
Lucas menghampiri Bianca dan memegang tangan Bianca, dia melihat Bianca yang seperti masih merasa kesel kepada nya.
" Aku serius ini bersama dengan mu, kita bicarakan nanti sore di hadapan ibu Laura yaa jika aku ingin membuktikan keseriusan hubungan kita berdua."
Bianca mulai mengangkat kepalanya dia tersenyum manis kepada Lucas.
" Nah kan akhirnya kamu mau tersenyum juga, itu tandanya kamu yang sudah mau menerima kehadiran ku."
Bianca menarik tangan Lucas menuju ke ruangan nya.
" Ayo cepat kita berdua harus segera bekerja, kita hanya membuang-buang waktu saja dengan kelakuan mu yang mempermalukan aku."
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan masing-masing.
Lucas merasa sangat bersemangat sekali, ini adalah hari yang indah untuk Lucas.
Ketika Bianca mulai fokus pada pekerjaan, tiba-tiba ada salah satu pegawai yang masuk. Dia mengatakan jika Bianca dan Lucas harus datang ke tempat produksi karena produk yang akan segera di buatkan, Bianca pun menerima pemberitahuan itu.
" Baiklah sekarang aku dan Lucas akan pergi ke sana, kita akan menghadiri nya."
Bianca menghelakan nafas panjang nya dia pun langsung berjalan ke ruangan Lucas.
Lucas tersenyum manis kepada Bianca, dia berpikir Bianca yang merindukan nya.
" Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu, aku datang karena tadi ada pemberitahuan jika produk sepatu olahraga yang kamu buat akan di produk sekarang juga. Bersiaplah kita akan pergi sekarang juga."
Lucas langsung berlari sambil memasukkan data nya.
" Aku sudah bersiap sekarang juga, ayo kita berangkat sekarang sayang."
Bianca keluar dari ruangan Lucas untuk membawa tas yang ada di dalam ruangan nya.
Lucas menunggu di luar dan ketika Bianca datang, Lucas memegang erat tangan Bianca.
" Astaga Lucas, jangan seperti ini aku sangat malu sekali."
Lucas tetap memegang tangan Bianca dengan sangat erat sekali, dia tidak peduli dengan para pegawai yang memperhatikan mereka berdua.
" Kamu adalah milik ku Bianca, jadi tidak boleh ada yang melirikan mata nya kepada kamu."
Bianca tersenyum tipis kepada Lucas dan mereka berdua masuk ke dalam mobil Bianca.
Lucas yang mengendarai mobil nya, dia harus hati-hati agar bisa melindungi Bianca.
Di saat di perjalanan handphone Lucas berdering kencang.
" Tolong ambilkan handphoneku."
Bianca mengambil handphone yang berada di belakang jas hitam Lucas.
" Siapa yang menelephone,?"
__ADS_1
Bianca merasa sangat terkejut sekali ketika
melihat panggilan telephone yang masuk
" Daniel Raditya, Kakak mu yang telephone."
Lucas langsung memberhentikan mobilnya dia merasa tidak percaya jika Daniel yang menephone nya.
" Ada apa dia menelephone ku,? Ini pertama kali nya Daniel menghubungi ku di saat dia yang sedang berhubungan dengan Tiara."
Lucas seperti tidak mau menjawab panggilan telephone tersebut.
" Lalu bagaimana ini, apakah aku yang harus menjawab nya."
Lucas terdiam seperti sedang memikirkan nya.
Bianca merasa sangat penasaran sekali apa yang akan di bicarakan oleh Daniel kepada Lucas.
Lucas pun mengambil handphone nya dia menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Daniel ada apa*
* Lucas, apakah kamu sedang sibuk sekarang*
* Ya, aku sedang sibuk bersama dengan Bianca. Kita akan pergi ke tempat produksi, untuk melihat produk terbaru sepatu olahraga*
* Jika kamu tidak sibuk aku ingin sekali bertemu dengan kamu*
* Aku ingin memperbaiki hubungan kita berdua Lucas, seperti dulu lagi*
* Apakah ada yang kamu sembunyikan dari ku,? Sehingga membuat kamu merubah sikap mu seperti ini kepada ku*
* Tidak ada yang aku sembunyikan Lucas, aku ingin sekali bisa bertemu dengan mu*
* Baiklah jika kamu memaksa, aku akan bertemu dengan mu di saat sudah selesai dengan pekerjaan ku tapi aku akan datang bersama dengan Bianca*
* Baiklah aku tidak merasa keberatan jika kamu membawa Bianca.
* Baiklah, kita bertemu di Restoran dekat dengan kantor Papa"
* Ok Lucas*
Lucas mengakhiri panggilan telephone nya dan dia memberikan handphone nya kepada Bianca.
" Simpan handphone ku di dalam tas mu saja yaa, nanti kita akan bertemu dengan Daniel."
Bianca mengambil handphone Lucas dia memasukkan ke dalam tasnya.
" Ada apa yaa, apakah Kakak mu akan memperkenalkan Tiara."
Lucas menyalakan mesin mobil nya.
__ADS_1
" Aku tidak peduli, jika memang seperti itu dia akan berhadapan dengan Mama."
Bianca merasa sangat penasaran sekali dia menjadi ingin secepatnya bertemu dengan Daniel.
Bianca dan Lucas l akhirnya sampai di depan gedung produksi.
Mereka berdua turun dari mobil dan di sambut oleh para pegawai yang ada di sana.
Bianca dan Lucas melihat proses pembuatan sepatu dari awal dan mereka meminta kualitas yang baik.
Bianca memikirkan siapa yang akan menjadi model iklan dari produk nya tersebut.
" Apakah aku harus mengundang artis Korea untuk menjadi brand ambassador produk sepatu kita ini,? Seperti itu pasti akan sangat menarik sekali yaa."
Lucas merasa tidak setuju dengan keinginan Bianca.
" Untuk apa artis Korea, sudahlah kita berdua saja yang menjadi model majalah nya."
Bianca merasa tidak percaya diri.
" Lucas jangan seperti itu, aku bukan seorang model. Aku tidak percaya diri, dan aku juga tidak cantik Lucas."
Bianca menolak nya, dia merasa tidak pantas.
" Bianca, aku membuat sepatu ini pasangan, yaitu untuk kamu dan aku yaa jadi aku tidak mau orang lain yang menjadi model nya harus kamu dan aku."
Bianca melihat ketampanan Lucas yang pasti akan di puji oleh para wanita, sedangkan dirinya seperti nya akan mendapatkan banyak hujatan dari netizen.
" Nanti kita berdua melakukan pemotretan dan juga iklan di televisi yaa, astaga itu akan menjadi bukti indah untuk anak-anak kita berdua nanti nya. Dia melihat Ayah dan Ibu yang menjadi model dari hasil karya Ayah nya."
Bianca merasa hayalan Lucas yang terlalu tinggi.
" Kita berdua niat nya kan udah bertunangan yaa, bukan untuk menikah loh jadi jangan berpikiran yang berlebih-lebihan yaa Lucas."
Bianca fokus pada pekerjaan pegawai nya yang lain nya, sedangkan Lucas dia tersenyum ketika melihat sepatu yang berwarna pink dan juga biru yang sangat lucu sekali.
" Aku merasa sangat gemas sekali melihat nya, aku tidak bisa membayangkan jika aku dan Bianca menjadi model nya."
Bianca melihat Lucas yang tertawa sendiri.
" Ntah apa yang sedang di pikiran oleh Lucas, dia seperti sibuk dengan dunia halusinasi nya."
Lucas menghampiri Bianca, dia tidak mau jauh dari Bianca.
" Di saat kamu yang sudah banyak berhayal, dan sekarang kamu yang menghampiri ku untuk apa Lucas."
Lucas memegang tangan Bianca dengan sangat erat sekali.
" Aku ingin mereka tahu jika kamu adalah calon istri ku."
Lucas melihat cincin berlian yang masih terpasang di jari manis Bianca.
__ADS_1