
Daniel tidak tahu dia harus pergi ke mana, dia tidak mungkin pergi ke rumah orang nya.
" Aku harus pergi ke mana yaa, aku butuh teman untuk bicara."
Daniel memberhentikan mobilnya dia mencoba untuk menghubungi Lucas, Daniel berharap Lucas yang mau mendengarkan curhatan nya.
Lucas yang baru saja selesai makan malam bersama dengan Bianca, handphone nya berdering kencang.
Bianca mengambil handphone suaminya dia melihat panggilan telephone masuk dari Daniel.
" Panggilan telephone dari Daniel, seperti nya dia sedang butuh teman curhat."
Bianca memberikan handphone tersebut kepada suaminya.
* *Hallo Daniel, ada apa yaa**
* Lucas bisakah kamu keluar malam ini, aku merasa sendiri. Aku butuh teman bicara, aku merasa rumah tangga ku yang sedang tidak baik-baik saja*
* Baiklah kita bertemu di Cafe tempat biasa yaa*
** Terimakasih banyak Lucas**
Lucas mengakhiri panggilan telephone nya.
" Aku boleh pergi bersama dengan Daniel, ke Cafe yang biasa kita berdua bertemu."
Bianca tersenyum manis kepada suaminya.
" Silahkan pergi pergi sayang, hati-hati yaa. Lupakan masa lalu mu dengan Daniel yaa, karena sekarang Daniel pasti menyesal."
Lucas mencium kening Bianca sebelum dia pergi.
" Semoga yang terbaik datang untuk mu yaa Daniel, ntah itu kamu yang bisa memaafkan Tiara dan Tiara bisa berubah atau pun mungkin sebuah perpisahan."
Bianca memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dia memilih untuk beristirahat.
Beberapa jam kemudian Lucas sampai di Cafe tersebut, dia langsung menghampiri Lucas.
Lucas melihat wajah Daniel yang penuh dengan masalah.
" Selamat malam Daniel."
Daniel yang sedang melamun dia pun merasa sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Lucas.
" Terimakasih kamu sudah mau datang."
Daniel memesan minuman terlebih dahulu.
" Lucas, aku ingin bertanya kepada mu. Pada saat kamu bersama dengan Tiara, apakah Tiara gemar berselingkuh? Apakah dia yang berselingkuh dengan aku saja?."
Lucas bicara sejujurnya dengan Daniel.
" Aku tidak di belakang ku dia seperti apa, tapi perselingkuhan itu terjadi di saat dengan mu saja."
__ADS_1
Daniel merasa ini adalah sebuah Karma untuk nya.
" Pada saat itu Tiara pernah bilang dia mempunyai fans misterius, yang selalu menggangu nya. Dan Tiara sempat merasa ketakutan, tapi singkat cerita ada bucket bunga di depan pintu Apartemen dengan kata-kata cinta dan tadi di saat Tiara yang sudah mempunyai mobil ada yang memberikan bucket bunga mawar merah di depan pintu Apartemen tanpa ada nama."
Lucas merasa sangat binggung dia sebenarnya sudah mengetahui semuanya dari Bianca.
" Lalu kamu sekarang berpikir apa,? Tiara berselingkuh?."
Lucas lebih memilih untuk bertanya langsung kepada Daniel.
" Yaa, tapi aku tidak mempunyai waktu yang kuat. Tadi pun aku melihat Tiara yang sedang memegang handphone, dia yang seperti nya sedang memainkan handphone nya tapi tiba-tiba kelihatan ketakutan ketika aku keluar dari kamar mandi."
Lucas menepuk pundak Daniel.
" Lebih baik kamu mencari tahu dulu yaa, apa yang sebenarnya terjadi. Jangan berpikiran negatif terlebih dahulu yaa, jangan emosional dulu juga."
Daniel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Lucas.
" Terimakasih banyak Lucas, dan perasaan ku sudah mulai tenang aku lebih memilih untuk tidur di rumah saja."
Daniel dan Lucas hendak meninggalkan Cafe tersebut tapi Miranda tiba-tiba saja datang memegang tangan Lucas.
Lucas langsung menepis tangan Miranda.
" Di bayar berapa juta kamu oleh Tiara,? untuk bisa mendekati ku ?. Aku akan memberikan mu uang 100 juta, tinggalkan aku selamanya."
Daniel tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Lucas kepada Miranda.
" Aku tidak di bayar oleh Kak Tiara, aku memang memiliki perasaan terhadap kamu Lucas."
" Miranda, pergi cari lelaki yang lain. Jangan ganggu rumah tangga Lucas, kamu bisa mendapatkan lelaki muda yang lebih dari Lucas."
Daniel sampai mendorong tubuh Miranda, dia merasa sangat benci sekali melihat wanita penggoda.
Miranda pun merasa sangat kesal sekali melihat sikap Daniel kepada nya dia langsung mengeluarkan handphone nya.
" Aku harus memberitahu Kak Tiara, suaminya sangat kasar sekali kepada ku."
Tiara yang sedang menagis di dalam kamar nya dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Miranda.
" Ada apa ya dengan Miranda, tidak bisanya Miranda menelephone ku malam-malam seperti ini."
Tiara mencoba untuk menenangkan perasaan dulu dia tidak mau Miranda mengetahui jika dirinya nya yang baru menangis.
* *Hallo Miranda**
* Kak Tiara, aku bertemu dengan suami Kakak di Cafe*
* Kamu bertemu dengan Daniel dia sebuah Cafe, dia bersama dengan siapa*
* Bersama dengan Lucas, dan Lucas bilang aku di bayar berapa uang bisa mendekat dengan nya. Lucas mengetahui jika aku mendekati nya karena bayaran uang dari Kak Tiara, tapi aku bilang kepada Lucas jika aku cinta nyata dengan nya bukan karena bayaran*
* Gawat, itu tandanya Lucas sudah mengetahui semuanya. Kamu tidak akan pernah berhasil untuk bisa menghancurkan rumah tangga nya, seperti gagal sudah rencana ku ini*
__ADS_1
* Terus Kak Daniel dia dengan kasar mendorong tubuh ku loh Kak sebelum mereka berdua pergi, dia bilang aku benci wanita penggoda*
** Baiklah Miranda terimakasih banyak atas informasinya**
Tiara mengakhiri panggilan telephone nya, dia pun langsung berpikir dengan kata-kata Daniel kepada Miranda.
" Daniel bilang dia benci dengan wanita penggoda, maksud dari perkataan Daniel itu apa yaa. Apakah Daniel yang sudah mengetahui semuanya, tapi itu tidak mungkin terjadi karena aku dan Daniel melakukan dengan sangat hati-hati sekali."
Tiara menyimpan handphone nya dia memikirkan perkataan Daniel kepada Miranda.
" Seperti nya Daniel berubah sikap karena bucket bunga mawar merah tersebut, seperti nya aku harus meminta bantuan kepada Raffi."
Tiara mengambil kembali handphone nya, ke memilih untuk menelephone Raffi.
Raffi yang ingin beristirahat dia yang selalu saja di ganggu oleh Tiara.
" Astaga Tiara dia kenapa lagi, aku sangat lelah sekali ini."
Raffi yang ingin beristirahat dia pun memilih untuk menonaktifkan handphone nya saja.
" Maafkan aku Tiara, tapi aku yang memang tidak mau di ganggu oleh siapapun."
Raffi mematikan lampu kamar nya dia pun langsung beristirahat.
" Kenapa nomber handphone nya yang langsung tidak aktif yaa, apakah Raffi yang tidak mau lagi di ganggu oleh aku yaa."
Tiara merasa sangat kecewa sekali dia mendengar suara tangisan Mutiara.
Tiara keluar dari kamar nya, dia masuk ke dalam kamar Mutiara dan Suster Dessy.
" Kenapa sayang, ayo sini sama Mommy yaa sayang."
Tiara mengendong Baby Mutiara dan mencoba untuk menenangkan nya.
Tiara merasa Baby Mutiara yang sedang merasakan apa yang di rasakan oleh Mommy nya.
Sehingga Baby Mutiara pun menjadi rewel dan sering menangis.
" Maafkan Mommy yaaa sayang, perasaan Mommy yang memang tidak sedang baik-baik saja sekarang."
Tiara mengendong Baby Mutiara sambil memikirkan bagaimana cara agar bisa membuat Daniel seperti dulu kembali.
Baby Mutiara pun akhirnya tertidur pulas di pelukan Tiara.
" Suster Dessy, bawa perlengkapan susu formula dan air nya yaa. Bawa ke kamar ku, malam ini aku ingin tidur bersama dengan Baby Mutiara."
Suster Dessy mengikuti apa yang di katakan oleh Tiara.
" Baby Mutiara bersama dengan ku malam ini, kamu bisa beristirahat yaa tanpa harus bangun malam untuk membuatkan susu dan mengganti Pampers."
Tiara menutup rapat pintu kamar nya, dia membaringkan Baby Mutiara di kasur nya.
" Tidur nyenyak yaa sayang bersama dengan Mommy."
__ADS_1
Tiara mencium kening Baby Mutiara sebelum tidur.