Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (163)


__ADS_3

Bianca masuk ke dalam Apartemen nya, dia merasa jika malam ini dia seperti sedang bertengkar dengan Daniel.


" Daniel, kamu sangat luar biasa sekali yaa. Kamu membuat aku panas dan sangat emosional, beruntung sekali aku yang bisa mengendalikan emosi ku."


Bianca memikirkan bagaimana jika Lucas sampai mengetahui jika kekasih Daniel itu adalah mantan kekasih nya sendiri.


" Kakak yang tidak punya hati, dia begitu sangat cepat tergoda hanya karena Tiara yang mungkin berpenampilan seksi seperti itu tanpa dia tidak memikirkan perasaan adik kandung nya sendiri."


Handphone Bianca berdering kencang dia melihat ternyata panggilan telephone masuk dari Ayah nya.


* Hallo Ayah*


* Bianca, Ayah baru saja mendapatkan kabar jika Bapak nya Tiara dia mengundurkan diri di perusahaan kita*


* Kenapa dia harus mengundurkan diri, padahal aku berencana untuk memberikan gajih yang berbeda khusus untuk nya*


* Ayah tidak tahu sayang, mungkin Tiara yang melarang nya seperti nya Tiara yang sudah mengetahui jika dirinya bekerja di perusahaan kita*


* Baiklah Ayah, aku akan menanyakan langsung kepada orang nya saja*


* Yasudah sayang jika itu keinginan mu*


Bianca mengakhiri panggilan telephone nya dan dia pun langsung keluar dari Apartemen nya, karena mengetahui Tiara yang sudah pergi untuk bekerja.


Bianca menekan tombol bell dia berharap jika orang tua Tiara mau membukakan pintu untuk nya.


" Seperti itu Tiara, ibu buka kan dulu yaa pintu nya."


Pintu pun terbuka dan begitu sangat terkejut nya Ibu Tiara ketika melihat Bianca yang ada di hadapannya.


" Jangan tutup pintu nya, aku ingin bicara dengan suami ibu."


Bianca masuk ke dalam dan dia melihat seperti nya mereka akan segera pindah dari Apartemen ini.

__ADS_1


" Bapak, kenapa bapak sampai harus berhenti bekerja di perusahaan Ayah saya. Padahal saya berencana setelah Bapak bekerja sampai tiga hari saya ingin membuat Bapak menjadi pengawas office boy, bukan pekerjaan lagi."


Orang tua Tiara hanya bisa menundukkan kepalanya saja ketika Bianca bertanya hal seperti itu kepada dirinya.


" Terimakasih banyak atas kebaikan Nona Bianca kepada suami saya, tapi kenyataannya kita berdua harus lebih mendengar perkataan Tiara untuk pergi dari Apartemen ini."


Bianca merasa sangat kasihan sekali melihat keluarga ini, yang selalu di atur oleh Tiara.


" Tiara sampai marah-marah ketika mengetahui jika bapak nya yang menjadi seorang OB. Dia merasa tidak terima dengan pekerjaan itu sampai akhirnya Tiara yang menyuruh Bapak nya untuk berhenti dan Tiara juga ingin pindah dari Apartemen ini besok siang, kita sebagai orang tua hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Tiara karena Tiara adalah tulang punggung keluarga ini."


Bianca di buat terdiam dia tidak bisa berkata-kata, karena bagaimana pun juga Tiara memang yang menguasai nya.


Bianca mengeluarkan uang dari tas nya, dan dia memberikan kepada Ibu nya Tiara.


" Jangan bilang kepada Tiara, jika aku memberikan uang yaa. Ini untuk ibu dan bapak yaa, anggap saja ini adalah gajih bapak ketika bekerja di perusahaan orang tua saya."


Kedua orang tua Tiara merasa sangat senang sekali ketika mereka akhirnya bisa memegang uang sendiri.


Tiara tidak ingin orang tua nya mengetahui tentang permasalahan dirinya dengan Bianca.


" Yasudah yaa Buu, saya kembali ke Apartemen saya."


Bianca memberikan kartu nama nya kepada orang tua Tiara.


" Ini adalah kartu nama saya ada nomber handphone saya juga, jika Ibu dan bapak ingin meminta bantuan dari saya bisa langsung menghubungi nomer ini yaa."


Bianca bersalaman dengan kedua orang tua Tiara, dia pun keluar dari Apartemen tersebut karena hawatir Tiara yang tiba-tiba saja kembali.


Bianca menutup rapat pintu tersebut dia pun berjalan menuju ke Apartemen nya


Orang tua Tiara merasa sangat bersyukur sekali ketika harus di pertemukan dengan Bianca yang begitu sangat baik hati sekali.


" Semoga kebahagiaan selalu ada bersama nya, karena dia yang sangat baik sekali."

__ADS_1


Orang tua Tiara sampai mendoakan yang terbaik untuk Bianca.


Bianca memilih untuk mandi dia ingin membersihkan tubuh nya yang penuh dengan perasaan amarah kepada Daniel dan juga Tiara.


" Aku merasa sangat pusing sekali yaa, kenapa mereka berdua itu sangat jahat dua-duanya. Mereka berdua itu seperti memang di takdir kan untuk bersama yaa, aku tidak mengerti ternyata jodoh itu adalah cerminan dari diri kita sendiri."


Bianca bersiap-siap untuk mandi tapi handphone nya yang berdering kembali.


Bianca pun langsung mengambil handphone dan ternyata panggilan telephone masuk dari Lucas.


" Ada apa yaa Lucas menelephone aku."


Karena merasa penasaran Bianca pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Lucas*


* Bianca apakah aku menggangu waktu istirahat mu sekarang*


* Tidak Lucas, aku belum beristirahat aku sekarang mau mandi*


* Oh seperti itu yaa, nanti pagi kita sarapan bersama yaa di kantin kita berangkat lebih pagi lagi bagaimana*


* Apakah ada yang ingin kamu bicarakan Lucas*


* Iya ada yang ingin aku bicarakan Bianca*


* Baiklah kalau begitu nanti aku berangkat pagi yaa*


* Terimakasih Bianca*


Bianca mengakhiri panggilan telephone dia tidak menjawab perkataan dari Lucas.


Bianca langsung berlari menuju ke kamar mandi nya, dia yang sudah merasa sangat kepanasan sekali.

__ADS_1


__ADS_2