Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #326#


__ADS_3

Di saat Tiara sedang tidur nyenyak tiba-tiba saja handphone nya bergetar, Daniel yang belum tidur dia langsung mengambil handphone tersebut.


" Pesan dari Rania, siapa Rania."


Daniel yang merasa sangat penasaran sekali dia pun langsung mengambil handphone tersebut tapi harus membuka pesan tersebut Daniel bisa membaca nya.


* Aku tunggu jam 12 siang di hotel*


Daniel pun merasa curiga untuk apa sampai harus ketemuan di hotel.


" Apakah ini benar seorang wanita,? Aku simpan nomber handphone nya."


Setelah itu Daniel menyimpan handphone nya kembali dan mengirim pesan singkat kepada Miranda.


* Tiara aku ketemuan di hotel jam 12 siang tapi aku tidak tahu hotel mana, kamu bisa mengikuti Tiara dari pagi saja diam di depan gedung Apartemen ku*


Setelah mengirimkan pesan kepada Miranda, Daniel pun memilih untuk langsung tidur saja.


Daniel merasa lelah dia ingin beristirahat.


Keesokan harinya Tiara bangun terlebih dahulu, dia langsung melihat handphone nya.


" Ada pesan masuk dari Raffi, beruntung sekali Daniel tidak mengetahui nya."


Tiara membuka pesan tersebut dan langsung membalas nya.


* Baiklah aku datang*


Tiara bersiap untuk mandi karena harus cantik dan wangi, dia juga menyediakan sarapan pagi untuk suaminya.


Baby Mutiara terdengar suara tangisannya, Tiara langsung mengendong Baby Mutiara.


" Kamu bereskan kasur yaa, Mutiara biar saya yang gendong."


Tiara mengendong Baby Mutiara.


" Seperti kamu mandi yaa sayang, supaya pagi-pagi kamu sudah segar dan wangi."


Di saat Tiara memandikan Baby Mutiara, Daniel terbangun dari tidurnya dia ingat dengan pesan dari Rania.


" Aku merasa itu pesan dari seorang lelaki, mereka ketemuan di hotel aku sangat kecewa sekali jika sampai Tiara melakukan hal tersebut."


Daniel langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Daniel keluar dari kamar dia melihat sudah tersedia sarapan pagi dan Mutiara yang sudah cantik dan wangi sekali.


" Selamat pagi Papa, lihat aku yang sudah cantik Papa."


Daniel langsung mengendong Baby Mutiara.

__ADS_1


" Anak Papa yang cantik sudah mandi yaa sayang, Papa seperti hari ini pulang larut malam sayang kamu baik-baik ya di rumah bersama dengan Suster Dessy."


Daniel mencium kening Baby Mutiara.


" Hmmm, Daniel aku pun ada jadwal pemotretan sekitar jam 12 siang mungkin aku juga akan pulang malam Daniel."


Daniel tersenyum manis ketika mendengar Tiara yang akan berbohong kepada nya, karena di isi pesan tersebut dia akan pergi ke hotel.


Tapi Daniel tetap mencoba sabar dan berpura-pura tidak tahu.


" Pemotretan apa Tiara, tapi kenapa aku yang tidak pernah melihat mu ada di majalah atau pun media sosial."


Wajah Tiara mulai panik ketika Daniel bertanya seperti itu kepada dirinya.


" Hmmmm, hasil pemotretan untuk majalah luar negeri. Tapi aku tetap memakai baju kok, aku tampil seksi tapi masih sewajarnya."


Mendengar suara Tiara yang sampai bergetar membuat Daniel semakin ada sesuatu di balik ini semua.


" Baiklah Tiara, mungkin itu yang membuat bayaran mu mahal sampai bisa membeli sebuah mobil mewah."


Daniel merasa hilang rasa laparnya, dia memilih untuk langsung pergi saja.


" Suster Dessy, saya akan langsung pergi ke kantor ambil Baby Mutiara."


Daniel yang lebih memanggil Suster Dessy padahal Tiara ada di hadapannya.


Daniel yang hanya berpamitan dengan Mutiara saja dia melupakan Tiara yang ada di hadapannya.


Tiara masih mencoba untuk tetap tenang dan tersenyum dia merasa Daniel yang sedang terburu-buru sekali.


Tiara pun langsung masuk ke dalam kamar nya, dia juga ingin bersiap untuk pergi.


" Tiara kamu harus tetap cantik yaa, jangan sampai emosional. Seperti nya aku hanya bisa melayani Raffi sampai dia merasa puas untuk mobil saja, aku tidak mau meminta yang lain karena aku takut Daniel yang semakin curiga terhadap ku."


Tiara mengambil tas nya dan setelah itu dia keluar dari kamar nya.


" Suster Dessy aku pergi dulu yaa, Mutiara Mommy pergi bekerja yaa sayang."


Tiara keluar dari Apartemen nya, dan Miranda sudah ada menunggu Tiara.


" Seperti itu adalah mobil Kak Tiara, tapi sekarang masih jam 8 pagi loh. Sedangkan dia pergi ke hotel jam 12 siang, lalu bagaimana dengan aku yaa. Bagaimana cara nya yaa, aku bisa mengetahui hotel mana yang akan di datangi oleh Kak Tiara."


Tiara menjalankan mobilnya dan Miranda pun langsung mengikuti nya, walaupun Tiara tidak mengetahui Tiara akan pergi ke mana tapi ternyata Tiara yang pergi salon kecantikan.


" Dia yang sudah cantik dan mulus pun, masih hidup pergi ke salon kecantikan."


Setiap dia akan tidur bersama dengan Raffi, Raffi selalu mentransfer uang untuk Tiara agar dia bisa ke salon kecantikan memberikan yang terbaik untuk Raffi.

__ADS_1


Miranda memberhentikan mobilnya dia langsung menelephone Daniel.


Ketika mendapatkan panggilan telephone masuk dari Miranda, Daniel langsung menjawab nya.


* Hallo Miranda*


* Pak Daniel, aku sekarang sudah mengikuti Kak Tiara ternyata dia pergi ke salon kecantikan*


* Baiklah Miranda kamu ikuti saja yaa, nanti aku akan memberikan uang 50 juta rupiah untuk mu sampai kamu mengetahui hotel mana dan bersama dengan siapa*


* Seperti nya sebelum pergi ke hotel, Kak Tiara perawatan seluruh tubuh dulu yaa. Agar dia kelihatan lebih segar dan wangi, tapi untuk apa yaa pergi ke hotel*


* Yasudah Miranda terus saja ikuti Tiara yaa, saya harus bekerja dulu*


* Baik Pak Daniel*


Di saat Daniel yang sudah sampai di kantor, Lucas dan Bianca mereka berdua kesiangan.


Bianca yang awalnya ingin bangun pagi dan segera pergi tapi kenyataannya jam 8 dia baru bangun tidur.


Bianca langsung membangunkan Lucas dan mereka berdua memilih untuk mandi bersama.


Venna tidak berani membangunkan mereka berdua, dia berpikir Bianca yang memiki kantor tersebut sehingga mereka bisa kapan pun datang ke kantor.


Dengan kecepatan kilat Bianca yang hanya menyisir rambut panjang nya dan memakai lipstik saja.


" Aku akan make up di mobil saja, karena kita berdua yang sudah telat loh."


Lucas tersenyum manis kepada Bianca.


" Kamu sih minta nambah terus, jadinya kita kesiangan deh."


Bianca langsung terdiam ketika mendengar perkataan Lucas.


" Ayo sayang kita berangkat sekarang yaa."


Bianca dan Lucas pun keluar dari kamar dia hanya melihat Mama nya saja.


Mereka berdua pun langsung berpamitan dan bersalaman.


Lucas dan Bianca kelihatan sangat terburu-buru sekali.


Mereka masuk ke dalam mobil, dan Bianca membuka kaca jendela dia butuh angin untuk mengeringkan rambut panjang nya.


Bianca juga mengambil lipstik dan alat make up yang lain nya.


" Sangat seru sekali yaa sayang."

__ADS_1


Lucas melirikan mata nya kepada Bianca dengan senyuman manis nya.


__ADS_2