
Jam pulang pun berbunyi Lucas langsung keluar dari ruangan nya, dia tidak menyapa Bianca sama sekali.
Bianca keluar dari ruangan dia merasa sangat sedih sekali ketika melihat Lucas yang datar kembali kepada dirinya.
" Lagi-lagi selalu saja di posisi seperti ini, aku sangat benci sekali."
Bianca merasa beruntung sekali ketika dia yang membawa mobil pribadi nya, Bianca tidak di jemput oleh Lucas.
" Aku pulang saja ke rumah, karena perasaan ku yang sedang tidak baik-baik saja."
Bianca masuk ke dalam mobil dan dia melihat mobil Lucas yang sudah pergi.
Lucas ingin secepatnya bertemu dengan Tiara, tapi Tiara yang harus menunggu Daniel pulang kerja dan berpamitan kepada Daniel.
Tiara sudah berdandan cantik sekali hanya saja pakaian yang sedikit tertutup.
Tiara mendengar suara bell berbunyi dia pun langsung berlari untuk membukakan pintu tersebut.
Daniel melihat Tiara yang sangat cantik sekali, membuat rasa capek nya langsung menghilangkan begitu saja.
" Kamu sangat cantik sekali sayang."
Daniel mencium kening Tiara.
" Terimakasih banyak sayang.'
Daniel pun langsung memeluk erat Tiara.
" Sayang hari ini aku minta ijin yaa, aku ingin bertemu dengan sahabat ku sayang sebentar saja. Aku janji sebelum jam 7 malam aku akan berada di rumah, bersama dengan kamu."
Daniel melepaskan pelukan erat nya.
" Teman lelaki atau perempuan."
Tiara melihat Daniel yang mulai cemburu.
" Hmmm perempuan sayang, kamu tidak usah hawatir yaa."
Tiara terpaksa berbohong kepada Daniel supaya mempercepat dia pergi.
" Yasudah hati-hati yaa, dan jaga selalu hati mu untuk ku."
Daniel memberikan kunci mobil nya kepada Tiara.
" Terimakasih banyak sayang, baik sekali deh."
Tiara pun langsung pergi sedangkan Daniel memilih untuk membaringkan tubuhnya dia merasa sangat lelah sekali.
Tiara berjalan cepat dia melihat jam di handphone nya yang belum menunjukkan pukul 5 sore.
" Seperti nya Lucas sudah menunggu ku, ahhhh biarkan saja deh."
Tiara masuk ke dalam mobil nya dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sedang saja.
__ADS_1
Tiara tidak mau terburu-buru sampai dia juga menjaga keselamatan nya.
Tiara akhirnya sampai di depan cafe yang sudah di janjikan oleh Lucas, Tiara memaksa masker karena dia tidak mau yang mengenalinya.
Tiara mencari Lucas dan akhirnya dia pun menepuk pundak Lucas dan mereka duduk saling berhadapan.
Di depan Lucas Tiara membuka masker wajah nya, Lucas pun menundukkan kepalanya karena dia tidak membohongi perasaannya ketika dia melihat Tiara.
Tiara yang kelihatan sangat cantik sekali.
" Ada apa yaa Lucas,? kalau kamu sampai ingin bertemu lagi aku."
Lucas pun langsung menceritakan semuanya kepada Tiara.
" Ada seseorang lelaki yang menelephone ku, dan dia bilang mendapatkan nomor handphone ku dari handphone mu. Ketika kalian berdua sedang tidur bersama, Tiara tolong jelaskan kepada ku maksud nya apa."
Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Lucas, Tiara juga merasa sangat panik.
Tiara seperti keluh sesak napas nya dan Lucas memberikan Tiara air putih.
Tiara langsung meminum nya sampai habis.
Dan dia mencoba untuk bersikap tenang di hadapan Lucas
" Lucas, lelaki itu sudah mengincar ku sejak aku bersama dengan mu. Aku tidak mungkin tidur bersama dengan lelaki lain, aku bukan wanita murahan Lucas. Jika kamu sampai percaya dengan lelaki tersebut silahkan saja, tapi aku bukan wanita yang di katakan oleh lelaki tersebut."
Tiara pun memilih untuk pergi dari cafe tapi Lucas memegang erat tangan Tiara.
" Lelaki tersebut juga bilang jika sebenarnya pekerjaan mu itu adalah seorang wanita malam, yang berawal dari model majalah dewasa."
" Lepaskan aku Lucas, aku ingin pergi jika kamu tidak melepaskan tangan ku ini. Maka aku akan berteriak kencang, sehingga orang-orang fokus pada mu."
Lucas dengan terpaksa dia pun melepaskan genggaman erat tangan nya, dan Lucas melihat Tiara menangis sambil berlari.
" Kenapa Tiara harus menangis jika sebenarnya itu semua bohong, seharusnya Tiara biasa saja. Ini seperti memang Tiara itu seperti apa yang di katakan oleh lelaki tersebut, kasihan sekali Daniel dia harus mencintai wanita kupu-kupu malam."
Merasa puas, Lucas pun memilih untuk pergi dari Cafe tersebut.
" Aku melupakan Bianca, dia pasti akan marah besar kepada ku."
Lucas mencoba untuk menghilangkan nomber handphone Bianca, ketika Bianca yang baru saja sampai di rumah nya.
Bianca melihat handphone dia melihat panggilan telephone masuk dari Lucas.
" Lucas, dia akhirnya menghubungi ku juga yaa."
Bianca langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Lucas*
* Hallo Bianca, aku ingin minta maaf yaa*
* Minta maaf untuk apa yaa*
__ADS_1
* Seharian tadi aku cuek sekali sama kamu*
* Oh yang itu sudahlah tidak apa-apa*
* Kamu sedang apa sekarang*
* Aku baru turun dari mobil dan aku sangat capek sekali*
Bianca mengakhiri panggilan telephone nya.
" Ahhhhhh, aku sangat kesal sekali loh. Kenapa sih dia seperti itu, dan untuk apa dia minta maaf segala bikin aku makin kesel sekali."
Bianca masuk ke dalam rumah nya dan dia pun langsung menghampiri orang tua yang sedang menikah makan malam bersama.
Bianca duduk dengan wajah yang kesal.
" Bianca kamu baik-baik saja,? kamu tidak sedang bertengkar dengan Lucas kan."
Bianca langsung melirikan mata nya kepada Ibu nya.
" Aku tidak bertengkar tapi aku merasa sangat kesal sekali dengan Lucas."
Bianca kembali cemberut ketika di tanya oleh ibunya.
" Kenapa sih sayang, bukan kah Lucas yang sangat romantis sekali dia sampai ingin membuatkan sepatu olahraga sepasang untuk kamu dan Lucas."
Bianca pun langsung tersenyum tipis kepada ibunya.
" Sikap Lucas tidak seperti biasanya, dia kelihatan sangat datar sekali. Lucas selalu fokus pada handphone nya, dia pergi ke kantin hanya untuk memesan kopi dan kembali bekerja. Di saat jam yang menunjukkan waktu pulang Lucas, fokus pada handphone nya lagi dan dia langsung pergi."
Laura merasa jika Bianca yang cemburu terhadap Lucas.
" Tenanglah sayang, Lucas tidak mungkin cemburu. Karena Lucas yang sudah tidak mungkin bersama dengan Tiara, karena Tiara yang sedang sudah bersama dengan Daniel."
Bianca memikirkan ke arah sana tapi dia juga mengingat jika Tiara itu adalah kupu-kupu malam.
" Tapikan Bu Tiara itu bukan wanita baik-baik, dia seorang wanita penghibur yang bisa saja menggoda Lucas karena dia bisa memberikan semuanya kepada Lucas."
Bianca merasa nafsu makan nya menghilang dia pun langsung pergi dari tempat makan.
" Aku tidur dulu yaa Buu, dan Ayah aku merasa capek sekali."
Bianca langsung pergi ke kamar nya, sedangkan orang tua masih membicarakan Lucas dan Tiara.
" Apa mungkin Lucas melakukan ini semua,? jika sampai Lucas mau kembali bersama dengan Tiara. Jahat sekali yaa Tiara dia melayani Daniel dan juga Lucas, rasanya aku ingin sekali membongkar rahasia ini kepada orang tua nya Lucas dan Daniel."
Sebastian mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya.
" Sudahlah Bu, kita tidak usah ikut campur lebih baik kita jadi penonton saja yaa."
Laura pun hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan suaminya, dia yang sebenarnya merasa sangat gemas sekali melihat Tiara yang begitu sangat pintar sekali menyembunyikan identitas nya.
Laura yang sudah mengetahui jika Tiara adalah wanita bayaran, sejak saat itu dia sangat benci sekali dengan Tiara.
__ADS_1
Apalagi sekarang Laura yang mengetahui Tiara putus dari Lucas dan berpacaran dengan Daniel kakak kandung Lucas sendiri.
Laura merasa jika Tiara seperti mempunyai penyakit kejiwaan yang sudah parah.