
Venna sampai di rumah nya dia tidak bisa membohongi perasaannya jika dia merasa sangat senang sekali mempunyai cucu pertama perempuan.
Benny terus saja memperhatikan ekpresi wajah Venna di sepanjang perjalanan menuju ke rumah nya.
" Aku sangat senang sekali mempunyai cucu pertama perempuan, tapi seperti nya aku tidak bisa dekat kembali nya karena Tiara pasti melarang Daniel untuk membawa nya datang ke rumah kita."
Ekpresi wajah Venna yang sebelumnya senang langsung berubah menjadi sedih.
" Mam, demi cucu pertama kita berdamai dengan Tiara. Karena sekarang semuanya sudah terjadi, Tiara dan Daniel sudah bahagia bersama dengan keluarga kecil nya."
Venna terdiam karena dia berpikir tidak semudah itu bisa berdamai dengan nya.
" Tidak Papa, aku tidak mau berdamai. Daniel bisa membawa anak perempuan nya, tanpa Tiara ke rumah kita."
Benny merasa sikap keras kepala Venna yang tidak bisa berubah.
Mereka berdua akhir sampai di rumah, Daniel tiba-tiba saja dia mengirimkan pesan kepada Papa nya.
* *Papa, Tiara menginginkan mobil baru. Sedangkan Papa mengetahui tabungan ku yang tidak seperti dulu lagi, Papa bisa membantu ku**
* Daniel, lebih baik kamu bicarakan saja baik-baik dengan Lucas. Kamu pakai untuk perusahaan kita, Lucas pasti akan mengerti*
** Baiklah Papa**
Daniel tidak mungkin melihat itu semuanya, sekarang Daniel yang harus memikirkan bagaimana cara nya bisa membuat Tiara bahagia dengan cara memberikan kebutuhan dan keinginan Tiara.
Daniel kembali masuk ke dalam kamar dia melihat Tiara yang sudah di persilahkan untuk pulang.
" Aku ingin pulang langsung ke Apartemen saja yaa, aku tidak mau mereposisi Ibu lebih baik menggunakan baby sister saja."
Daniel langsung mengurus untuk bisa mendapatkan baby sister, Tiara berpamitan pulang dengan orang tua nya.
" Aku pulang yaa Buu, aku pasti akan lebih sering membawa Putri Mutiara bertemu dengan Nenek dan Kakek nya."
Daniel merasa sangat tersinggung dengan perkataan Tiara dan apakah Tiara tidak akan memberikan Putri Mutiara untuk bisa dekat dengan keluarga nya.
Setelah selesai administrasi mereka pun langsung pergi dari Rumah Sakit.
Tiara merasa sangat senang sekali, dia tidak hentinya berucap syukur di dalam mobil sambil memandangi wajah cantik Putri Mutiara.
" Aku sudah membicarakan tentang keinginan mu menginginkan mobil kepada Papa, dan seperti nya aku harus membicarakan dengan Lucas. Karena sekarang pemimpin perusahaan adalah Lucas, Lucas yang membayar seluruh hutang perusahaan kepada Sebastian Gunawan. Sekarang posisi ku hanya sebatas pegawai biasa, karena Lucas tidak membutuhkan asisten pribadi."
Tiara pun langsung terdiam mendengar nya, dan dia pun merasa sangat kecewa sekali karena seharusnya suaminya yang menjadi pemimpin bukan Lucas.
Tiara berpikir Daniel adalah anak pertama dia yang seharusnya mendapatkan banyak harta kekayaan dari keluarga.
" Jadi sekarang perusahaan itu sudah menjadi milik Lucas,? dan kamu yang tidak mempunyai apa-apa lagi? lalu bagaimana kamu bisa membahagiakan anak pertama mu Daniel dengan kemewahan, aku ingin Putri Mutiara tidak seperti aku yang harus berjuang untuk mendapatkan uang."
Tiara merasa sangat kecewa sekali, dia pun langsung berpikir lebih baik untuk bekerja lagi tapi dia merasa tidak tega untuk meninggalkan Putri Mutiara.
" Tiara kamu jangan bicara seperti itu seakan kehidupan kita berdua berada di titik yang sangat rendah sekali, sudah lah kita jalani kehidupan kita yang sekarang dan yakin saja jika rezekinya anak itu selalu ada."
Tiara tidak mau lagi bicara dengan Daniel yang menurutnya tidak bisa merasakan apa yang dia rasakan.
Tiara semakin menyesal hidup bersama dengan Daniel, rasa cinta nya pun menjadi semakin pudar.
Tiara yang tidak bisa menerima kenyataan yang sangat menyakitkan ini, Tiara tidak mau Putri Mutiara menjadi anak yang tidak bisa seperti anak yang lain nya.
" Setelah satu bulan melahirkan aku akan kembali bekerja, aku yang akan berjuang demi kebahagiaan anak perempuan ku satu-satunya."
Daniel menahan emosi nya dia tidak mau bertengkar dengan Tiara, karena Daniel melihat Putri Mutiara.
__ADS_1
" Sudah tidak usah kamu membelikan aku mobil, aku akan membelinya dengan usaha ku sendiri."
Mereka pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen nya, Daniel sampai menghelakan nafas panjang nya.
Bukan Daniel tidak mau membelikan secara cash mobil tersebut, tapi Daniel lebih memikirkan untuk kehidupan mereka kedepannya.
Daniel ingin memiliki tabungan untuk masa depan Putri Mutiara, Daniel yang tidak mau melibatkan orang tua karena dia yang harus bertanggung jawab atas rumah tangga nya sendiri.
Sesampainya di Apartemen, Tiara melihat perlengkapan yang di beli dari hasil uang Raffi bukan Daniel.
Tiara membaringkan Putri Mutiara di tempat tidur nya, Tiara membaringkan tubuhnya di tempat tidur dia merasa sangat lelah sekali memandangi kehidupan nya bersama dengan Daniel.
Dengan kehadiran Mutiara, Daniel seakan mengikuti apa yang di inginkan oleh istrinya tersebut.
Daniel pergi ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk Tiara, dia sangat perhatian sekali dengan Tiara.
" Tiara, minumlah teh manis hangat ini."
Tiara pun langsung bangun dari tempat tidur nya dan mengambil teh manis hangat tersebut.
" Aku akan ke dapur yaa, aku akan membuatkan makanan untuk mu."
Daniel pergi ke dapur dia benar-benar melayani Tiara dengan sangat baik.
Tiara pun hanya bisa terdiam saja menikmati kebaikan suaminya kepada nya.
" Aku sebenarnya merasa tidak tega melihat nya, tapi aku merasa sangat marah sekali kenapa Lucas sampai bisa menguasai perusahaan tersebut. Aku yakin ini ada hubungannya dengan Bianca, pasti mengunakan uang Bianca."
Tiara semakin benci kepada Bianca.
" Lihat saja Bianca, hitungan rumah tangga mu tidak akan banyak. Rumah tangga mu dengan Lucas akan segera berakhir, karena aku akan membuat Miranda seperti aku yang dulu yang membuat Lucas menjadi jatuh cinta dengan ku."
Tiara seperti sudah di sibukkan dengan rencana jahatnya untuk Bianca.
Tiara tersenyum puas dia yang tidak sabar untuk menunggu proses pemulihan nya.
Daniel datang membawa makanan buatan nya, dia menyuapi Tiara dengan penuh perasaan.
" Kamu harus makan yang banyak yaa Tiara, karena asupan gizi mu harus banyak yaa."
Tiara menikmati kebaikan hati suaminya, walaupun sekarang sikap nya yang sudah sangat berubah drastis dengan Daniel.
Setelah selesai makan, Daniel mengambil buah-buahan di kulkas dan dia mengupaskan apel untuk Tiara.
" Sekarang kamu istrirahat yaa, besok Suster akan datang ke sini untuk membantu kamu merawat Mutiara."
Daniel sampai menyelimuti tubuh Tiara.
" Kamu istirahat yang cukup yaa, untuk saat ini Mutiara akan aman bersama dengan aku."
Daniel mencium kening Tiara dia pun langsung fokus pada Mutiara.
Melihat perhatian Daniel, Tiara merasa sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti Daniel.
Tapi kembali lagi Daniel yang tidak bisa membahagiakan Mutiara dengan uang-uang nya.
Tiara kembali dengan rencana nya untuk bekerja meninggalkan Mutiara.
Suasana berbeda di kamar hotel Lucas dan Bianca.
Lucas dan Bianca pergi ke luar mereka menikmati indahnya pantai yang dekat dengan penginapan nya.
__ADS_1
" Ini sangat indah sekali, andaikan saja kita mempunyai rumah yang dekat dengan pantai."
Bianca duduk sambil memainkan pasir.
" Apapun bisa terjadi jika kamu menginginkan nya, mungkin kah besok Kita akan mencari rumah yang dekat dengan pantai? Jika kamu menginginkan aku akan berusaha untuk mengabulkan nya."
Bianca pun langsung tertawa ketika mendengar perkataan Lucas.
" Aku hanya bercanda saja Lucas, aku tidak mau menghamburkan uang yang tidak penting. Karena sekarang kita harus fokus menabung untuk masa depan anak-anak kita nanti, jangan sampai seperti kedua orang tuanya yang hanya sampai sekolah SMA saja. Sadarlah bahwa kita berdua yang sudah terlalu asyik dengan dunia bisnis, sampai melupakan pendidikan kita."
Bianca berlari menghampiri air.
" Tapi sekarang kita berdua bisa sukses tanpa harus berpendidikan tinggi, terimakasih Bianca berkat kerjasama mu. Sekarang aku sampai bisa memiliki perusahaan milik keluarga ku, bahkan aku sampai bisa membelinya dengan uang ku sendiri."
Lucas lebih memilih untuk tidak menghampiri Bianca, dia hanya duduk saja.
Tiba-tiba ada anak kecil perempuan yang memberikan setangkai bunga mawar putih untuk Lucas.
" Om, ini bunga mawar putih untuk om."
Bianca yang dari jauh dia pun memperhatikan Lucas.
" Lucas di berikan setangkai bunga mawar putih oleh anak kecil perempuan, sangat lucu sekali."
Bianca pun langsung menghampiri mereka berdua.
" Terimakasih banyak ya adik cantik bunga mawar putih nya, kenapa adik memberikan bunga untuk om yaa."
Melihat Bianca yang hendak menghampiri nya, anak kecil perempuan tersebut pun langsung lari ketakutan.
" Loh, kenapa adik kecil nya pergi yaa. Seperti nya dia takut melihat wajah ku."
Bianca merasa sangat sedih sekali.
Lucas memberikan setangkai bunga mawar putih tersebut kepada Bianca.
" Aku berikan bunga mawar putih ini untuk istri ku yang paling cantik."
Bianca pun langsung tersenyum tipis kepada Lucas.
" Pemandangan yang sangat menggemaskan, kamu di kasih bunga oleh adik kecil. Sangat romantis sekali Lucas, seperti nya adik kecil itu menyukai mu."
Lucas seketika berpikir tidak mungkin anak sekecil itu bisa membeli bunga mawar putih, jika bukan ada seseorang yang menyuruh nya.
Tapi Lucas tidak mau membahas tentang ini kepada Bianca, karena Bianca kelihatan sangat bahagia sekali ketika mendapatkan bunga mawar putih tersebut.
Ternyata apa yang di pikirkan benar adanya nya, adik kecil tersebut menghampiri seorang.
" Tante cantik aku sudah memberikan setangkai bunga mawar putih ke Om ganteng, tapi Om ganteng itu memberikan kembali bunga nya kepada Tante cantik juga."
Miranda langsung memberikan uang kepada adik kecil tersebut.
" Terimakasih banyak yaa sayang, sudah mau mengikuti keinginan Tante yaa. Ini uang untuk kamu yaa, kamu sekarang bisa langsung pergi."
Miranda sampai mendatangi tempat honeymoon Lucas dan Bianca.
" Kenapa Lucas harus memberikan bunga itu kepada Bianca, sangat membuat aku emosional."
Miranda pun memperhatikan Bianca dan Lucas mereka kelihatan sangat mesra sekali.
" Seperti nya aku jauh cinta dengan Lucas, bukan karena perintah Kak Tiara saja. Aku memperhatikan Lucas yang sangat tampan sekali, aku tidak bisa membohongi perasaanku."
__ADS_1
Miranda menjadi jatuh cinta sesungguhnya dengan Lucas.