Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #268#


__ADS_3

Keesokan harinya Daniel ingin mengikuti keinginan istrinya, yang ingin memeriksa kehamilan nya ke Dokter Specialis Kandungan.


" Tiara, ayo cepat mandi kita akan pergi ke Dokter Specialis Kandungan."


Tiara yang tidak di beritahu sebelumnya dia pun langsung melamun.


" Kenapa melamun diam seperti itu, ayo cepat mandi."


Tiara pun langsung pergi untuk bersiap.


Daniel memejamkan mata nya dia berharap anak yang ada di dalam kandungan Tiara berjenis kelamin perempuan.


" Semoga saja anak perempuan ku berjenis kelamin perempuan, setidaknya apa yang Mama ingin bisa aku berikan."


Daniel menunggu Tiara dia tidak memberitahu kepada Lucas jika dia akan datang telat karena menurut Daniel dia yang memiliki kuasa penuh pada perusahaan tersebut.


Karena Daniel yang merasa anak lelaki pertama.


" Ayo Daniel aku sudah siap."


Tiara begitu sangat cantik sekali membuat Daniel tersenyum.


" Cantik sekali ibu hamil ku ini."


Daniel dan Tiara keluar dari Apartemen, tanpa sepengetahuan mereka berdua ada orang suruhan Raffi yang masih saja mengikuti mereka berdua.


Raffi masih saja menyimpan perasaan cinta terhadap Tiara.


" Tiara, jika jenis kelamin anak kita perempuan Mama pasti sangat senang sekali."


Tiara membuka pintu mobil nya, dia merasa tertekan dengan keinginan Daniel.


" Lalu bagaimana jika anak ini lelaki, apakah kamu tidak akan sayang kepada nya?. Daniel yang bicara seperti itu, apapun yang di berikan oleh Tuhan kepada kita harus kita syukuri."


Daniel merasa sangat bersalah sekali dia membuat Tiara menjadi emosional.


" Tiara, maafkan aku yaa. Aku tidak bermaksud seperti itu yaa, aku benar-benar merasa bersalah."


Tiara tidak mau menjawab perkataan maaf Daniel, dia mengelus perut nya.


Daniel pun menyalakan mesin mobil nya, di perjalanan menuju ke Rumah Sakit. Tiara lebih memilih untuk diam, Tiara merasa ingin menagis.


Sesampainya di Rumah Sakit, Tiara turun dari mobil dia tidak mau di gandeng oleh Daniel.


Tiara berjalan cepat dan membuat Daniel merasa sangat hawatir sekali, Daniel pun langsung mengejar Tiara.


" Tiara jangan seperti ini, aku tidak mau kamu sampai terjatuh."


Tiara duduk dan Daniel yang daftar, ketika Tiara di periksa berat badan dan juga tensi darah.

__ADS_1


Tensi darah Tiara yang lumayan tinggi tidak seperti biasanya nya.


" Tensi darah nya lumayan tinggi yaa Bu, bisanya selalu normal."


Tiara hanya terdiam saja karena merasa dia yang memang sedang emosional.


Daniel yang mendengar perkataan Suster tersebut dia langsung menghampiri Tiara.


" Sudah yaa lupakan perkataan aku yang tadi yaa, kamu harus kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan mu."


Tiara masih saja terdiam sambil mengelus perut nya, sampai akhirnya nama Tiara yang di panggil.


Tiara pun langsung masuk dan menjalankan pemeriksaan.


" Semuanya bagus yaa, dan seperti nya jenis kelamin pun sudah bisa di tebak."


Daniel seketika langsung terkejut ketika mendengar perkataan Dokter.


Tiara langsung menghela nafas panjang nya.


" Jenis kelamin perempuan, tapi kita pastikan lagi yaa setiap bulan nya."


Daniel di buat tidak percaya dengan perkataan Dokter.


" Perempuan Dok, sumpah saya sangat senang sekali."


Tiara melihat mata suaminya yang sampai berkaca-kaca mendengar nya.


Tiara dan Daniel pun keluar dari ruangan pemeriksaan, Tiara bersikap datar karena Tiara yang tidak memaksa jenis kelamin.


Tiara menerima apapun yang di berikan oleh Tuhan kepada nya.


Di saat mereka duduk di tempat pengambilan obat.


Daniel dengan penuh semangat dia mengupload foto USG kehamilan Tiara,


Daniel meluapkan kata-kata kebahagiaan yang akan mendapatkan anak perempuan.


Daniel berharap Mama nya bisa membaca nya.


Setelah mendapatkan obat Daniel langsung mengantarkan Tiara pulang ke Apartemen.


" Daniel, aku ingin pulang ke rumah Ayah dan Ibu. Aku merasa hawatir dengan Raffi, lelaki yang menginginkan ku dengan berbagai cara nya."


Daniel mengikuti apa yang di katakan oleh istrinya, Daniel juga ingin istrinya merasa aman dan nyaman.


Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya mereka berdua sampai di rumah orang tua Tiara.


" Kamu hati-hati yaa sayang, aku akan menjemputmu pulang."

__ADS_1


Tiara yang hanya bisa tersenyum manis kepada Daniel, dia pun langsung berjalan menuju ke pintu rumah nya.


Melihat Tiara yang sudah masuk ke dalam rumah nya, barulah Daniel menjalankan mobilnya.


Di tempat yang berbeda Bianca melihat Daniel yang belum sampai di kantor, Lucas yang sebenarnya ingin membicarakan tentang pernikahan mereka dia memilih untuk diam ketika melihat pandangan mata Bianca yang sangat sinis sekali.


" Apakah dia tidak akan masuk bekerja,? Kenapa tidak ada keterangan sama sekali."


Benny hanya bisa terdiam karena dia tidak tahu Daniel pergi ke mana.


Bianca yang sudah merasa sangat kesal dia pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan nya.


Lucas memilih untuk menunggu kedatangan Daniel.


" Kenapa dia begitu sangat seenaknya ya, ihhhh Daniel kau membuat ku malu."


Ketika Lucas hendak masuk ke dalam ruangan, Daniel pun datang dia mengabaikan Lucas.


Daniel bersikap seenaknya dia tidak menghargai Bianca yang menjadi pemimpin perusahaan nya.


" Daniel, kamu sudah dari mana?."


Benny langsung menghampiri Daniel.


" Aku sudah pergi ke Dokter Specialis Kandungan, dan merasa sangat bahagia sekali ternyata anak pertama ku perempuan."


Daniel tersenyum manis kepada Papa nya.


" Perempuan, seperti keinginan Mama mu yang menginginkan anak perempuan."


Benny langsung memeluk erat Daniel.


" Semoga saja dengan kehadiran anak perempuan mu itu, bisa membuat Mama mu menjadi Luluh."


Daniel menganggukkan kepalanya dia melepaskan pelukan erat dari Papa nya.


Ketika Daniel yang merasa bahagia, Lucas merasa tidak nyaman dengan Bianca.


" Kakak mu baru pulang dari Dokter Specialis Kandungan ternyata, dan dia begitu sangat bahagia sekali ketika mendapatkan anak perempuan pertama."


Bianca menyimpan handphone di atas meja kerja.


" Karena Mama yang sangat suka sekali dengan anak perempuan, maka nya Daniel begitu sangat bahagia sekali."


Lucas langsung tersenyum tipis.


" Apakah itu tandanya anak perempuan mereka akan menjadi cucu kesayangan di keluar,? dan jika kita mempunyai anak lelaki akan di abadikan."


Lucas tertawa mendengar perkataan Bianca.

__ADS_1


" Kita belum menikah, kenapa harus memikirkan tentang kehadiran anak."


Bianca pun langsung salah tingkah ketika mendengar perkataan Daniel kepada nya.


__ADS_2