
Bianca merasa sangat senang sekali ketika melihat Ayah nya pulang dengan selamat, dan dia pun memberikan bucket bunga.
Bianca membiarkan Ayah untuk berbicara kepada di depan banyak wartawan, Bianca yang lebih fokus pada Ayah dia sampai tidak menyadari kedatangan Lucas.
Lucas memilih untuk diam di belakang Bianca untuk menghindar para wartawan yang ada.
Laura yang membalikkan badannya dia begitu terkejut ketika melihat kehadiran Lucas dengan membawa bucket bunga juga.
" Lucas kenapa kamu bersembunyi seperti itu."
Lucas menghindari kamera karena dia tidak mau Tiara mengetahui dirinya datang untuk menyambut Sebastian Gunawan.
" Biarkan saja Lucas di belakang kita, dia tidak mau sampai kekasih nya tau jika dia berada di bandara bersama dengan aku."
Bianca seperti sudah bisa membaca pikiran Lucas, hingga akhirnya Ayah nya pun memilih untuk mengakhiri sesi wawancara nya karena dia merasa sangat capek sekali.
Sebastian Gunawan menghampiri Bianca dan istrinya, tapi ternyata ada Lucas di belakang Bianca.
" Selamat datang kembali Bapak Sebastian Gunawan, semoga selalu sukses."
Sebastian Gunawan pun langsung meluk Lucas.
" Kamu harus lebih sukses dari Papa mu yaa, karena dia seperti tidak memberikan kesempatan untuk sukses kepada anak-anak nya."
Karena merasa sangat capek sekali, mereka pun memilih untuk pulang.
" Lucas kamu harus ikut ke rumah kita yaa, ibu sudah siapkan makanan yang sangat spesial sekali."
Lucas menatap wajah Bianca tapi Bianca yang lebih memilih untuk diam saja, karena dia tidak mau memaksa Lucas untuk harus mengikuti keinginan orang tua nya.
" Baiklah, saya akan ikut."
Wartawan menyoroti wajah Lucas yang berjalan bersamaan dengan Bianca.
" Siapa lelaki tampan itu yaa,? seperti dia adalah kekasih nya Beryl Bianca. Karena mereka berdua terlihat sangat dekat sekali, ini bisa menjadi berita hangat untuk besok."
Para Wartawan mencoba untuk mengambil foto kebersamaan Bianca dan Lucas.
Lucas masuk ke dalam mobil nya, dan Bianca bersama dengan orang tua nya.
__ADS_1
Bianca seperti di ingatkan ketika dia yang datang ke rumah Lucas untuk menjadi guru untuk nya, dan orang tua Lucas begitu sangat baik sekali menyuruh Bianca untuk makan bersama dengan mereka.
Sekarang waktunya Bianca membalas kebaikan orang tua nya Lucas.
" Bianca Ayo cepat masuk Nak, sangat panas sekali."
Bianca pun masuk ke dalam mobil nya dan dia tersenyum manis kepada ibunya.
Di perjalanan menuju ke rumah nya, Bianca hanya terdiam saja di dalam mobil.
" Bianca bagaimana dengan Lucas, dari mulai pekerjaan dan sikap nya kepada kamu? apakah dia bersikap baik atau masih saja sombong seperti dulu."
Sebastian Gunawan ingin mengetahui semuanya, dia tidak mau Bianca terpaksa menjadikan Lucas sebagai Asisten pribadi bukan karena kemampuan Lucas melainkan rasa cinta yang besar.
" Lucas bekerja dengan baik Ayah, ibu yang memeriksa hasil pekerjaan nya. Dia memang sangat layak sekali menjadi Asisten pribadi Bianca, bukan karena perasaan tapi dengan kemampuan nya."
Sebastian merasa sangat tenang sekali ketika mengetahui semuanya.
Mobil Lucas terus mengikuti mobil Bianca sampai akhirnya mereka pun sampai, Lucas membuka jendela mobil nya dia pun di buat sangat terpukau ketika melihat rumah mewah milik Sebastian Gunawan.
" Jauh lebih besar dari rumah ku yang dulu, seperti nya ini bukan rumah tapi sebuah istana negri dongeng dan Bianca adalah princess nya."
Sebuah kata sambutan pun di tulis sehingga seperti menyambut hari ulang tahun.
" Ayolah Lucas cepatlah masuk."
Laura sampai menarik tangan Lucas dan Lucas masih tidak percaya dengan rumah mewah Bianca.
Mereka pun langsung duduk di kursi depan meja yang penuh dengan hidangan yang spesial.
Bianca tidak percaya jika lelaki yang di cintai ada di rumah nya, duduk bersama dengan kedua orang tuanya.
Bianca pun memikirkan bagaimana cara nya agar mereka berdua bisa bersatu bersama.
" Ayo Lucas makan yang banyak yaa, karena kamu kelihatan seperti sangat capek sekali."
Laura yang begitu sangat memperhatikan Lucas.
" Pada saat di Singapura, Ayah bertemu dengan sepasang suami dan istri nya. Ayah merasa sangat kasihan sekali ternyata uang yang di berikan oleh Putri perempuan itu sangat sedikit sekali, sehingga membuat mereka berdua harus selalu berhemat. Mereka tidak mau banyak bicara karena mereka berdua mencoba untuk menghargai pemberian anak itu, karena anak nya yang menjadi tukang punggung dengan kerja keras nya sampai bisa membiayai orang tua nya untuk berobat ke Singapura."
__ADS_1
Mendengar cerita Ayah nya, membuat Bianca merasa sangat bersyukur sekali. Karena dia bisa terlahir dari keluarga yang berkecukupan, Tapi Bianca juga harus bersikap biasa-biasa saja.
" Orang tua pasti sangat bangga sekali mempunyai anak perempuan yang seperti itu."
Ketika Lucas mendengarkan cerita dari Sebastian Gunawan, membuatnya teringat dengan Tiara.
Lucas merasa sangat binggung sekali kenapa dia harus sampai mengingat Tiara di saat situasi seperti ini.
Handphone Lucas bergetar dan dia melihat ada pesan masuk di handphone nya, ternyata dari Tiara.
* Kamu sekarang sedang berada di mana,? apakah kamu ikut bersama dengan keluarga Bianca karena kamu itu adalah asisten pribadi Beryl Bianca, sekarang Beryl Bianca bisa bertemu dengan lelaki yang dia inginkan*
Lucas sampai menghelakan nafas panjang di tidak mengerti jika Tiara yang sensitif memikirkan hal yang berlebih-lebihan sekali.
* Tiara, aku tidak mempunyai perasaan terhadap Bianca. Karena niat aku itu ingin bisa menikah dengan mu Tiara, aku ingin serius bersama dengan mu*
* Aku tidak percaya dengan perkataan mu lagi, sekarang coba beritahu aku sekarang kamu sedang di mana*
Lucas terpaksa harus berbohong kepada Tiara, dia mengirimkan foto nya ketika berada di dalam ruangan nya.
Tiara tersebut melihat Lucas yang tidak ikut ke bandara bersama dengan Bianca.
* Terimakasih banyak yaa, kamu masih mau menjaga perasaan ku*
* Iya Tiara*
* Sudah ya jangan ganggu aku dulu, aku ingin beristirahat karena hari ini aku libur dan akan aku manfaatkan untuk bisa istirahat sepuasnya*
Tiara memasukkan handphone nya ke dalam tas nya karena dia sudah sampai di Apartemen sewa an nya.
Kedua orang Tiara merasa sangat kebingungan sekali kenapa Tiara tidak membawa ke rumah nya.
" Tiara kenapa kamu membawa kita ke sini, kenapa tidak ke rumah kita saja."
Tiara tersenyum mendengar perkataan Ibunya.
" Bu, aku sekarang mempunyai penghasilan untuk bisa menyewakan Apartemen untuk Ibu dan Ayah. Sebelumnya aku minta maaf karena aku yang belum bisa memberikan rumah yang mewah, sekarang hanya ini yang bisa aku berikan untuk kalian berdua."
Mata kedua orang tua Tiara pun berkaca-kaca ketika mengatakan hal tersebut, Tiara yang begitu sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1