
Bianca masih di kantin dia yang merasa sangat malas sekali untuk masuk ke kantor niat nya untuk melanjutkan kuliah semakin bulat.
" Ternyata apa yang aku bayangkan salah, aku yang membantu perusahaan Papa nya Lucas berharap mendapatkan simpatik dari Lucas tapi ternyata aku mendapatkan kebencian dari Lucas dan sekarang aku yang ingin bisa satu perusahaan dengan Lucas bahkan Lucas yang akan menjadi asisten pribadi ku semuanya terasa sangat hampa sekali."
Bianca pun memaksa dirinya untuk berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke ruangan nya.
Bianca berharap tidak bertemu dengan Lucas, dia yang ingin menghindar dari Lucas tapi ternyata Lucas datang dan membuat mereka berdua saling bertatapan wajah.
Bianca memasang wajah datar ketika dia bertemu dengan Lucas.
" Selamat pagi Ibu Bianca."
Lucas terlihat sangat sopan sekali dan senyuman yang manis tapi Bianca seakan seperti di tutupi hati nya agar tidak lagi terpesona dengan keindahan Lucas.
" Ini sudah siang dan sudah waktunya untuk bekerja, cepat masuk ke dalam ruangan mu."
Laura mendengar perkataan Bianca yang tidak seperti biasa nya, Lucas pun menundukkan kepalanya dan masuk ke dalam ruangan.
" Bianca apakah harus sampai seperti itu,? kamu sangat galak sekali sekarang."
Bianca tidak mempedulikan perkataan Ibu nya, dia pun duduk kembali di tempat kerja nya.
Bianca melihat ibu nya yang masuk ke dalam ruangan Lucas.
" Untuk apa sih ibu masuk ke sana, untuk meminta maaf kerena ucapan ku tadi seperti nya. Kenapa ibu begitu sangat sayang sekali dengan Lucas, aku hawatir ibu mempunyai perasaan terlarang dengan Lucas karena lebih peduli terhadap Lucas dari pada aku."
Bianca terus saja memperhatikan ibunya yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Lucas, mohon jangan di masukkan ke hati yaa tentang perkataan Bianca tadi. Sekarang lebih baik kamu fokus untuk membuat gambar sepatu olahraga terbaru yaa, biarkan pekerjaan kamu ibu yang mengerjakan nya."
Lucas tidak bisa menolak nya dia pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Laura, Lucas yang sangat gemar sekali menggambar dia pun mencoba untuk membuktikan yang terbaik untuk perusahaan ini.
Laura yang tidak mau menganggu pekerjaan Lucas, dia memilih untuk membawa pekerjaan Lucas dan mencari ruangan yang baru.
Bianca yang merasa sangat penasaran sekali dia pun akhirnya menghampiri Lucas dan melihat apa yang sedang dia lakukan.
Kedatangan Bianca ke ruangan nya membuat Lucas langsung menghentikan menggambar nya.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak mengerjakan pekerjaan mu,? kenapa kamu menggambar ? sebenarnya siapa yang menjadi pemimpin di perusahaan ini yaa. Kenapa kamu selalu saja mengikuti keinginan Ibu, tanpa sepengetahuan aku."
Bianca merasa semakin kecewa dan dia pun memilih untuk pergi dari ruangan Lucas.
Lucas tidak melihat Bianca yang dulu yaa sangat lemah lembut kepada nya, sekarang Bianca kelihatan sangat tegas sekali.
" Seperti nya Bianca sudah tidak mempunyai perasaan terhadap ku, dia kelihatan sangat benci sekali dengan ku."
Lucas tidak melanjutkan gambar nya dia memilih untuk mengirimkan pesan kepada Laura.
* Bu Laura bagaimana ini yaa, Bu saya merasa tidak enak hati dengan Bianca saya seperti nya tidak melanjutkan pekerjaan ini.*
* Lucas cobalah untuk bicara secara baik-baik saja dengan Bianca, seperti Bianca dia juga mempunyai masalah dengan kehidupan nya. Bagaimana jika kalian berdua melakukan makan siang bersama*
* Seperti tidak bisa Bu, saya yang akan makan siang bersama kekasih saya*
* Baiklah Lucas, biar saja saja yang bicara dengan Bianca*
* Baiklah Bu*
Lucas mengakhiri panggilan telephone dia pun terus saja memandangi wajah Bianca yang kelihatan sangat jutek sekali.
Lucas menunggu makan siang bersama dengan Tiara, dia yang seperti sudah menyiapkan tempat nya.
* Aku tunggu di Restoran favorit kita yaa, kamu jangan lupa yaa harus datang*
Tiara hanya membaca pesan dari Lucas dia tidak berani untuk membalas pesan tersebut karena masih merasa sangat binggung sekali.
" Aku harus bagaimana yaa, kenapa aku merasa sangat malas sekali yaa."
Tiara yang sudah terlalu cinta kepada Daniel membuat dirinya yang seketika melupakan Lucas demi Daniel
* Tiara bisakah kamu membalas pesan dari ku, kamu yang mau atau tidak makan siang bersama dengan ku*
* Baiklah Lucas aku mau, kamu tunggu saja di Restoran tersebut yaa.*
* Terimakasih banyak Tiara, yasudah aku akan pergi sekarang yaa di sana*
__ADS_1
* Iya Lucas silahkan*
Lucas bersiap untuk pergi karena sudah waktunya jam istirahat, dan Bianca menghampiri Lucas.
" Kamu mau ke mana sekarang,? seperti makan siang ini sangat terburu-buru sekali."
Lucas memilih untuk jujur kepada Bianca.
" Aku mau makan siang bersama dengan Tiara, karena jika makan malam dia sedang diet."
Bianca tersenyum tipis kepada Lucas dia pun langsung pergi setelah mendengar jawaban dari, Lucas tidak melihat wajah yang cemburu dia melihat Bianca yang seperti nya memang sudah tidak mempunyai perasaan terhadap nya.
Lucas pun langsung berlari pergi dan dia berpapasan jalan dengan Laura.
" Kamu sudah bertemu dengan Bianca,?"
Laura bertanya sambil membawa berkas pekerjaan yang sudah di kerjakan oleh nya.
" Sudah Bu, dan wajah Bianca kelihatan sangat jutek sekali kepada saya."
Laura pun langsung berlari untuk mencari Bianca dia masuk ke dalam ruangan dan menyimpan pekerjaan Lucas.
" Seharusnya siang ini aku sudah memberikan sepatu olahraga yang terbaru, tapi karena Bianca semua Rendy ku menjadi berantakan seperti."
Laura mencari Bianca dan ternyata Bianca yang sedang berada di kantin kantor.
Bianca yang sering duduk dengan tatapan mata yang kosong, Laura langsung memesankan kopi panas untuk Bianca.
" Apa yang sebenarnya terjadi dengan Bianca, sikap nya yang berubah dan dia juga menjadi sering melamun seperti ini."
Laura menghampiri Bianca dengan membawa dua gelas kopi panas dan Bianca yang kelihatan sedang melamun dia kelihatan sangat terkejut sekali ketika melihat Ibu nya yang duduk di samping nya.
" Terimakasih."
Bianca meminum kopi panas tersebut dia pun kelihatan sedikit tenang dan memegang kepalanya.
" Ibu meminta maaf jika ini semua karena kesalahannya ibu, kamu menjadi seperti ini."
__ADS_1
Laura memegang tangan Bianca, tapi Bianca memilih untuk terdiam. Bianca menginginkan ibu nya pergi dari perusahaan nya, Bianca ingin ibu nya tidak ikut campur pada perusahaan nya.