunyai kekasih,? kamu sudah mulai berpacaran?."
__ADS_1
Pertanyaan Venna membuat Daniel yang sedang fokus makan dia sampai tersedak dan Lucas pun langsung memberikan minum kepada Daniel.
" Maafkan Mama ya Daniel, pertanyaan Mama membuat kamu tersedak seperti itu."
Daniel pun menggelengkan kepalanya sambil menyimpan kembali minuman nya.
" Tidak apa-apa Mam, aku hanya sedang banyak pikiran sekarang."
Daniel pun memilih untuk menyudahi makan malam nya.
" Memang nya benar kamu sudah mempunyai pacar,? siapa dia ?."
Lucas kembali membahas pertanyaan Mama nya dan membuat Daniel menjadi salah tingkah kembali.
" Aku tidak mempunyai pacar, aku masih memilih untuk sendirian itu jauh lebih nyaman."
Lucas merasa tidak percaya dengan perkataan Daniel, dia akan bertanya kepada Daniel di saat mereka sedang berdua saja.
" Yasudah lanjutkan makan malam nya yaa."
Daniel yang merasa sudah kenyang dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
Daniel pun langsung berjalan menuju ke kamar nya.
" Di saat Lucas yang sudah mulai ceria, sekarang Daniel yang kelihatan sangat murung sekali. Sebenarnya ada dengan kalian berdua,? seperti anak kembar saja."
Lucas sebenarnya ingin sekali menyusul Daniel ke kamar nya tapi tadi dia mendengar jika Daniel yang sangat capek dan ingin beristirahat.
Lucas pun memilih untuk meneruskan makan malam nya, karena dia merasa baru menikmati nikmatnya makan malam bersama dengan keluarga nya.
" Lucas bagaimana dengan Sebastian Gunawan, apakah dia bersikap baik dengan mu?. Dia tidak mempermasalahkan kamu dengan Bianca kan, Sikap Sebastian profesional kan dengan kamu?."
Lucas menceritakan semuanya kepada Papa nya, agar tidak berpikiran negatif terhadap keluarga Beryl Bianca.
" Aku lebih dekat dengan Bu Laura, dia sangat baik sekali dengan ku dia profesional sekali dengan ku. Buktinya sebelum aku menjadi Asisten pribadi Bianca, aku di tes terlebih dahulu."
Benny merasa sangat bersyukur sekali ketika Lucas di perlakukan dengan baik oleh Sebastian.
__ADS_1
" Yasudah Lucas, sekarang kamu fokus ya pada pekerjaan kamu. Semoga saja mereka selalu baik dengan kamu, dan kamu menjadi pegawai yang terbaik."
Sebenarnya Venna yang lebih menginginkan Lucas bisa semakin dekat dengan Bianca, dan secara perlahan melupakan Tiara.
" Kamu juga bersikap baik kan kepada Bianca,? kamu tidak jutek kan kepada Bianca. Mama mohon bersikap baik dengan Bianca, jangan bersikap jutek karena apa yang kamu dapatkan sekarang dan Papa kamu dapat itu berkat kebaikan Bianca."
Lucas pun langsung terdiam dan dia pun mulai merasa sangat bersalah sekali dengan Bianca.
" Lucas sekarang Mama tidak lagi berdebat dengan kamu hanya karena kekasih mu itu, Mama memang belum bisa menerima kehadiran tapi Mama tidak mau hubungan kita berdua menjadi renggang yaa."
Lucas langsung memeluk erat Mama nya.
" Maafkan aku Mam, atas sikap ku yang sebelumnya. Dan besok juga aku akan meminta kepada Bianca, semoga saja Bianca mau menerima permintaan maaf ku."
Selesai makan Lucas pun langsung pergi ke kamar nya.
Lucas yang sebenarnya dia ingin masuk ke dalam kamar Daniel, tapi sepertinya Daniel yang sedang istirahat.
" Mungkin tidak untuk sekarang, aku tidak mau menganggu waktu istirahat nya. Ada waktu nya hari libur, kita bisa makan dan kopi bareng."
Lucas pun masuk ke dalam kamar nya, sedang Daniel dia membiarkan handphone nya yang bergetar.
Daniel tidak mau membaca pesan dari Tiara, yang isinya hanya untuk menjebak nya saja.
" Tiara dia benar-benar tidak mau berhenti untuk menganggu ku, apa yang harus aku lakukan sekarang."
Daniel membiarkan handphone tapi dia juga merasa penasaran dengan apa yang di kirimkan oleh Tiara kepada nya.
Akhirnya Daniel pun mengambil handphone dan dia membaca pesan dari Tiara.
Daniel merasa sangat terkejut sekali ketika Tiara mengirimkan foto dirinya yang memakai pakaian sehelai pun.
Tangan Daniel sampai gemetar karena foto tersebut yang hanya bisa di lihat satu kali saja.
* Beritahu kapan hari nya, aku ingin bisa bersama dengan mu.*
* Tiara apakah kamu tidak merasa malu sudah mengirim foto seperti itu kepada ku,? hilang harga diri mu. Aku ini adalah calon Kakak ipar mu, kenapa kamu sampai melakukan ini semua*
__ADS_1
* Kamu calon kakak ipar ku tapi lebih berpikir jika kamu itu adalah calon suami ku*
Daniel memilih untuk tidak meneruskan pesan nya, dia menyimpan handphone nya dan lebih mematikan lampu kamar nya.