
Tiara merasa hubungan nya dengan Daniel tidak seperti keinginan nya, dia yang menginginkan agar bisa segera hamil supaya bisa lebih mudah untuk masuk ke dalam keluarga Daniel.
Tiara masuk ke dalam Apartemen nya dan orang tua melihat wajah Tiara yang seperti sangat kesal sekali.
Tiara memilih masuk ke dalam kamar nya, dia tidak memperdulikan orang tua yang melihat nya.
" Ayah merasa tidak nyaman tinggal bersama dengan Tiara, kita berdua seperti di kurung di dalam Apartemen ini. Tidak pergi ke mana-mana, apakah Tiara melakukan ini semua karena dia yang merasa malu mempunyai orang tua yang seperti kita ini."
Ibu Tiara pun merasakan hal yang sama tapi dia tidak bisa melakukan apapun dengan kondisi seperti ini.
" Ayah akan meminta bantuan kepada Nona Bianca, dia pasti akan membantu kita berdua Bu."
Ayah Tiara pun langsung untuk bisa bertemu dengan Bianca besok siang karena dirinya yang mempunya kartu nama Tiara.
" Yaudah Ayah, ibu Ikut Ayah. Dan ibu juga merasa sudah tidak nyaman sekali seperti ini, karena ibu lebih memilih ingin bebas hidup seperti biasanya."
kedua orang tua Tiara sepakat untuk meninggalkan Apartemen tersebut dan lebih memilih untuk tinggal di tempat sederhana saja.
Tiara tidak mengetahui rencana kedua orang tuanya, dia hanya fokus pada pekerjaan nya dan juga hubungan dengan Daniel.
Tiara berharap jika Daniel bisa segera menikah secepatnya dengan nya, agar dia lebih puas membuat Venna Belinda kecewa sekali dengan sikap Daniel.
__ADS_1
" Rasa sakit hati ku yang sangat mendalam sekali dengan Tante Venna, dia yang tidak suka dengan hubungan ku dengan Lucas. Sekarang aku sudah berhubungan keterlaluan sekali dengan Daniel, dia pasti merasa sangat kecewa sekali jika sampai aku bisa bersama dengan Daniel."
Tiara sangat berharap besar dia bisa sampai hamil anak Daniel, Tiara begitu sangat ingin mengandung benih cinta nya bersama dengan Daniel.
" Aku harus membicarakan tentang pernikahan ini dengan Daniel, aku tidak akan diam seperti ini."
Tiara mengambil tas nya dan dia berniat untuk pergi dari rumah nya, ketika Tiara keluar dari kamar nya dia melihat orang tua nya yang sedang melamun sedih.
Tiara pun langsung menghampiri kedua orang tuanya.
" Ayah dan ibu, Kenapa kalian berdua seperti sangat sedih seperti ini."
" Tiara, ibu dan Ayah berniat untuk kembali tinggal di rumah kita yang dulu. Ibu dan Ayah lebih suka tinggal sederhana saja, tidak seperti ini."
Tiara merasa sangat sedih sekali ketika orang tua nya tidak betah tinggal bersama dengan nya.
" Kita berdua tahu apa yang membuat kamu melakukan ini semua, karena merasa malu mempunyai orang tua yang miskin. Tenang saja kita berdua tidak akan menyebutkan jika kita berdua ini adalah orang tua kamu yaa, besok ibu dan Ayah akan pergi."
Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menangis.
" Tidak Ayah, aku tidak mau Ayah dan Ibu pergi meninggalkan ku. Aku hawatir jika berjauhan dengan Ayah dan Ibu, aku ingin selalu bisa bersama dengan Ayah dan Ibu."
__ADS_1
Tiara menatap wajah kedua orang tuanya tapi kedua orang tuanya tetap ingin pergi besok.
" Tidak Nak, kamu fokus saja pada pekerjaan yaa. Ibu dan Ayah past akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu, kamu adalah anak kesayangan ibu dan Ayah."
Tiara menangis tersedu-sedu di hadapan orang tua nya, dia memeluk erat tubuh orang tua nya.
" Ayah dan ibu, maafkan aku yang tidak bisa jujur dengan keadaan ku di depan banyak orang. Aku tidak mau membuat banyak orang yang merendahkan ku, hanya karena aku yang terlahir dari keluarga sederhana tapi aku tidak pernah ingin Ibu dan Ayah mengetahui nya."
Ibu nya melepaskan pelukan erat Tiara, dan dia pun tersenyum.
" Sudahlah jangan berpikiran negatif yaa, walaupun Ibu dan Ayah tidak lagi Ting bersama dengan kamu yaa."
Tiara menganggukkan kepalanya dan ibu nya melihat Tiara yang seperti akan pergi.
" Aku pergi dulu yaa Bu."
Tiara bersalaman dengan kedua orang tuanya dan Tiara pun keluar dari Apartemen tersebut dengan air mata.
Tiara mengeluarkan tissue yang ada di dalam tas nya, dia juga mengambil bedak dan lipstik.
Tiara tidak kehilangan habis menangis dan hadapan Daniel.
__ADS_1