
Bianca merasa jika Lucas yang tidak akan kembali ke kantor nya, Bianca pun langsung membereskan meja kerjanya karena sebentar lagi sudah waktunya jam pulang.
Bianca kelihatan sangat lelah sekali dan dia memutuskan untuk pulang ke rumah nya bertemu dengan orang tua nya.
" Sekarang aku pulang tapi besok aku akan kembali ke Apartemen karena ada sesuatu yang membuat aku gemas dengan keluarga Tiara."
Bianca begitu siap-siap untuk pulang dia seperti nya harus bekerja sendiri karena besok Lucas belum tentu masuk kerja.
Bianca pun masuk ke dalam mobil nya dan langsung menjalankan mobil nya, kedekatan Bianca untuk kembali ke rumah nya pasti akan di sambut bahagia oleh orang tua nya.
Bianca aku sampai dan dia melihat sudah ada mobil Ayah nya.
" Ayah sudah pulang ternyata yaa, kalau begitu aku hanya cepat turun dari mobil ku."
Bianca dengan cepat dia turun dari mobil dan berlari masuk ke ruangan keluarga.
" Bianca kamu datang kembali ke rumah,? Ibu sangat senang sekali."
Bianca hanya tersenyum tipis kepada ibu nya dia lebih memilih untuk mendekati dirinya kepada Ayah nya.
" Aku hanya satu hari saja di rumah ini, aku besok kembali ke Apartemen ku karena aku merasa nyaman ada di sana."
Bianca pun duduk dan Ayah nya mulai bertanya kepada Bianca.
" Bianca apakah kamu memasukkan orang untuk bekerja sebagai office boy di perusahaan Ayah,? kamu mengenal Bapak tersebut Bianca?."
Bianca tidak menyangka jika dia harus di berikan pertanyaan seperti itu oleh Ayah nya.
" Aku memang mengenal nya Ayah, dia tinggal di sebelah Apartemen ku aku merasa kasihan melihat nya jadi aku mencoba untuk membantu nya."
Bianca mengatakan yang sebenarnya kepada Ayah nya.
__ADS_1
" Dan, apakah kamu mengetahui jika dia adalah Ayah dari Tiara Lestari. Model yang berbicara tidak sopan kepada mu, model yang bilang jika kamu itu adalah wanita murahan."
Laura begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan suaminya, dia tidak menyangka jika suaminya yang ternyata mengetahui semuanya.
" Iya aku mengetahui nya Ayah, aku mengetahui semuanya tentang Tiara. Tapi tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena yang menghina ku itu adalah Tiara bukan orang tua nya. Aku benci sekali dengan Tiara, tapi aku tidak bisa benci kepada orang tua Tiara."
Sebastian merasa sangat kagum sekali melihat Bianca yang mempunyai hati yang baik hati.
" Sekarang aku baru mengetahui jika hubungan Lucas dan Tiara berakhir, aku merasa sangat kasihan sekali melihat Lucas karena ternyata Tiara yang lebih memilih lelaki lain untuk meninggalkan Lucas."
Laura merasa sangat emosional sekali ingin sekali dia mengatakan tentang pekerjaan Tiara yang sebenarnya.
Tapi Laura kembali terdiam karena dia yang tidak mempunyai bukti apapun.
" Lalu bagaimana dengan mu Bianca,? apakah kamu memanfaatkan kesempatan untuk bisa memiliki Lucas?."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum manis.
Bianca pun berdiri dari tempat duduk nya, dia berjalan menuju ke kamar nya.
Bianca benar-benar merasa sangat lelah sekali.
" Bianca kelihatan sangat lelah sekali, kita biarkan saja dia untuk beristirahat."
Laura melihat sudah waktunya untuk jam makan malam.
" Ibu merasa tidak suka ketika Bianca yang terlalu baik dengan orang tua Tiara, dan seharusnya orang tua Tiara mengetahui apa yang sudah di lakukan kepada Bianca."
Sebastian melihat istrinya yang kelihatan sangat emosional sekali.
" Sudahlah Bu, seharusnya kita merasa bangga dengan Bianca. Dia mempunyai hati yang sangat baik sekali, sudahlah yaa lebih baik sekarang kita makan malam bersama."
__ADS_1
Laura pun mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya, dia mulai mempersiapkan makan malam untuk keluarga.
Di saat Bianca yang kembali ke rumah orang tua nya, keluarga Benny Irawan pulang ke rumah dengan ke dua anak lelakinya.
Venna merasa terkejut ketika melihat suami dan anak-anak pulang secara bersamaan.
" Kalian bertiga kenapa bisa pulang bersama seperti ini yaa, beruntung nya Mama yang sudah menyiapkan makanan untuk malam ini."
Venna melihat wajah Lucas yang masih kelihatan sangat sedih dan dia pun tidak berani untuk bertanya kepada Lucas.
Venna fokus pada masakan nya dia duduk di sebelah Daniel.
" Makan yang banyak yaa kalian semua, Mama melihat kalian sangat capek sekali yaa."
Lucas hanya menundukkan kepalanya.
" Kita capek di pekerjaan dan kita juga sedang memikirkan hutang kita kepada Sebastian Gunawan, tiga bulan lagi kita harus bisa membayarnya."
Daniel langsung menatap sinis ke arah Lucas karena menurut nya hanya Lucas yang bisa melunasi hutang-hutang tersebut Lunas.
" Lalu bagaimana Papa, apakah kita harus menyerahkan perusahaan tersebut kepada Sebastian Gunawan tapi Papa dan Daniel masih bisa bekerja di sana kan."
Lucas merasa sangat terganggu sekali dengan pembahasan tentang perusahaan Papa nya, karena merasa jika ujung dari pembicaraan tersebut mengarahkan kepada nya.
" Aku tidur duluan yaa, aku sangat capek sekali."
Lucas pun langsung pergi dan membuat orang tua nya langsung terdiam ketika Lucas yang sudah masuk ke dalam kamar nya.
Daniel pun baru berani berkata kepada orang tua nya.
" Hanya Lucas yang bisa membantu kita, hutang akan langsung lunas jika Lucas mau mendekati Bianca."
__ADS_1
Kedua orang tuanya nya pun langsung terdiam karena itu sangat tidak mudah.