
Lucas sampai di kantor dan ternyata Bianca sudah menunggu Lucas di lantai dasar.
" Apakah aku telat,? kenapa sebelum tidak memberitahu dulu."
Bianca tersenyum tipis kepada Lucas.
" Kita langsung berangkat yaa, pakai mobil aku saja yaa."
Lucas tersenyum lebar akhirnya dia bisa berduaan lagi dengan Bianca.
Lucas berjalan di belakang Bianca dan Bianca pun membalikkan badannya.
" Kamu yang bawa mobil yaa."
Bianca memberikan kunci mobil kepada Lucas.
" Siap Nona Beryl Bianca."
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Lucas langsung menjalankan mobil nya.
" Bianca kamu sangat cantik sekali hari ini, semakin kamu kesal semakin kamu cantik banget loh."
Bianca terdiam mendengar perkataan Lucas kepada nya.
Lucas pun merasa jika Bianca yang tidak merespon perkataan nya.
" Apakah kamu mengatakan hal tersebut karena kamu sedang bersama dengan ku, dan seperti nya kamu mengatakan hal tersebut karena sedang masa-masa pemulihan sakit cinta."
Lucas sudah menduga jika Bianca yang masih saja membahas tentang kisah cinta nya dengan Tiara.
" Bianca, aku sudah melupakan Tiara. Aku tidak mungkin kembali dengan nya, karena sekarang aku mengetahui jika penyebab Tiara mengakhiri hubungan ini karena memilih lelaki lain."
__ADS_1
Lucas mencoba untuk meyakinkan Bianca kembali.
" Lalu bagaimana jika Tiara hadir kembali dan mengemis cinta untuk mu,? dia dengan segala jurus cinta dia ingin kembali bersama dengan kamu."
Bianca pun tersenyum sinis kepada Lucas.
" Kamu sekarang seperti tidak yakin dengan ku, aku yang tidak bisa membuktikan apa-apa jika tidak menjalani hubungan dengan mu."
Lucas secara tidak langsung dia sudah mengatakan cinta nya kepada Bianca.
" Maksud mu apa yaa Lucas,? apa maksud kata-kata mu itu."
Lucas seketika langsung tersipu malu-malu.
" Ya kita pacaran Bianca, dengan itu kamu mengetahui kan jika aku ini sudah berpindah hati."
Bianca mencoba untuk tetap tenang dia tidak mau terpengaruh oleh perkataan Lucas.
" Jadi kamu ingin berpacaran dengan ku itu seperti sebuah percobaan saja,? apakah kamu sudah melupakan Tiara atau belum begitu maksud nya ?."
" Astaga Bianca, tidak seperti itu sayaaaaang. Kita pacaran dan setelah itu kita menikah dan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita yang cantik dan ganteng."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar perkataan Lucas yang sudah sangat jauh sekali.
" Pikiran mu terlalu jauh Lucas, umur kita berdua saja belum 20 tahun tapi kamu sudah berpikir sampai menikah dan punya anak."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gedung produksi.
Bianca memilih untuk langsung membuka pintu mobil nya, karena dia merasa sangat malas sekali ketika mendengar perkataan Lucas.
Bianca mencoba untuk menutup hati nya untuk kehadiran Lucas, dia tidak mau di hianati Lucas.
__ADS_1
" Bianca dia benar-benar tidak mau berjalan bareng dengan aku, Bianca yang tidak lagi mempunyai perasaan seperti dulu lagi."
Lucas memarkirkan mobilnya dan setelah itu dia baru menyusul Bianca ke dalam gedung produksi.
Lucas berdiri di samping Bianca, dia menyentuh tangan Bianca.
Lucas ingin berpegangan tangan dengan Bianca, tapi Bianca dia langsung menginjak sepatu Lucas karena merasa sangat malu sekali di lihat oleh banyak karyawan yang ada di sana.
Bianca pun memulai untuk berbicara di depan banyak karyawan nya, dia menjelaskan maksud dari kedatangan nya ke sana.
Lucas diam-diam dia mengambil video Bianca, dia merasa sangat kagum sekali melihat Bianca yang begitu sangat pintar dalam komunikasi dan cara bicaranya pun yang sangat berkelas.
Di saat Bianca dan Lucas dengan menikmati waktu kebersamaan nya, di tempat yang lain Tiara harus merelakan orang tua pergi dari Apartemen nya.
Tiara menangis ketika melihat Ibu dan Ayah nya sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah mereka yang dulu.
" Ibu dan Ayah sudah siap untuk pergi, kamu tidak usah mengantarkan Ibu dan Ayah."
Tiara memegang tangan Ayah dan Ibu dia tidak rela jika orang tua nya pergi meninggalkan dia.
" Kenapa ibu dan Ayah harus pergi sih, sudah diam di sini bersama dengan Tiara."
Tiara memohon kepada orang tua nya untuk tidak pergi.
" Maafkan Ibu dan Ayah, tapi kita merasa lebih nyaman untuk tinggal di rumah yang lama. Merasa lebih bebas untuk beraktivitas di dalam dan di luar ruangan, sudahlah Tiara biarkan Ibu dan Ayah pergi."
Tiara dengan berat hati dia pun melepaskan genggaman tangan nya, dan orang tua Tiara pun keluar dari Apartemen tersebut.
Tiara mengikuti sampai lantai dasar dia menunggu sampai ada taksi.
Tiara terus saja menangis ketika melihat orang tua nya yang masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
" Maafkan aku Ayah dan Ibu."
Tiara pun kembali masuk ke dalam Apartemen nya.