
Tiara datang ke rumah nya dia masuk dan melihat orang tua nya yang sedang mengobrol.
" Sedang membicarakan apa yaa, aku jadi penasaran sekali."
Tiara pun bergabung dengan kedua orang tuanya.
" Ayah dan ibu, aku lihat kalian seperti sedang serius sekali. Kalian berdua sedang membicarakan tentang apa, boleh aku mengetahui nya."
Ayah nya Tiara pun mengingat jika dirinya jangan sampai memberitahu kepada siapapun jika dia di masukkan kerja oleh gadis yang ada di sebelah Apartemen nya.
" Ayah sudah bekerja Tiara, Ayah bekerja di perusahaan besar sebagai office boy. Ayah merasa sangat senang sekali Tiara, akhirnya Ayah bisa juga mencari uang untuk Ayah dan Ibu."
Tiara seketika dia pun langsung terdiam dia merasa sangat kasihan sekali ketika Ayah nya yang harus bekerja sebagai seorang office boy.
Tiara mencoba untuk menahan air mata nya, dia berusaha tersenyum manis di hadapan Ayah nya.
" Kamu tidak perlu menghawatirkan Ayah, Ayah sangat menikmati pekerjaannya ini."
Ibunda Tiara menyuruh untuk segera makan malam bersama karena sudah masak banyak dan Tiara pun mengikuti apa yang di katakan oleh ibu nya.
__ADS_1
" Ayah, aku tidak mau Ayah sampai memaksakan diri untuk berkerja. Aku tidak mau Ayah sakit kembali, aku bisa mencari untuk usaha kalian berdua jadi Ayah tidak perlu bekerja."
Tiara benar-benar tidak mau Ayah nya bekerja dia tidak tega dan takut Ayah nya sakit kembali.
" Tidak Tiara, sekarang Ayah sudah mempunyai pekerjaan sendiri. Dan sekarang kamu tabungkan uang hasil pekerjaan mu untuk kelak nanti kamu menikah, karena Ibu dan Ayah tidak mampu memberikan uang yang banyak jika kamu ingin menikah dengan mewah."
Tiara mengerti apa yang di maksud dengan orang tua.
" Baiklah Ayah, aku mengerti aku akan bekerja keras sekarang."
Tiara pun fokus pada makanan yang ada di hadapannya, dia benar-benar menikmati masakan ibu nya.
Tiara memuji masakan ibu nya dan dia saat mereka yang sedang menikmati makan malam bersama.
Handphone Tiara berdering kencang sekali dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Lucas.
Tiara merasa sangat terkejut sekali ketika Lucas yang kembali menghubungi nya, Tiara pun memilih untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut.
" Sangat menggangu sekali, aku benci ada menggangu waktu aku sedang makan."
__ADS_1
Tiara memasukkan handphone nya di dalam tas nya, dan kedua orang tua Tiara memperhatikan wajah Tiara yang sangat kesal sekali.
" Seperti nya itu telephone sangat penting sekali Tiara, kenapa kamu tidak menjawab panggilan telephone tersebut."
Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali dia hanya fokus pada makanan yang ada di hadapannya.
Dan orang tua Tiara tidak bisa bicara apa-apaan lagi dia membiarkan Tiara.
" Tiara kenapa dia tidak menjawab panggilan telephone dari ku, aku harus mengetahui siapa lelaki yang akan menjadi kekasih nya itu."
Lucas kembali menelephone Tiara, dan Tiara benar-benar kehabisan kesabaran nya dia pun langsung pergi dari tempat makan dia berjalan cepat menuju ke kamar nya.
Tiara mengunci pintu kamar nya dia pun langsung mengeluarkan handphone nya.
* Lucas untuk apa kamu menghubungi ku lagi, aku sudah tidak mau berkomunikasi dengan mu Lucas hubungan kita berdua sudah berakhir yaa*
* Tidak aku tidak mau berpisah dengan mu Tiara, aku masih cinta kamu*
* Cinta, aku cinta lelaki lain bukan cinta kamu lagi yaa Lucas jadi aku mohon kamu jangan lagi menggangu kehidupan ku yaa. Kamu lebih baik lanjutkan kehidupan mu yang baru bersama dengan Bianca, karena wanita yang lebih di inginkan oleh orang mu*
__ADS_1
Tiara langsung mengakhiri panggilan telephone dari Lucas, Tiara benar-benar merasa sangat kesal sekali dengan Lucas yang masih berani saja untuk menghubungi nya.