Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (116)


__ADS_3

Bianca menonaktifkan handphone nya dia benar-benar merasa sangat marah sekali dengan Ibunya.


Laura pun merasa sangat hawatir sekali karena Bianca yang tidak kembali ke kantor dan juga tidak pulang ke rumah nya.


Kedatangan Sebastian semakin membuat Laura merasa sangat ketakutan sekali.


" Di mana Bianca,? kenapa dia tidak ada di meja makan. Bisanya dia sangat bersemangat sekali untuk makan, apakah dia mengurung diri di dalam kamar nya."


Sebastian mencoba untuk pergi ke kamar Bianca tapi Laura langsung memegang tangan nya dengan erat.


" Bianca tidak ada di dalam kamar nya, dia pergi belum kembali."


Sebastian merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari istrinya.


" Apa maksud mu Laura,? Bianca yang belum kembali? Bianca pergi ke mana?."


Laura pun menangis di hadapan suaminya, dia sampai menundukan kepalanya.


" Maafkan aku Mas, Bianca pergi karena aku."


Sebastian mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya, agar dia bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Bianca.


" Tenangkan diri mu yaa, dan cerita kan secara perlahan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua."


Sebastian mengambil tissue dan dia berikan kepada Laura.


" Bianca seperti dia marah ketika aku yang lebih percaya terhadap Lucas, aku meminta Lucas untuk mencari gambar yang baru untuk produk sepatu olahraga karena aku berpikir jika Lucas yang lebih mengetahui tentang model yang terbaik tapi ternyata hal tersebut membuat Bianca marah dan langsung pergi."

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan dari istrinya, Sebastian pun langsung pergi dari rumah untuk mencari Bianca dia yang sangat menghawatirkan kondisi Bianca.


Laura semakin menagis histeris ketika melihat suaminya yang seketika pergi begitu saja.


Laura pun memilih untuk menelephone Lucas.


Handphone Lucas berdering di saat makan malam telah selesai, tatapan sinis Daniel ketika dia mendengar handphone Lucas yang berdering.


Ketika melihat panggilan telephone masuk dari Laura, Lucas pun secepatnya dis langsung berlari menuju ke kamar nya.


" Seperti nya itu panggilan telephone masuk dari kekasihnya, sampai kapan hubungan mereka berdua terus seperti ini."


Perkataan Mama nya membuat Daniel merasa sangat cemburu sekali, walaupun Daniel dan Tiara hanya cinta sesaat saja tapi Daniel yang tidak mungkin bisa melupakannya apa yang sudah mereka berdua lakukan.


Daniel pun memilih untuk pergi ke kamar nya juga.


Daniel yang merasa sangat penasaran dia pun memilih untuk menghubungi nomer handphone Tiara.


Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika melihat handphone nya berdering dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Daniel.


" Daniel, ada apa yaa dia meneleponku."


Tiara pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Daniel ada apa yaa*


* Apakah kamu tadi mencoba untuk menghubungi Lucas*

__ADS_1


* Tidak, aku tidak menghubungi Lucas aku baru saja beres mandi*


* Baguslah kalau begitu*


* Memang nya kenapa yaa Daniel*


* Tidak apa-apa*


Daniel langsung mengakhiri panggilan telephone nya dan membuat Tiara merasa sangat penasaran sekali.


" Ada apa yaa dengan Daniel, kenapa tiba-tiba saja dia menayakan hal tersebut kepada ku."


Tiara pun seketika dia langsung terdiam sedangkan Daniel merasa cukup tenang.


Di saat Daniel merasa tenang giliran Lucas yang merasa ketakutan ketika mendapatkan panggilan telephone dari Laura.


* Hallo Ibu Laura*


* Lucas, Bianca belum juga pulang ibu merasa sangat hawatir sekali*


* Astaga Bianca pergi ke mana ya Bu, baiklah sekarang saya akan pergi untuk mencari Bianca*


Lucas mengakhiri panggilan telephone dia pun langsung mengambil jaket nya dan pergi ke luar kamar nya.


Tanpa berpamitan dengan kedua orang tuanya, Lucas pun langsung pergi dan masuk ke dalam mobil nya.


Daniel yang melihat Lucas dari jendela kamar nya, dia pun langsung pergi saja.

__ADS_1


__ADS_2