
Daniel tidak sabar ingin menunggu kedatangan Tiara, dia ingin melihat sikap Tiara kepada nya apakah berubah atau sama saja.
" Aku akan membiarkan Mutiara bersama dengan Mama, aku akan menjemput nya di saat pulang kerja."
Daniel yang sedang sibuk berkerja Tiara yang sudah selesai memuaskan Raffi, dia melihat rekaman cctv di handphone.
" Loh, mereka pergi ke mana yaa. Kenapa Daniel sampai membawa Mutiara juga, hmmm tanpa sepengetahuan ku seperti nya Mutiara di bawa ke rumah Mama nya."
Raffi melihat Tiara yang begitu sangat emosional sekali.
" Memang kenapa jika Mutiara di bawa ke rumah Omah nya, biarkan saja tidak usah marah seperti itu."
Raffi pun memilih untuk langsung pergi saja, dia tidak mau mendengar perdebatan Tiara dan Daniel di telephone.
" Tiara, seperti nya dia ingin membahas tentang Mutiara."
Daniel langsung menjawab panggilan telephone dari Tiara.
* Hallo Tiara, ada apa yaa*
* Daniel, kamu bawa Baby Mutiara kemana*
* Aku membawa Baby Mutiara ke rumah orang tua ku, memang kenapa kamu akan marah*
* Daniel aku sudah bicarakan, aku tidak mau Baby Mutiara sampai bertemu dengan Mama mu. Apakah kamu tidak ingat bagaimana sikap Mama mu kepada ku, dia sangat jahat sekali*
* Tapi Mama ku hanya benci kepada mu tidak kepada Mutiara, jika kamu melarang Mutiara bertemu dengan keluarga ku maka aku juga melarang Mutiara bertemu dengan keluarga mu*
__ADS_1
* Daniel, kenapa kamu menjadi seperti in. Kamu menjadi berubah tidak seperti Daniel yang aku kenal, kamu kenapa Daniel*
* Aku berubah mengikuti sikap mu Tiara, bagaimana pekerjaan mu. Apakah kamu merasa puas dengan pekerjaan mu hari, kamu merasa bahagia*
* Aku capek sekali aku mau istirahat*
* Istirahatlah di kamar hotel*
Daniel langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia begitu sangat kesal sekali dengan Tiara.
" Dia bilang capek, dia capek memuaskan hati lelaki lain. Tiara, aku akan membalas apa yang kamu lakukan kepada ku, sekarang aku masih berpura-pura bodoh saja."
Daniel kembali berkerja sedangkan Tiara dia terdiam ketika Daniel mengatakan kamar hotel.
" Kenapa Daniel, bisa mengatakan kamar hotel yaa. Apakah itu hanya kebetulan saja yaa, lebih baik aku sekarang mandi dan bersiap-siap untuk kembali ke Apartemen."
" Astaga kenapa Raffi harus melakukan ini semua kepada ku yaa, bagaimana jika Daniel melihat nya."
Tiara memikirkan sesuatu agar Daniel tidak menyentuh nya.
" Lebih baik aku bilang saja jika aku sedang menstruasi, ini bisa membuat Daniel curiga."
Setelah selesai mandi, Tiara lebih memilih untuk memakai pakaian tertutup dia tidak mau Daniel sampai curiga terhadap nya.
Tiara keluar dari kamar hotel nya, dia memilih untuk datang ke kantor Daniel.
Tiara yang masuk ke dalam mobil nya dan berharap semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
" Semoga saja Daniel tidak mengatakan tentang kamar hotel lagi, ahhhh sudahlah Tiara jangan berpikiran yang negatif."
Di perjalanan menuju ke kantor Tiara memikirkan Baby Mutiara.
" Kenapa Daniel tidak seperti dulu lagi yaa, dari ucapan nya dia seperti tidak memiliki perasaan takut terhadap ku. Aku harus bagaimana yaa, apakah Daniel yang sedang mempunyai permasalahan di kantor nya yaa."
Handphone Tiara berdering kencang dia melihat panggilan telephone masuk dari Miranda.
" Miranda, kenapa lagi dengan dia yaa. Pasti akan membicarakan tentang uang 50 juta itu, pekerjaan yang tidak bagus tapi uang sudah di pakai."
Tiara pun langsung menjawab panggilan telephone dari Miranda.
* Hallo Miranda*
* Hallo Kak Tiara, silahkan cek rekening Kakak yaa karena tadi sekitar jam 12 siang lebih aku sudah mengirim uang 50 juta rupiah yaa*
Miranda langsung mengakhiri panggilan telephone nya karena dia yang merasa kesal dengan Tiara.
Sudah mendapatkan suami tampan dan baik hati dia masih saja ingin berselingkuh.
Tiara merasa tidak percaya dengan perkataan Miranda dia pun langsung cek mbangking nya dan ternyata memang uang tersebut sudah di transfer kan.
Tiara merasa sangat aneh sekali dan merasa tidak percaya Miranda yang mampu mengirimkan uang dengan cepat.
" Dapat uang dari mana dia yaa, seperti nya bekerja sebagai simpanan Suggar Daddy juga."
Tiara akhirnya sampai di kantor Daniel, dia berpikiran negatif terhadap Miranda Larasati.
__ADS_1