Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *172*


__ADS_3

Tiara mencoba untuk menenangkan dirinya, dia tidak mungkin bertemu dengan Daniel dalam keadaan seperti itu.


Tiara mengeluarkan tissue di dalam tas nya dia pun duduk sambil mengeluarkan cermin. Tidak lupa juga Tiara memakai bedak dan lipstik agar terlihat lebih segar di hadapan Daniel.


" Aku harus bertemu dengan Daniel, aku harus menceritakan tentang rencana pernikahan ini. Aku yang sudah terlanjur sakit hati dengan perkataan Tante Venna kepada di saat aku yang dulu masih berhubungan dengan Lucas."


Tiara sampai menghelakan nafas panjang nya.


" Dan sekarang ketika aku bisa mendapatkan Daniel, mereka akan terkejut dengan hubungan ku dengan Daniel."


Merasa sudah cantik, Tiara pun berjalan kembali menuju ke lantai dasar agar bisa secepatnya bertemu dengan Daniel.


Tiara mencoba untuk menghubungi Daniel, di saat Daniel yang merasa sangat kelelahan dengan pekerjaan nya.


Daniel melihat panggilan telephone masuk dari Tiara, dan Benny Irawan tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan nya.


Seketika membuat Daniel yang begitu sangat terkejut sekali, Daniel langsung mengambil handphone yang ada di meja kerja nya.


" Daniel, apakah kamu akan pulang sekarang bersama dengan Papa?."


Daniel menggelengkan kepala nya.


" Tidak Papa, aku seperti nya masih ingin di ruangan ini sebentar."


Benny melihat Daniel yang seperti sangat gugup sekali seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


" Baiklah, Papa pergi dulu yaa Daniel."


Benny pun pergi dan melihat Papanya sudah jauh barulah Danielle bisa menjawab panggilan telephone dari Tiara.


* Hallo Tiara*

__ADS_1


* Daniel kenapa sangat lama sekali menjawab panggilan telephone nya sih*


* Maafkan aku Tiara, aku masih di kantor sekarang*


* Daniel aku ingin bertemu dengan mu sekarang juga, karena ada yang ingin aku bicarakan dengan mu*


* Bicarakan saja langsung di telephone yaa Tiara, aku sangat lelah sekali Tiara*


* Tidak bisa Daniel ini sangat penting sekali*


* Tidak Tiara, aku tidak bisa*


* Baiklah sekarang aku akan menuju ke kantor*


Tiara langsung mengakhiri panggilan telephone nya.


" Dia mengakhiri panggilan telephone nya, Astaga dia membuat aku sangat pusing sekali dengan sikap nya."


Tiara langsung menghentikan taksi walaupun jaraknya yang dekat karena tidak mungkin Tiara berjalan kaki ke sana.


Ketika sampai di depan kantor Tiara langsung menghampiri salah satu Satpam.


" Pak, bisakah sentakan saya ke depan ruangan Bapak Daniel Raditya."


Tiara mengeluarkan uang berwarna merah lima lembar dan membuat satpam tersebut tidak banyak berpikir dia langsung mengantarkan Tiara ke depan ruangan Daniel.


" Terimakasih banyak sudah mau mengantarkan aku yaa, sekarang Bapak bisa langsung pergi karena saya ingin membicarakan hal yang sangat penting dengan Daniel."


Satpam tersebut pun langsung pergi begitu saja dan Tiara langsung masuk ke dalam ruangan Daniel.


Daniel tersenyum manis melihat kedatangan Tiara yang begitu sangat cantik sekali.

__ADS_1


" Ada apa Tiara sayang, bisakah kamu jangan sering marah-marah seperti itu di telephone."


Daniel menghampiri Tiara dia memeluk tubuh mungil Tiara.


" Daniel aku ingin bisa secepatnya bersama dengan kamu, aku ingin sekali kita berdua bisa menikah."


Daniel seketika dia langsung melepaskan pelukan erat nya kepada Tiara.


" Tiara bagaimana caranya kita berdua bisa menikah,? sedangkan hubungan kita berdua pun masih di rahasiakan."


Tiara tersenyum menggoda di hadapan Daniel.


" Aku harus hamil, jika aku hamil maka tidak ada lagi kata yang lain selain mereka menikahi kita berdua."


Daniel seketika langsung terdiam mendengar perkataan Tiara.


" Apakah semudah itu Tiara, dan kita harus sampai mengatakan hal seperti itu di hadapan orang tua mu dan orang tua ku juga."


Daniel menggelengkan kepalanya dia yang seperti menolak keinginan Tiara yang ingin hamil.


" Daniel, apakah kamu hanya ingin menikmati tubuh ku saja. Tanpa ingin bertanggung jawab sama sekali,? jika seperti itu kamu sangat jahat sekali Daniel."


Tiara menunjukkan sikap kesal dan kecewa nya di hadapan Daniel.


Tiara mendorong tubuh Daniel dan dia memilih untuk pergi dari ruangan tersebut, tapi Daniel memegang tangan Bianca.


" Jangan pergi seperti ini Tiara, aku mohon Tiara tidak dengan cara seperti ini."


Daniel menatap wajah Tiara dengan sangat serius sekali.


Daniel pun langsung memeluk Tiara dengan penuh perasaan dan Tiara merasa sangat senang sekali jika Daniel yang kembali seperti yang dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2