
Bianca sampai di kantor nya lebih cepat dia tidak mau lagi melihat para pegawai melihat nya, apalagi jika sampai Lucas mengetahui nya.
Bianca masuk ke dalam ruangan nya dia langsung melihat rekaman cctv di pas tempat kerja Lucas.
" Ternyata Lucas belum datang yaa, seperti nya karena aku yang datang nya terlalu pagi."
Handphone Bianca pun berdering dia pun langsung menjawab panggilan telephone masuk dari Ayah nya.
* Hallo Ayah*
* Bianca nanti siang bisakah kamu menemani Ayah rapat, kamu yang akan melakukan presentasi nya*
* Ayah bagaimana mungkin aku bisa presentasi secara langsung di saat aku tidak tahu materi nya seperti apa, dan Ayah ini terlalu berat untuk aku*
* Sesudah telephone Ayah akan mengirimkan nya lewat Email, kamu harus percaya diri Bianca kamu pasti bisa yaa*
Sebastian Gunawan langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
" Hanya karena Lucas, Beryl menjadi Bianca."
Sebastian Gunawan langsung mengirimkan materi-materi nya lewat email dan Sebastian Gunawan yakin jika Bianca dia pasti bisa.
" Ahhhhh, aku kan belum pernah melakukan nya. Nanti bagaimana kalau aku gugup dan tiba-tiba saja pingsan, ahhhhhh memalukan sekali kan."
Bianca melihat email yang sudah masuk dari Ayah, dia pun langsung membuka nya ternyata banyak sekali materi-materi nya.
Di saat Bianca fokus pada pekerjaan di rekaman cctv, Bianca melihat Lucas yang baru saja sampai di kantor.
" Astaga tampan sekali pacar orang hmmm, melihat nya saja bikin aku bersemangat bagaimana jika sampai memiliki yaa. Itu hanya mimpi saja, Bianca terus saja memandangi Lucas sampai dia melupakan tugas nya."
Terdengar suara bell waktu nya untuk bekerja, Bianca pun langsung fokus kembali dengan pekerjaan nya.
Bianca dengan sangat serius sekali dia pun membaca dan mengamatinya dengan baik, Bianca jauh fokus pada intinya saja.
" Jangan sampai presentasi ini gagal hanya karena aku yaa, ini sangat menyebalkan sekali untuk aku karena aku yang harus bisa tampil dengan sempurna tidak boleh kelihatan gugup karena di mana mereka semua jika sudah tampil harus memberikan yang terbaik."
Bianca melihat jam di handphone nya dia merasa Ayah nya sebentar lagi akan menjemput nya.
Bianca memilih untuk bersiap-siap pergi dia membawa laptop nya, Bianca yang dengan kacamata hitam dan masker hitam nya dia pun keluar dari ruangan nya.
Ketika Bianca berjalan dengan cepat Lucas pun terfokus pada pemimpin perusahaan nya itu.
" Aku merasa dia sangat keren sekali, tapi sayang nya kenapa dia tidak mau membuka masker dan menunjukkan wajah aslinya seperti apa."
Lucas pun kembali fokus pada pekerjaan nya.
__ADS_1
Bianca kelihatan sangat terburu-buru sekali, dia pun masuk ke dalam mobil dengan sangat cepat sekali.
" Antarkan saya ke perusahaan Ayah yaa, cepat yaa karena saya harus banyak bertanya dengan Ayah saya."
Di perjalanan menuju ke kantor Ayah nya, Bianca terus saja mempelajari semua materi nya hingga membuat dirinya merasa sangat mual sekali.
" Astaga seperti nya aku ingin muntah, melihat materi-materi nya. Banyak sekali yang sulit untuk aku mengerti, dan semoga saja Ayah tidak sibuk."
Setelah sampai di kantor Ayah nya, Bianca berjalan dengan cepat dia pun langsung membuka pintu ruangan nya.
" Bianca, kenapa kamu datang ke sini padahal sebentar lagi Ayah yang akan menjemput ku di sana."
Bianca pun menunjukkan materi yang di kirimkan oleh Ayah nya kepada nya.
" Aku sampai merasa mual dan ingin muntah, aku tidak mengerti Ayah dan Ayah aku mohon jangan seperti ini aku tidak bisa Ayah untuk melakukan presentasi seperti ini, apalagi dengan bahasa Inggris seperti ini aku semakin pusing dan binggung."
Bianca sampai memegang kepala nya.
" Kita memang akan mencoba untuk berkerja sama dengan perusahaan luar negeri, dan Ayah merasa kamu pasti bisa."
Bianca semakin merasa sangat lemas sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari Ayahnya.
" Kenapa harus dengan orang luar negeri Ayah, sudah saja kita nikmati dengan ke 6 perusahaan ini. Kita juga sangat berkecukupan kok, tidak usah sampai ke luar negeri aku takut gagal."
Sampai akhirnya ketika belajar bersama dengan Ayah nya, mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan rapat.
Bianca kelihatan sangat gugup sekali dia tidak tahu harus berkata apa ketika para orang luar negeri tersebut datang.
Sebastian Gunawan memperkenalkan Bianca dan Bianca pun mulai melakukan presentasi nya dengan menggunakan bahasa Inggris yang sangat lancar.
Bianca tidak kelihatan gugup dia terlihat sangat keren sekali, Bianca pun masih bisa memberikan senyum manis nya.
Sebastian mengabaikan momen tersebut dan ternyata Bianca mendapatkan tepuk tangan dari semua tamu yang ada.
Bianca pun langsung duduk di sebelah Ayah nya dan Sebastian merasa Bianca berhasil.
sampai akhirnya presentasi pun berakhir dan Bianca pun langsung menghela nafas panjang nya.
" Tugas ku sudah selesai sekarang, lalu aku sudah tidak ada gunanya diam di sini lebih baik aku kembali ke rumah ku."
Bianca berpamitan dengan Ayah nya untuk kembali ke kantor nya.
" Dia sangat bersemangat sekali, Bianca memang anak yang luar biasa sekali."
Sebastian merasa sangat puas sekali dengan hasil presentasi Bianca, Samuel pun langsung upload video tersebut ke akun media sosial nya.
__ADS_1
Sebastian ingin menunjukkan jika Bianca memang mempunyai bakat, dia menjadi seorang pemimpin bukan hanya karena Bianca seorang anak Sebastian Gunawan.
Unggahan video tersebut pun di lihat oleh Benny Irawan dan juga Daniel mereka pun setuju jika Bianca memang sangat luar biasa sekali.
" Dia memang sudah pintar sehingga dia bisa seperti ini, dia menjadi pemimpin bukan karena Ayah nya seorang pengusaha tapi memang anak nya yang sangat luar biasa sekali."
Daniel merasa jika perkataan Papa nya itu sangat benar sekali.
" Dan aku tidak menyangka jika wanita hebat ini memiliki perasaan terhadap Lucas. Astaga Lucas seperti nya dia harus melihat video ini, calon CEO perusahaan Sebastian."
Daniel merasa lebih setuju jika Lucas bersama dengan Lucas, tapi itu tidak mungkin terjadi yaa karena Lucas yang sangat mencintai Tiara.
Daniel mencoba untuk fokus kembali dengan pekerjaan nya, dan dia keluar dari rumah Papa nya.
Bianca sampai di kantor nya di saat jam istirahat, seketika dia pun langsung gugup sekali.
" Bagaimana ini, jika aku bertemu dengan Lucas ya."
Bianca kembali memakai masker hitam nya dan juga kacamata nya juga.
Bianca menundukkan kepalanya di saat dia turun dari mobil nya, Bianca tidak memperdulikan jalan sehingga dia tidak jika Lucas memperhatikan nya sambil tersenyum.
" Andai saja masker dan kacamata itu terbuka, maka aku bisa melihat indah wajah nya."
Lucas pun memilih untuk pergi ke luar, Lucas ingin merasakan udara segar.
Sesampainya di ruangan nya, Bianca langsung membuka kacamata hitam nya dan juga masker.
Dia kelihatan sangat lelah sekali, Bianca pun memilih makanan online saja karena dia merasa sangat lapar sekali.
" Jika Lucas melihat video ku tapi apa yaa tanggapan nya, apakah dia akan suka atau hanya biasa saja."
Bianca tidak berharap lebih dari Bianca.
Lucas yang sedang menunggu makanan nya dia pun langsung mengeluarkan handphone nya, Lucas melihat video Bianca yang sedang berprestasi di hadapan orang luar negeri.
Lucas pun langsung seketika diam melihat video tersebut, dia pun mengakui jika Bianca yang mempunyai kekuatan sendiri.
" Bianca memang sangat luar biasa sekali, tapi aku tetap tidak bisa bersama dengan nya."
Lucas pun menyimpan handphone nya dia yang lebih fokus pada makanan dan minuman yang dia pesan.
" Aku harus banyak makan karena pekerjaan yang sangat luar biasa."
Lucas kelihatan sangat lahap sekali dia tidak boleh sampai menyerah begitu saja, Lucas harus bisa membuktikan jika dirinya bukan lelaki penikmat harta kekayaan keluarga.
__ADS_1