
Beryl tidak sengaja menabrak Lucas karena dia yang berlari, Beryl tidak mengetahui jika yang di tabrak itu adalah Lucas.
"Astaga maafkan aku yaa maafkan."
Beryl menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat siapa yang yang ada di hadapannya.
"Iya tidak apa-apa, oh iya sekarang pulang sekolah kita akan kerja kelompok bareng yaa. Katanya kamu yang akan mengajar mata pelajaran matematika."
Mendengar suara nya Beryl seperti mengenal dia pun memberanikan diri untuk melihat nya. Begitu sangat terkejut nya Beryl ketika melihat lelaki impian nya ada di hadapannya.
"Lucas, kamu bicara dengan ku."
Suara Beryl terdengar sangat bergetar sekali.
"Iya Beryl Bianca, mohon bantuannya yaa nilai ku kurang di mata pelajaran matematika."
Lucas pun tersenyum manis kepada Beryl dan dia langsung pergi.
"Astaga aku gugup dan bergetar hebat, dia sangat tampan sekali."
Beryl pun langsung masuk ke dalam kelas nya dia tersenyum manis kepada Amira.
"Tumben sekali kamu tersenyum manis di pagi hari biasanya selalu saja cemberut."
Beryl pun memeluk erat tubuh Amira.
"Mimpi apa yaa aku semalam, Lucas bicara dengan ku dan dia ingin di ajarkan matematika nanti pulang sekolah. Astagaaa, aku sangat senang sekali."
Amira pun merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan Beryl.
"Aku yakin jika kamu terus melakukan hal yang positif terhadap Lucas, dan Lucas juga memperhatikan kamu dia akan menyadari jika kamu mempunyai perasaan terhadap nya."
Beryl melepaskan pelukan erat nya.
"Beryl Bianca kamu sangat cantik sekali, kamu juga murid yang pintar dan berprestasi. Dan kamu terlahir dari keluarga kaya raya, kamu dan keluarga Lucas sama."
Beryl merasa tidak setuju dengan salah satu perkataan Amira.
"Tidak Amira, untuk kehidupan keluarga ku itu sangat privasi sekali. Bahkan Ayah ku pun tidak pernah menulis ku di dalam wawancara nya jika dia di beritakan tentang perusahaan nya. Aku ingin lelaki yang mengenal ku dia pekerja keras dan dia tidak mengetahui ku jika aku Beryl Bianca anak dari pemilik perusahaan tersebar ke tiga di negara ini."
__ADS_1
Amira begitu sangat bangga memiliki sahabat seperti Beryl, dia tidak pernah sombong dan selalu rendah hati.
"Baiklah Beryl, sekarang lebih baik persiapkan nafas panjang mu. Karena nanti pulang sekolah kamu akan berdekatan dengan Lucas, dia pasti akan lebih ingin di perhatikan oleh kamu."
Wajah Beryl pun seketika langsung memerah dia sangat malu sekali.
"Aku tidak bisa membayangkan nya, aku pasti akan sangat senang sekali."
Bell masuk pun berbunyi Beryl dan Amira mulai fokus pada pelajaran nya.
Beryl merasa tidak sabar sekali dia cepat-cepat jam pulang.
***
Di tempat yang berbeda Tiara Lestari dia pun mulai dengan aktifitas nya sebagai seorang model, dia mendekati meneger nya karena meneger mengetahui keadaan Tiara yang sebenarnya.
"Aku merasa sangat binggung sekali Mbak, Ayah ku sekarang hanya bisa tidur lemas di kasur karena penyakit komplikasi nya. Aku sekarang benar-benar menjadi tulang punggung keluarga, karena jika aku mengandalkan dari penjualan kue tidak mungkin cukup."
Meneger Tiara merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi Tiara, Tiara yang hanya akting di luar seperti gadis sosialita yang berkecukupan.
"Apa kamu masih berharap cinta abadi dari Lucas,? bagaimana jika keluarga Lucas mengetahui keadaan keluarga kamu yang sebenarnya. Kamu tidak akan mendapatkan restu dari keluarga Lucas yang kaya raya itu."
Meneger Tiara selalu mengingatkan Tiara agar mengakhiri hubungan dengan Lucas, karena pasti akan berakhir tidak baik.
Meneger Tiara tidak bisa berbicara apa-apa jika sudah membicarakan Lucas.
"Jika kamu menginginkan bayaran yang besar, apakah kamu sanggup menjadi model majalah dewasa?."
Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar penawaran dari meneger nya.
"Model majalah dewasa,? apa jadinya jika ke dua orang tua ku mengetahui nya. Mereka pasti akan marah besar kepada ku."
Tiara menolak dengan tegas penawaran Meneger nya itu.
"Yasudah jika kamu tidak mau, bayaran sangat besar sekali."
Meneger tersebut pun memilih untuk pergi meninggalkan Tiara sendiri dia membiarkan Tiara untuk berpikir.
"Astaga, aku memang dalam posisi yang ingin mendapatkan banyak uang. Tapi apakah aku harus melakukan itu semua."
__ADS_1
Tiara mulai merasa gelisah dan Meneger nya pun memperhatikan nya.
"Sebentar lagi dia akan memutuskan nya, dan aku yakin Tiara tidak akan punya pilihan lain."
Meneger Tiara pun pergi dan Tiara hanya sendirian ruangan tersebut.
Handphone Tiara pun tiba-tiba saja berdering dia melihat panggilan telephone masuk dari Ibu nya. Tiara pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Bu ada apa*
*Tiara, Ibu dan Ayah sekarang sedang berada di Rumah Sakit. Untuk memeriksa kondisi Ayah, semoga saja Ayah bisa sembuh kembali*
Seketika air mata Tiara pun mengalir deras di pipinya, Tiara menarik nafas panjang nya dia tidak mau ibu nya mengetahui jika dirinya yang sedang menangis.
*Tiara doakan semoga Ayah sehat kembali, dan Tiara di sini akan selalu berjuang mencari uang agar Tiara bisa membiayai pengobatan Ayah*
*Maafkan Ayah dan Ibu yaa Nak, kamu sekarang menjadi tulang punggung keluarga kita*
*Tidak apa-apa Bu, Tiara melakukan dengan ikhlas. Bu Tiara kerja dulu yaa, ibu selalu memberikan kabar Tiara tentang kondisi Ayah*
*Iya sayang, hati-hati yaa*
Tiara mengakhiri panggilan telephone nya dan dia menangis histeris di dalam ruangan. Meneger Tiara mendengar tangisan Tiara dia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Tiara kamu baik-baik saja kan,? Tiara kenapa kamu sampai menangis seperti ini."
Meneger Tiara begitu sangat panik sekali melihat kondisi Tiara.
"Ayah ku sekarang sedang di Rumah Sakit, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku merasa bukan anak yang berguna untuk keluarga ku."
Meneger Tiara mencoba untuk menenangkan perasaan Tiara, Tiara yang saat ini dia butuh banyak uang.
"Seperti aku terima tawaran foto tersebut, aku sudah tidak punya pilihan lagi. Sekarang aku butuh banyak uang pengobatan Ayah ku, apapun sekarang akan aku lakukan demi mendapatkan banyak uang."
Tiara sudah tidak punya pilihan lagi dia ingin membawa Ayah ke Rumah Sakit besar yang terbaik, Tiara menginginkan kesehatan untuk Ayah nya.
"Baiklah Tiara, mulai besok kamu bisa langsung melakukan pemotretan nya."
Meneger merasa jika Tiara pasti banyak di minati karena tubuh nya yang putih mulus dan juga wajah nya cantik.
__ADS_1
"Baiklah jika besok langsung pemotretan nya, aku siap menjalani nya."
Tiara mencoba untuk kuat walaupun sebenarnya dia tidak menginginkan nya.