Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (100)


__ADS_3

Tiara sampai di hotel dia menghelakan nafas panjang nya karena harus melayani tiga lelaki dalam satu malam.


" Besok Ayah dan Ibu pulang, aku harus memberikan sesuatu kepada mereka. Tabungan ku di pakai untuk sewa Apartemen, semoga saja aku segera mendapatkan titik cerah."


Ketika Tiara hendak masuk ke dalam dia sudah di hadapan dengan Raffi, Tiara merasa sangat benci sekali dengan Raffi dia yang selalu mengikuti nya.


" Raffi apa mau mu,? kenapa kamu selalu ingin mengacaukan hari-hari ku."


Tiara terlihat sangat marah sekali dengan Raffi dia tidak ingin lagi melihat Raffi.


" Tiara, aku mengetahui jika besok Ayah dan Ibu mu pulang. Bukan kah impian mu itu ingin memberikan rumah mewah untuk mereka, jadilah wanita simpanan ku maka aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan."


Tiara tersenyum tipis kepada Raffi.


" Wanita simpanan,? dan kamu di luar sana tidur bersama dengan wanita yang berbeda-beda setelah pulang tidur bersama dengan ku,? apakah itu maksud dari ucapan mu Raffi."


Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Aku wanita murahan menjadi simpanan lelaki yang sering bermain-main dengan wanita yang berbeda, apa yang akan terjadi dengan keturunan kita berdua mempunyai orang tua yang seperti ini."


Tiara tidak menerima keinginan Raffi, dia pun langsung pergi menghindari Raffi.

__ADS_1


" Ahhh, seperti nya aku salah bicara. Sehingga membuat Tiara menjadi seperti itu kepada ku, lihat saja nanti kamu pasti akan menjadi Ratu ku Tiara."


Raffi kembali gagal untuk mendapatkan Tiara dia benar-benar merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah dia katakan kepada Tiara.


Tiara menghampiri lelaki yang akan bermalam bersama dengan nya, lelaki tampan yang masih sangat muda sekali.


" Berapa usia mu, kamu kelihatan masih sangat muda sekali."


Tiara seketika dia berpikir masih muda seperti dapat uang dari mana untuk bisa bermalam bersama dengan nya.


" Umur ku 20 tahun dan aku seorang mahasiswa."


" Aku sangat menginginkan mu, sejak aku SMA aku sering melihat mu di majalah-majalah dan media sosial. Malam ini aku seperti sedang bermimpi tidak hanya bisa bertemu, tapi juga bisa bermalam bersama tapi sayang nya hanya untuk satu malam saja."


Lelaki tersebut mulai menyentuh tubuh Tiara.


" Jangan di sini, bukan kah kamu sudah menyiapkan hotel untuk kita berdua malam ini."


Tiara dan lelaki tersebut pun berjalan menuju ke hotel, mereka berdua kelihatan saling bertatapan.


Tiara merasa sangat bersemangat sekali ketika dia bertemu dengan lelaki yang umurnya lebih muda dari nya, karena dia yang akan menguasai permainan malam nya.

__ADS_1


Tiara melihat data nama yang di berikan oleh Meneger nya.


" Ferdinan Syah, jangan memberikan aku minuman yaa. Aku tidak mau dalam kondisi tidak sadar, itu tidak menyenangkan sekali."


Ferdian pun menyimpan kembali botol minuman tersebut.


" Boleh aku mengobrol sebentar, apa yang membuat kamu ingin menjadi wanita seperti ini. Apakah bayar mu di dunia model itu sangat sedikit sekali?, karena aku merasa sangat menyayangkan tapi aku juga merasa senang."


Tiara tersenyum karena ternyata selain Raffi, ada juga yang memberikan pertanyaan seperti ini kepada nya.


" Papa ku seorang duda dia hanya memiliki aku sebagai anak nya, dia pengusaha yang sukses jika kamu menginginkan lebih baik kamu bisa bersama dengan Papa ku saja."


Tiara menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Ferdian.


" Jika kamu ingin aku menjadi ibu sambung mu, lalu kamu kenapa ingin tidur bersama ku. Kamu berpikir yang tidak wajar, dan sudah bisa membaca jalan kotor pikiran mu."


Ferdinan pun tersenyum dia memang mempunyai niat yang kotor, jika Tiara menjadi ibu sambung nya. Maka dia akan meminta sesuatu kepada Tiara, tanpa sepengetahuan Papa nya.


" Sudahlah jangan terlalu banyak berhalusinasi, cepat lakukan secepatnya."


Tiara dan Ferdian pun bermalam bersama dengan penuh perasaan.

__ADS_1


__ADS_2