Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (87)


__ADS_3

Tiara pun memilih untuk mengikuti Meneger nya, dia mengetuk pintu kamar Meneger nya.


" Mbak Verra, buka pintu nya mbak aku ingin bicara."


Tiara terus saja mengetuk pintu kamar Meneger nya.


Akhirnya Verra pun membukakan pintu kamar nya.


" Ada apa Tiara, besok orang tua mu pulang dari Singapura apa yang akan kamu katakan kepada mereka berdua."


Verra membuka pintu kamar agar Tiara bisa masuk ke dalam kamar nya.


" Baiklah aku akan meminta maaf kepada Bianca, ini aku lakukan karena kedua orang tua ku."


Verra melihat Tiara melakukan nya karena terpaksa bukan karena keinginan dalam hati nya.


" Kamu harus meminta di depan para wartawan, apakah kamu sanggup melakukan nya."


Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika dia harus meminta maaf di depan para wartawan.

__ADS_1


" Kenapa harus di depan banyak wartawan, aku bisa datang langsung bertemu dengan nya di kantor nya tidak harus seperti ini."


Tiara kelihatan sangat gelisah sekali dan Verra pun mencoba untuk menjelaskan kepada Tiara.


" Tadi mbak Verra mencoba untuk datang ke kantor nya, mbak Vera yang berniat untuk meminta maaf kepada Bianca tapi ternyata tidak semudah itu untuk bisa datang ke kantor nya, dan Mbak mendengar para wartawan akan mencari kamu Tiara untuk meminta keterangan."


Tiara tidak menyangka jika harus sampai seperti ini.


" Kenapa harus sampai seperti ini,? ini hanya masalah biasa saja tidak harus di perbesar seperti ini."


Vera memegang tangan Tiara ketika Tiara yang hendak pergi dari kamar dirinya.


Tiara pun kembali duduk dia pun merasa sangat pusing sekali.


" Malam ini bagaimana apakah ada yang memakai aku untuk menemani mereka tidur,? aku merasa sangat jenuh sekali lebih baik aku bekerja saja."


Mbak Verra memperlihatkan orang-orang yang bermain cinta dengan Tiara, mereka yang menginginkan tarif 50 juta bahkan ada yang ingin sampai 30 juta saja.


" Apa-apa an ini, masa 30 juta sih. Menyebalkan sekali ini, sangat murah sekali."

__ADS_1


Verra sudah tidak mau lagi banyak bicara dengan Tiara karena ini efek dari permasalahan nya.


" Jika tarif ku seperti ini masa setiap malam aku harus bersama dengan lebih dari dua lelaki, aku tidak mau sampai harus seperti ini."


Tiara pun langsung memandangi wajah Verra, dia memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar nya.


" Aku ingin memikirkan dulu di dalam kamar, karena ini sangat berat sekali untuk ku."


Tiara keluar dari kamar Verra dan Verra pun menutup kembali pintu kamar nya.


" Semoga dengan permasalahan ini Tiara lebih menghargai orang lain dalam hal berbicara, semuanya hanya demi Lucas. Tiara semakin tidak mau kehilangan Lucas semenjak pekerjaan nya seperti ini, Tapi Tiara tidak memikirkan bagaimana jika Lucas mengetahui tentang pekerjaan nya ini. Dia pun mungkin akan berat untuk menerima kehadiran Tiara di dalam keluarga nya, Tiara memang harus mencari lelaki yang bisa menikah dengan nya walaupun sebagian istri simpanan saja."


Handphone Verra berdering kencang dia melihat panggilan telephone masuk dari Raffi.


" Raffi dia pasti ingin membicarakan tentang kasus Tiara, aku merasa sangat malas sekali. Lebih baik aku mengabaikan nya saja."


Verra menyimpan handphone dia ingin menenangkan pikiran sebentar saja.


8

__ADS_1


__ADS_2